Dow Gandeng Sadikun, Pacu Kemasan Ramah Lingkungan di Indonesia

- Dow dan PT Sadikun Niagamas Raya menandatangani MoU untuk mempercepat pengembangan kemasan sirkular berbasis resin daur ulang pasca-konsumen di Indonesia.
- Kolaborasi difokuskan pada sektor kemasan kaku, terutama botol pelumas, dengan teknologi blow moulding guna memperluas penggunaan material daur ulang REVOLOOP™.
- Inisiatif ini mendukung target nasional emisi nol bersih 2060 serta memperkuat daya saing industri melalui penerapan solusi kemasan ramah lingkungan dan efisien sumber daya.
Bandung, IDN Times – Perusahaan material global Dow resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Sadikun Niagamas Raya untuk mempercepat pengembangan kemasan sirkular di Indonesia. Kolaborasi ini difokuskan pada pemanfaatan resin daur ulang pasca-konsumen (PCR) dalam industri kemasan kaku, khususnya botol pelumas.
Kesepakatan yang ditandatangani pada 11 Februari 2026 ini menjadi bagian dari upaya mendukung target nasional menuju emisi nol bersih (net-zero) pada 2060.
1. Dorong penggunaan bahan daur ulang untuk kurangi jejak karbon

Melalui kerja sama ini, Dow dan Sadikun akan memperluas penggunaan resin daur ulang REVOLOOP™ pada botol pelumas. Inisiatif ini bertujuan mengurangi jejak karbon sekaligus meningkatkan praktik ekonomi sirkular di sektor industri.
Indonesia sendiri telah menetapkan sejumlah prioritas keberlanjutan, mulai dari penguatan industri daur ulang domestik hingga pengurangan kebocoran limbah plastik ke lingkungan.
“Kolaborasi dengan Sadikun mencerminkan keyakinan kami akan pentingnya sinergi dalam rantai nilai untuk mendorong praktik berkelanjutan,” ujar Bambang Candra, Wakil Presiden Komersial Asia-Pasifik Dow Packaging & Specialty Plastics.
2. Fokus pada pengembangan kemasan kaku sektor pelumas

Kerja sama ini akan berfokus pada sektor kemasan kaku, khususnya teknologi blow moulding untuk botol pelumas. Kedua perusahaan juga akan melibatkan berbagai pihak dalam rantai industri, seperti produsen botol hingga pemilik merek pelumas.
Langkah ini bertujuan meningkatkan pemahaman pasar sekaligus memperkuat kapabilitas teknis dalam penggunaan material daur ulang.
Sebelumnya, kolaborasi antara Dow dan Sadikun telah menghasilkan penggunaan material Dow XUS pada kemasan pelumas berkapasitas 20 liter, menandai keberhasilan tahap awal kerja sama strategis mereka.
3. Perkuat industri sekaligus dukung target keberlanjutan nasional

Presiden Direktur Sadikun, Antawirya Husen, menyebut kerja sama ini akan meningkatkan kualitas solusi kemasan yang mereka tawarkan kepada industri pelumas di Indonesia.
“Dengan mengintegrasikan resin daur ulang REVOLOOP™, kami dapat menghadirkan kemasan yang andal sekaligus mendukung transisi menuju produk yang lebih sirkular,” ujarnya.
Didukung jaringan industri Sadikun yang luas, kolaborasi ini diharapkan mempercepat adopsi material ramah lingkungan di sektor kemasan kaku yang terus berkembang di Indonesia.
Selain memperkuat daya saing industri, langkah ini juga menjadi kontribusi nyata dalam menciptakan sistem ekonomi yang lebih efisien dalam penggunaan sumber daya.


















