Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kunjungan Wisata Kuningan Awal 2026 Belum Memuaskan

Kunjungan Wisata Kuningan Awal 2026 Belum Memuaskan
Jalur pendakian Gunung Ciremai via Palutungan di Kabupaten Kuningan
Intinya Sih
Timeline
  • Kunjungan wisata ke Kabupaten Kuningan awal 2026 menurun, dengan wisman hanya 5 kunjungan dan wisnus turun 25,03 persen dibanding Januari.
  • Data BPS menunjukkan pergerakan wisata di Kuningan masih fluktuatif, dengan puncak pada April 2025 dan penurunan hampir di seluruh wilayah Jawa Barat.
  • BPS menilai perlu penguatan strategi pariwisata melalui peningkatan aksesibilitas, promosi, dan diversifikasi destinasi agar pertumbuhan tidak stagnan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Cirebon, IDN Times - Kinerja sektor pariwisata di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat pada awal 2026 menunjukkan tren yang belum menggembirakan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, baik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) sama-sama mengalami tekanan pada Februari 2026.

Kepala BPS Kabupaten Cirebon, Urip Sugeng Santoso, menyebutkan pola kunjungan wisata di kawasan Priangan Timur dan sekitarnya masih menunjukkan ketergantungan pada momentum musiman.

"Secara umum, awal 2026 belum memberikan dorongan kuat bagi peningkatan kunjungan wisata ke Kuningan," ujarnya, Rabu (15/4/2026).

1. Wisman anjlok tajam, tercatat hanya 5 kunjungan

Telaga Biru Cicerem, Kuningan, Jawa Barat (google.com/maps/Arif Affandi)
Telaga Biru Cicerem, Kuningan, Jawa Barat (google.com/maps/Arif Affandi)

Jumlah wisatawan mancanegara yang tercatat menginap di hotel bintang di Kabupaten Kuningan pada Februari 2026 hanya sebanyak 5 kunjungan. Angka ini merosot tajam sebesar 73,68 persen dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 19 kunjungan.

Sementara itu, kata Urip, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tujuan Kabupaten Kuningan pada Februari 2026 tercatat 222.499 perjalanan. Angka ini turun 25,03 persen dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 296.765 perjalanan.

"Meski turun secara bulanan, secara tahunan masih terjadi kenaikan 5,62 persen. Sepanjang periode ini, wisatawan didominasi dari wilayah sekitar seperti Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bekasi, dan Kota Cirebon," kata Urip.

Selain itu, kata Urip, perjalanan wisnus asal Kuningan sendiri juga menurun menjadi 156.312 perjalanan, turun 20,40 persen dibandingkan Januari 2026. Tujuan utama perjalanan masyarakat Kuningan meliputi Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cirebon, Majalengka, dan Kota Cirebon.

2. Fluktuasi tajam dan tekanan destinasi wisata daerah

Telaga Biru Cicerem (instagram.com/telagabiruciceremofficial)
Telaga Biru Cicerem (instagram.com/telagabiruciceremofficial)

Urip mengatakan, data BPS menunjukkan pergerakan wisata di Kabupaten Kuningan masih sangat fluktuatif sepanjang Februari 2025 hingga Februari 2026. Puncak kunjungan tercatat pada April 2025 dengan 489.902 perjalanan, sementara tren setelahnya cenderung menurun.

Dari sisi wilayah tujuan wisata, Kabupaten Cirebon menjadi destinasi utama dengan 28.841 perjalanan, disusul Ciamis, Kota Cirebon, dan Majalengka. Namun, hampir seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat mengalami penurunan kunjungan wisnus pada Februari 2026.

"Penurunan tertinggi tercatat menuju Kabupaten Pangandaran sebesar 63,29 persen, sementara satu-satunya kenaikan kecil terjadi pada Kabupaten Indramayu sebesar 2,85 persen," ujarnya.

3. BPS: Perlu penguatan akses dan atraksi wisata

Jalur pendakian Gunung Ciremai via Palutungan di Kabupaten Kuningan
Jalur pendakian Gunung Ciremai via Palutungan di Kabupaten Kuningan

Urip menilai kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan strategi pengembangan pariwisata daerah, terutama dalam meningkatkan daya tarik dan aksesibilitas.

“Fluktuasi ini mengindikasikan bahwa sektor pariwisata masih sangat sensitif terhadap momentum dan belum memiliki penopang permintaan yang kuat dan berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, tanpa penguatan pada aspek promosi, konektivitas, dan diversifikasi destinasi, maka pertumbuhan wisata di Kabupaten Kuningan berpotensi tetap stagnan pada awal tahun 2026.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More