Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Polisi Buru Pelaku Penganiayaan di Sebuah Warung yang Viral di Medsos

Polisi Buru Pelaku Penganiayaan di Sebuah Warung yang Viral di Medsos
ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Esti Suryani)
Intinya Sih
  • Sebuah video penganiayaan di depan warung di Mandalajati, Bandung, viral dan menunjukkan korban dipukul benda tumpul oleh sekelompok orang pada Minggu dini hari.
  • Polisi melalui Satreskrim Polrestabes Bandung telah mendatangi lokasi kejadian, mengumpulkan informasi, dan menerima laporan resmi dari korban.
  • Penyelidikan dilakukan hati-hati karena pelaku dan korban diduga masih di bawah umur, sehingga prosesnya mengikuti mekanisme khusus dengan pendampingan bagi kedua pihak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandung, IDN Times - Jagat maya dihebohkan dengan aksi penganiayaan di depan warung kelontongan Gang Latif II (Nyublek), Mandalajati, Kota Bandung, Minggu (31/5/2026), sekitar pukul 03.00 WIB. Polisi pun turun tangan untuk menangani kasus tersebut.

Dalam rekaman kamera pengawas yang beredar terlihat seorang pria yang dianiaya oleh sekelompok orang. Tampak korban dipukul oleh benda tumpul.

Mendapat perlakuan tersebut, korban tidak berdaya dan beberapa kali berteriak ampun. Kendati begitu, aksi penganiayaan terus dilakukan hingga para pelaku pergi.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia bilang pihaknya telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan sejumlah informasi.

"Jadi yang Pasir Impun rekan-rekan bahwa memang betul ada kejadian tersebut," kata dia, Rabu (3/6/2026).

Ia mengatakan, korban telah membuat laporan kepolisian. Kasus ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung karena pelaku dan korban diduga masih di bawah umur.

"Korban sudah membuat laporan di kami, di Polrestabes Bandung Bandung dan kami sudah melakukan penyelidikan. Karena ini terindikasi pelaku dan korban juga masih di bawah anak-anak," ucapnya.

Hingga saat ini penyelidikan masih terus dilakukan guna mengumpulkan barang bukti. Anton bilang penanganan kasus tersebut tidak bisa dilakukan gegabah, mengingat ada indikasi korban dan pelaku masih di bawah umur.

"Jadi ada mekanisme yang memang harus kami lakukan. Jadi kita tidak bisa langsung, ya, penanganan sedikit berbeda," katanya.

"Karena kami harus benar-benar memastikan alat bukti yang kami dapatkan maupun pendampingan. Ya, baik kepada korban maupun kepada nantinya yang di duga para pelaku," lanjutnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More