HUT Ke-27, PNM Rayakan dengan Aksi Menanam Pohon

- PNM merayakan HUT ke-27 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila melalui upacara dan refleksi nilai persatuan serta gotong royong sebagai dasar pemberdayaan masyarakat prasejahtera.
- Transformasi perusahaan menjadi momentum memperkuat komitmen PNM dalam menghadirkan manfaat jangka panjang melalui pembiayaan, pemberdayaan, dan pembangunan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.
- Sebagai wujud syukur dan kepedulian lingkungan, PNM menanam 27 ribu pohon serentak di 58 wilayah untuk memperluas ruang hijau dan mendukung keberlanjutan ekosistem.
Bandung, IDN Times - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memperingati hari jadinya yang ke-27 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Momentum tersebut dimaknai perusahaan sebagai pengingat bahwa perjalanan bisnis dan pemberdayaan masyarakat tidak terlepas dari nilai-nilai kebangsaan.
Peringatan tersebut diawali dengan upacara Hari Lahir Pancasila yang diikuti lebih dari 2.700 karyawan PNM di Gor Soemantri. Dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, kegiatan ini menjadi ajakan untuk terus mengamalkan nilai persatuan dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi PNM, semangat tersebut sejalan dengan peran perusahaan yang selama ini berfokus pada pembiayaan dan pemberdayaan masyarakat prasejahtera di berbagai daerah. Nilai keadilan sosial dinilai menjadi landasan penting dalam memperluas akses ekonomi bagi kelompok yang membutuhkan.
Pada usia ke-27 tahun, perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan dampak yang lebih luas, tidak hanya melalui pemberdayaan ekonomi, tetapi juga melalui berbagai program yang mendukung keberlanjutan lingkungan.
1. PNM dorong pemberdayaan yang berlandaskan nilai kebangsaan

Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan tantangan perusahaan ke depan akan semakin besar. Namun, ia optimistis komitmen dan kolaborasi yang dibangun selama ini dapat menjadi modal untuk terus memperluas manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, peran PNM bukan hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga memastikan kelompok usaha kecil dan masyarakat prasejahtera mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkembang.
"Tugas PNM ke depan tentu semakin menantang, tetapi dengan tekad yang kuat dan sinergi yang berkelanjutan, kita pasti mampu menghadirkan pembiayaan dan pemberdayaan yang memberi manfaat lebih," ungkap Kindaris, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Selasa (2/6/2026).
Semangat tersebut tercermin dalam tema HUT ke-27 PNM, yakni bersama di setiap langkah, menemani di setiap perjalanan, yang menjadi panduan perusahaan dalam memperluas jangkauan layanan pemberdayaan di berbagai wilayah Indonesia.
2. Transformasi perusahaan jadi energi untuk memperluas dampak

PNM menilai usia ke-27 menjadi momentum penting untuk memperkuat transformasi perusahaan. Perubahan status kepemilikan Saham Seri A Dwiwarna yang mengembalikan posisi PNM sebagai perusahaan persero disebut menjadi energi baru dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan.
Perusahaan meyakini bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan manfaat yang dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
"Di usia yang ke-27, PNM memahami bahwa setiap langkah pemberdayaan sejatinya adalah ikhtiar menumbuhkan harapan," ujar Kindaris.
Menurutnya, proses pemberdayaan memiliki karakter yang serupa dengan menanam pohon. Hasilnya tidak bisa dirasakan secara instan, tetapi membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan komitmen agar manfaatnya dapat tumbuh dan dirasakan oleh lebih banyak orang.
3. Penanaman 27 ribu pohon dilakukan serentak di 58 wilayah

Sebagai bagian dari peringatan hari jadi perusahaan, PNM menggelar aksi penanaman 27 ribu pohon secara serentak di 58 wilayah di Indonesia. Program ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan.
Inisiatif tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga keseimbangan alam, memperluas ruang hijau, serta menciptakan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mengintegrasikan aspek sosial dan lingkungan dalam setiap program pemberdayaan.
"Sebagaimana pohon yang ditanam hari ini tidak langsung memberikan keteduhan, pemberdayaan pun membutuhkan kesabaran, ketulusan, dan keberlanjutan. Namun dari akar yang kuat, akan tumbuh manfaat yang luas," ujar Kindaris.
Program penanaman pohon ini melanjutkan inisiatif keberlanjutan yang telah dijalankan sebelumnya. Melalui kampanye 'PNM untuk UMKM' dan 'PNM Pemberdayaan UMKM', perusahaan berharap dapat terus memperluas dampak positif bagi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih lestari.


















