Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dedi Mulyadi Minta Premanisme di Bandung Diberantas usai Kasus Dago

Dedi Mulyadi Minta Premanisme di Bandung Diberantas usai Kasus Dago
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kasus pemalakan di kawasan Dago, Bandung, yang viral di media sosial dan meminta pemberantasan praktik premanisme di wilayah tersebut.
  • Dedi memastikan pelaku telah diamankan Polsek Coblong serta menegaskan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan tanpa melakukan tindakan pemalakan terhadap siapa pun.
  • Kapolsek Coblong mengungkap pelaku beraksi dalam pengaruh miras dan uang hasil pemalakan rencananya digunakan untuk membeli minuman, sementara korban belum membuat laporan resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut angkat bicara mengenai adanya pemalakan kepada pengendara plat B di Jalan Ir. H. Djuanda Gang Dago Timur, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Aksi tersebut terjadi saat Bobotoh merayakan juaranya Persib akhir pekan lalu.

Pemalakan oleh oknum tersebut pun terekam dalam video kemudian viral di media sosial. Dedi mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aksi pemalakan maupun premanisme yang dapat meresahkan warga dan merusak citra Jawa Barat.

"Saya sampaikan mengenai kasus pemalakan premanisme di Kota Bandung di Dago, saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar," ujar Dedi, Senin (1/6/2026).

1. Warga Jabar diperingatkan agar tidak nekat melakukan pemalakan

IMG-20250916-WA0026.jpg
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dedi memastikan, pelaku telah diamankan oleh aparat kepolisian dan saat ini tengah menjalani proses penanganan di Polsek Coblong. Dia menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh melakukan tindakan pemalakan terhadap siapa pun, baik warga Jawa Barat maupun masyarakat dari luar daerah yang datang berkunjung.

"Dan seluruh warga Jawa Barat, jangan coba-coba melakukan pemalakan premanisme pada siapapun. Baik warga Jabar maupun luar warga Jabar yang berkunjung ke Jawa Barat," tegasnya.

2. Pemprov Jabar tidak segan-segan menindak pelaku premanisme

Seorang pria mengenakan ikat kepala putih berbicara kepada wartawan di antara kerumunan orang saat kunjungan ke museum Batutulis.
Dedi Mulyadi saat kunjungan ke museum penjajahan Batutulis. IDN Times / Linna Susanti

Dedi menilai praktik premanisme tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga mengurangi rasa aman dan nyaman masyarakat. Karena itu, pemerintah bersama aparat penegak hukum akan terus melakukan penindakan agar kejadian serupa tidak terulang.

"Saya sampaikan, kita tidak akan segan-segan untuk memproses hukum agar kebiasaan buruk ini segera dihentikan," ujarnya.

Dedi juga mengajak masyarakat untuk mencari penghasilan melalui pekerjaan yang baik dan halal, bukan dengan cara-cara yang merugikan orang lain.

"Berusahalah dengan baik, masih terbuka cari rezeki yang halal dengan kerja keras. Dibanding bergaya preman, mengganggu ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan orang," katanya.

3. Dedi Mulyadi ucapkan terima kasih ke pihak kepolisian

IDN Times-Azzis Zulkhairil
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menunggangi kuda putih saat Kirab Budaya Tatar Sunda di Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Pada kesempatan itu, Dedi turut mengapresiasi jajaran kepolisian yang bergerak cepat menangani laporan masyarakat terkait aksi pemalakan tersebut.

"Saya ucapkan terima kasih pada Polsek Coblong, kemudian Polrestabes Bandung yang telah menangani masalah ini dengan cepat," kata dia.

Kapolsek Coblong, Kompol Riki Erickson, memastikan pelaku sudah ditangkap. Kini, pelaku masih dimintai keterangan dan masih berstatus sebagai terperiksa.

"Pelaku sudah kita amankan, jadi sudah kita amankan di Polsek Coblong dan sekarang sudah dilakukan penyelidikan," kata dia.

Riki menambahkan, pelaku melakukan aksinya dalam pengaruh minuman keras (miras). Uang hasil memalak juga rencananya akan digunakan oleh pelaku untuk membeli miras.

Belum diketahui nominal uang yang diberikan oleh korban kepada pelaku. Sebab, korban belum membuat laporan resmi ke polisi dan dimintai keterangan.

"Motifnya, jadi pada saat euforia tersebut mereka melakukan minum-minum bersama. Sehingga pada saat itu mungkin kekurangan uang atau bagaimana, mereka meminta uang untuk beli minuman lagi," ucap dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More