Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kreatif, Sopir Angkot di Sukabumi Pakai Elpiji Ganti BBM

Kreatif, Sopir Angkot di Sukabumi Pakai Elpiji Ganti BBM
Angkot Sukabumi pakai gas elpigi (IDN Times/Siti Fatimah)
Intinya Sih
  • Sopir angkot di Sukabumi, Hendra Irawan, mengganti bensin dengan gas elpiji 3 kilogram sebagai bahan bakar alternatif setelah melihat rekan sesama sopir mencobanya lebih dulu.
  • Penggunaan elpiji menekan biaya operasional harian hingga Rp50 ribu, dengan dua tabung gas cukup untuk beberapa kali perjalanan tanpa perlu modifikasi besar pada mesin.
  • Hendra menilai tenaga kendaraan sedikit berkurang di tanjakan, namun tetap aman dan efisien, menjadikan elpiji solusi hemat di tengah naiknya biaya operasional angkutan kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sukabumi, IDN Times - Angkutan kota (angkot) di Sukabumi jadi sorotan usai video penggunaannya yang tak biasa beredar di media sosial. Alih-alih menggunakan bensin, angkot trayek 01 jurusan Terminal Sukaraja–Kota Sukabumi ini justru memakai gas elpiji 3 kilogram sebagai bahan bakar alternatif.

Sopir angkot tersebut, Hendra Irawan (53), mengungkapkan ide penggunaan elpiji bermula dari sesama rekan sopir yang lebih dulu mencobanya. Setelah mencari tahu soal kelebihan dan kendalanya, ia akhirnya memutuskan untuk ikut beralih.

“Awalnya ikut teman saja. Dia sudah pakai duluan, saya tanya-tanya dulu soal keluhan dan kendalanya. Setelah dipertimbangkan, akhirnya saya pasang juga,” ujar Hendra, Senin (13/4/2026).

1. Hemat hingga Rp50 ribu per hari

IMG_3101.jpeg
Sopir angkot pakai gas elpiji (IDN Times/Siti Fatimah)

Keputusan itu berdampak signifikan terhadap pengeluaran hariannya. Hendra menyebut, biaya operasional bisa ditekan hingga Rp40 ribu sampai Rp50 ribu per hari dibandingkan saat masih menggunakan bensin.

Dalam sehari, ia menghabiskan dua tabung gas, dengan satu tabung bisa dipakai hingga empat kali perjalanan (rit).

“Kalau pakai bensin, empat rit bisa habis sekitar Rp50 ribu. Sekarang satu tabung gas hanya Rp19 ribu,” katanya.

Sebelumnya, ia mengaku menghabiskan sekitar 9 liter bensin per hari dengan biaya mencapai Rp90 ribu. Kini, pengeluarannya turun menjadi sekitar Rp38 ribu per hari dengan elpiji.

“Alhamdulillah sangat terbantu, jadi ada sisa dari penghasilan,” ucapnya.

2. Aman tapi tenaga berkurang

IMG_3102.jpeg
Sopir angkot pakai gas elpiji (IDN Times/Siti Fatimah)

Selama sekitar tujuh bulan penggunaan, Hendra memastikan tidak ada kendala berarti pada mesin kendaraan. Ia menyebut kondisi mesin tetap standar tanpa perlu penyesuaian khusus.

“Karburator aman, tidak ada servis tambahan. Pembakaran juga bagus, busi tidak cepat kotor seperti sebelumnya,” jelasnya.

Meski begitu, ia mengakui tenaga kendaraan sedikit menurun, terutama saat melewati tanjakan. Namun, kondisi tersebut bisa diatasi dengan mudah karena sistem bahan bakar bisa dialihkan kembali ke bensin.

“Kalau nanjak memang agak kurang tenaganya, tapi bisa langsung pindah ke bensin, tinggal cabut selang saja,” tambahnya.

3. Jadi alternatif di tengah tekanan biaya

IMG_3100.jpeg
Angkot Sukabumi pakai gas elpigi (IDN Times/Siti Fatimah)

Untuk menekan biaya lebih jauh, Hendra biasanya membeli gas langsung dari agen agar mendapat harga lebih murah. Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun sebagai sopir angkot, ia menilai penggunaan elpiji menjadi solusi alternatif di tengah meningkatnya biaya operasional.

“Yang penting kendaraan tetap jalan dan ada sisa. Sekarang terasa lebih ringan di biaya,” pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More