Majalengka, IDN Times – Polemik menu Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadan di berbagai daerah mulai mendapat sorotan publik. Selain di Kota Bandung, menu MBG Ramadan yang dinilai minim juga muncul di Kabupaten Majalengka. Kondisi ini memperlihatkan adanya jarak antara ekspektasi publik dan realitas teknis di lapangan.
Sejumlah foto menu MBG yang beredar di media sosial memicu perbincangan, bahkan kalimat kritik terhadap program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka terus bermunculan. Menu yang dibagikan kepada siswa dinilai sebagian warganet terlalu sederhana dibanding ekspektasi anggaran yang selama ini beredar di ruang publik. Perbincangan mulai ramai sejak hari pertama masuk sekolah pada Senin (23/2/2026).
Beberapa foto yang viral menunjukkan isi paket berbeda-beda di tiap kecamatan. Di Kecamatan Rajagaluh, misalnya, paket MBG hanya berisi susu kotak 110 ml, satu butir telur asin, dan satu buah pisang ambon. Sementara di Kecamatan Jatiwangi, menu terdiri dari susu 110 ml, kurma, dan roti. Di Kecamatan Ligung, salah satu sekolah menerima susu 110 ml, dua buah salak, kacang bawang, roti tawar, dan keju.
