Unggul Sementara di Survei Pilgub Jabar, Ini Kata Dedi Mulyadi

Bandung, IDN Times - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM)-Erwan Setiawan unggul dalam survei terbaru Indikator Politik. Elektabilitas pasangan nomor urut empat ini mencapai 75,7 persen, mengungguli tiga pasangan lainnya.
Menanggapi hal ini, Dedi Mulyadi memastikan akan tetap turun dan berkampanye salah satunya menguatkan mesin partai pengusung yaitu Partai Gerindra.
"Tentunya ini perlu penguatan para kader Gerindra agar segera diperkuat basis organisasinya dari tingkat anak ranting, DPC sampai DPD untuk terus mengkonsolidasikan kemenangan," kata KDM usai menghadiri konsolidasi Partai Gerindra di Kabupaten Sumedang, Selasa (15/10/2024).
1. Dedi Mulyadi sebut isu SARA sudah tidak laku di Jabar

Di sisi lain, KDM menilai masyarakat menikmati masa kampanye kali ini dengan riang gembira. Bahkan ada sebuah kemajuan yakni masyarakat sudah tak lagi termakan dengan isu-isu yang berbau SARA.
"Ini kemajuan loh bagi publik hari ini, isu SARA tidak laku lagi di Jawa Barat dan malah mendapat sentimen negatif dari warganet," ucapnya.
2. Dedi Mulyadi lebih pilih terus bertemu masyarakat

KDM mengatakan, ia merasa senang dengan reaksi publik yang tak terpengaruh isu SARA. Ia pun sejauh ini tidak memilih untuk melaporkan pihak yang melakukan black campaign dengan menggunakan isu SARA.
Baginya melaporkan pihak tersebut hanya akan menguras waktu dan tenaga. Untuk itu ia lebih memilih melakukan kerja politik dengan terus bertemu dengan masyarakat secara langsung sekaligus memberikan solusi cepat untuk setiap permasalahan.
"Lebih baik berkeliling bertemu warga menyelesaikan problema masyarakat. Tentunya fokus menyelesaikan problema-problema masyarakat di Jawa Barat," kata dia.
3. Dedi Mulyadi merasa sudah diserang dengan isu SARA

Sebelumnya, Dedi Mulyadi merasa sudah ada kampanye hitam di media sosial yang menyerang dirinya. Di mana isu ini berkaitan soal agama yang mana sempat menyerangnya saat mengikuti Pilgub periode sebelumnya (2018-2023).
Diketahui, saat Pilgub Jabar periode sebelumnya, Demul menjadi calon Wakil Gubernur berpasangan dengan Deddy Mizwar. Saat itu dirinya bertarung dengan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, Sudradjat-Ahmad Syaikhu, hingga pasangan Tb Hasanuddin dan Anton Charliyan.
"Ya gini kan kalau kami melihat media sosial hari ini kan kampanye sudah mengarah pada kampanye hitam dengan isu-isu agama dan mendaur ulang berbagai berita yang mungkin lima tahun yang lalu," ujar Demul.
Meski saat ini kampanye hitam menyerang terhadapny, Demul menyikapi hal itu dengan santai. Ia menganalogikan, kampanye hitam merupakan sebuah obat agar dirinya bisa terus bekerja lebih maksimal di Pilgub Jabar 2024 ini.
"Tetapi kami menganggap bahwa kampanye hitam itu obat. Bagi saya untuk membangun vitalitas karena kan kalau dikasih manis terus itu nanti kami tidak seperti minum jamu, itu namanya minum es," katanya.

















