Tren Kerja Hybrid Naik, Coworking Space Makin Diburu

- Pemerintah menerapkan kebijakan kerja hybrid nasional sejak 1 April 2026, mewajibkan ASN WFH tiap Jumat dan mendorong sektor swasta adopsi sistem kerja fleksibel untuk efisiensi energi.
- Kebijakan ini memicu lonjakan permintaan coworking space di kota besar seperti Jakarta dan Bandung, dengan kebutuhan berbeda antara sektor bisnis dan komunitas kreatif.
- Menanggapi tren tersebut, Point Lab memperluas layanan coworking space sebagai strategi menghadapi perubahan pola kerja, mendukung efisiensi perusahaan serta produktivitas pekerja.
Bandung, IDN Times – Pemberlakuan kebijakan kerja hybrid atau work from home (WFH) secara nasional sejak 1 April 2026 mulai mendorong perubahan pola kerja di Indonesia. Dampaknya, kebutuhan ruang kerja fleksibel atau coworking space ikut meningkat, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung.
Kebijakan ini berlaku untuk aparatur sipil negara (ASN) hingga sektor swasta, BUMN, dan BUMD, dengan skema kerja yang lebih adaptif antara kantor dan rumah.
1. Kebijakan hybrid dorong perubahan pola kerja

Pemerintah resmi menerapkan kebijakan kerja hybrid melalui dua surat edaran yang diterbitkan pada 31 Maret 2026. Dalam aturan tersebut, ASN diwajibkan menjalani work from home (WFH) setiap hari Jumat, sementara sektor non-pemerintah didorong menerapkan sistem kerja fleksibel.
Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi mobilitas. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, bahkan menyebut potensi penghematan dari kebijakan ini bisa mencapai Rp6,2 triliun, terutama dari penurunan konsumsi bahan bakar.
2. Permintaan coworking space meningkat

Seiring implementasi kebijakan tersebut, permintaan terhadap ruang kerja fleksibel mengalami peningkatan. Sejumlah studi industri menunjukkan tren pertumbuhan signifikan, termasuk di Jakarta yang menjadi pusat bisnis nasional.
Pos Properti Indonesia melalui unit coworking space Point Lab melihat peluang besar dari perubahan ini.
“Kerja hybrid menciptakan kebutuhan ruang kerja di antara rumah dan kantor utama. Ini menjadi peluang bagi coworking space,” ujar Endro Tjahjono, Chief Business Development & Hospitality Officer Pos Properti Indonesia.
Di Jakarta, permintaan didominasi kebutuhan ruang kerja di pusat bisnis, sementara di Bandung banyak datang dari kalangan kreatif dan pelaku startup.
3. Ekspansi jadi strategi hadapi tren kerja baru

Melihat tren tersebut, Point Lab terus memperluas jangkauan layanan di Jakarta dan Bandung. Pengembangan coworking space dinilai tidak hanya sebagai diversifikasi bisnis, tetapi juga sebagai respons terhadap perubahan kebutuhan pasar.
Model ruang kerja fleksibel dianggap mampu menjembatani kebutuhan efisiensi perusahaan sekaligus menjaga produktivitas pekerja.
“WFH hybrid ini kebutuhan baru. Kami siap mendukung transisi agar tetap efisien dan nyaman,” kata Endro.
Ke depan, ruang kerja fleksibel diperkirakan akan semakin menjadi bagian penting dalam ekosistem perkantoran di Indonesia, melengkapi fungsi kantor utama dan rumah dalam sistem kerja yang lebih dinamis.


















