SPMB Jabar 2026: Siswa Miskin Digratiskan Sekolah di Negeri dan Swasta

- Pemerintah Jawa Barat menjamin siswa dari keluarga miskin kategori desil 1–3 mendapat pembiayaan penuh untuk sekolah negeri maupun swasta pada SPMB tahun ajaran 2026/2027.
- Bantuan mencakup biaya pendidikan dan kebutuhan pribadi seperti seragam, sepatu, serta perlengkapan sekolah agar tidak ada anak putus sekolah karena alasan ekonomi.
- Disdik Jabar menyiapkan optimalisasi daya tampung sekolah negeri dan swasta, termasuk Sekolah Maung bagi siswa berprestasi tanpa zonasi, guna menampung seluruh lulusan SMP sederajat.
Bandung, IDN Times - Siswa dari keluarga miskin di seluruh wilayah Jawa Barat dipastikan mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendaftar diri ke SMA, SMK dan SLB pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat pun siap menanggung semua biaya baik sekolah negeri dan swasta.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto mengatakan, pemerintah telah menyiapkan dukungan pembiayaan bagi warga miskin yang masuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kategori desil 1 (sangat miskin), desil 2 (miskin), dan desil 3 (hampir miskin).
"Kalau mereka sekolah di swasta, kita biayai. Kalau di negeri, kita gratiskan," ujar Purwanto, dikutip Rabu (20/5/2026).
1. Seragam, sepatu semuanya ditanggung Pemprov Jabar

Purwanto memastikan, pemberian bantuan tidak hanya mencakup biaya pendidikan saja, tetapi juga kebutuhan personal siswa, seperti seragam, sepatu, dan perlengkapan sekolah lainnya.
"Biaya personal seperti sepatu, seragam, dan kebutuhan lainnya juga dibantu pemerintah," katanya.
Langkah ini, kata Purwanto merupakan komitmen dari keinginan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar tidak ada anak yang putus sekolah karena alasan ekonomi.
"Tidak boleh ada anak miskin di Provinsi Jawa Barat yang tidak sekolah. Mereka harus tetap sekolah, baik di negeri maupun swasta," kata dia.
2. Daya tampung diklaim mencukupi

Selain memastikan pembiayaan pendidikan, Disdik Jabar juga akan mengoptimalkan daya tampung sekolah negeri dan swasta agar seluruh lulusan SMP/sederajat dapat melanjutkan pendidikan dalam gelaran SPMB tahun ajaran 2026/2027.
"Kita akan optimalkan daya tampung yang ada baik di negeri maupun swasta," ucapnya.
Untuk wilayah yang belum memiliki akses sekolah negeri memadai, pemerintah tetap menyiapkan sekolah penyangga dengan kapasitas kelas yang disesuaikan kebutuhan.
"Sekolah penyangga ini kelasnya bisa lebih dari 36 sampai 40 siswa karena di wilayah tersebut tidak ada sekolah negeri atau lokasinya jauh," katanya.
3. SPMB Jabar akan dimulai dengan seleksi Sekolah Maung

SPMB Jabar pada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Disdik Jabar turut membuka seleksi Selokah Manusia Unggul (Maung) yang akan digelar pada 25 Mei 2026 untuk 41 SMA dan SMK negeri. Seleksi dilakukan bagi murid berprestasi secara akademik dan non-akademik. Jalur ini tidak menggunakan zonasi, melainkan seleksi.
Disdik pun akan terlebih dahulu mulai melakukan pemetaan para lulusan SMP dan MTs untuk mengetahui terlebih dahulu minat dan bakat dari para murid.
Disdik Jabar memastikan daya tampung sekolah tingkat SMA dan SMK di Jawa Barat mencukupi untuk menampung seluruh lulusan SMP sederajat tahun ini.
Adapun jumlah lulusan SMP dan MTs mencapai 826.996 siswa. Sementara total daya tampung SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah baik negeri maupun swasta mencapai 909.183 kursi.
Total daya tampung sekolah negeri di Jawa Barat mencapai 363.067 siswa. Jumlah itu terdiri dari 195.344 kursi SMA Negeri, 124.217 kursi SMK Negeri, 21.000 kursi Sekolah Maung, dan 21.888 kursi Madrasah Aliyah Negeri. Sementara sekolah swasta justru memiliki kapasitas yang lebih besar dengan total 546.116 kursi.



















