RSHS Berikan SP1 Ke Perawat Lalai dan Siap Dievaluasi Kemenkes

- RSHS Bandung memberikan surat peringatan pertama dan menonaktifkan perawat yang lalai menyerahkan bayi bukan kepada orangtua kandungnya.
- Pihak RSHS telah melaporkan kasus ini ke Kementerian Kesehatan dan siap menjalani evaluasi dari pusat terkait insiden tersebut.
- Kasus bermula dari unggahan ibu bernama Nina Saleha di media sosial yang mengaku bayinya hampir tertukar saat dirawat di RSHS Bandung.
Bandung, IDN Times - Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung memberikan sanksi berupa surat peringatan 1 kepada perawat yang lalai karena memberikan bayi bukan pada orangtua kandungnya saat menjalani perawatan di RSHS Bandung.
Selain itu, saat ini perawat tersebut sudah tidak masuk pada bagian pelayanan kesehatan masyarakat. Perawat tersebut di nonaktifkan.
“Perawatnya dinonaktifkan dipindahkan ke bagian yang tidak melayani pasien dan diberikan SP 1,” ujar Direktur Utama RSHS dr. Rachim Dinata Marsidi, Sp.B., Finac., M.Kes, Jumat (10/4/2026).
1. Sudah lapor ke Kementerian juga

Rachim mengatakan, manajemen RSHS siap ketika akan ada evaluasi dari Kementerian Kesehatan ihwal kasus yang terjadi. Sejauh ini RSHS pun telah melaporkan adanya kejadian tersebut ke kementerian dan menunggu sikap dari pusat.
“Kami RSHS siap untuk dilakukan evaluasi oleh Kemenkes dan kami sudah melaporkan ke Kemenkes kejadian ini,” kata dia.
2. Pembinaan pada perawat ditingkatkan

Rachim memastikan bakal melakukan evaluasi terhadap seluruh perawat dan memastikan akan juga melakukan pembinaan terkait dengan SOP penyerahan bayi ke orang tua saat dalam perawatan RSHS.
“RSHS akan mengevaluasi dan melakukan pembinaan lagi kepada para perawat terhadap kepatuhan melaksanakan SOP mengenai penyerahan bayi ke pada orang tuanya, yang selama sudah berjalan dengan baik,” kata dia.
3. Berawal dari curhatan sang ibu

Sebelumnya, jagat media sosial kembali dihebohkan dengan adanya sebuah video dari salah seorang ibu yang mengaku bayinya hampir ditukar kepada orang lain di Rumah Sakit (RS) Hasan Sadikin, Kota Bandung. Peristiwa itu terjadi saat sang anak menjalani perawatan di rumah sakit milik Kemenkes itu.
Perempuan yang diketahui bernama Nina Saleha ini mengatakan, peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh perawat yang bertugas di NICU, Gedung Kesehatan Ibu dan Anak RSHS Bandung. Dia pun menceritakan semuanya di media sosial TikTok.
Ceritanya bermula saat Nina yang sedang menunggu bayinya keluar dari ruang perawatan. Dia yang sudah selesai memandikan, lantas menunggu keluar karena bayinya sudah bisa pulang, setelah beberapa hari menjalani perawatan.
Saat sedang menunggu, Nina mengetahui ada ibu bayi lainnya yang menunggu kepulangan anaknya, tetapi batal karena ada masalah di paru-parunya. Karena namanya tak kunjung dipanggil perawat, Nina pergi mencari makan. Namun, dia punya firasat buruk ketika pergi makan.
Semua pernyataan yang keluar dari mulut Nina, disampaikan dengan bahasa Sunda, yang pada intinya dia merasa kecewa dengan peristiwa tersebut.
"Saya tidak menerima dengan pelayanan perawat RS Hasan Sdikin, tega sekali anak saya diberikan kepada orang lain. Orang itu, sudah tahu saya memandikan anak sejak subuh, bawa baju, kan RS menyarankan untuk membawa baju bayi, terus si teteh itu datangnya siang, saya nunggu lama dan kenapa tidak dipanggil-panggil, kenapa si teteh itu sudah dipanggil, kan anak saya jadwalnya pulang, sudah dinyatakan sehat, sedangkan si teteh itu anaknya alami kebocoran paru-paru" ujar Nina.


















