Ribut Relawan 02 dan 03 di Bandung, Korban Pemukulan Lapor ke Polisi

Bandung, IDN Times - Kasus pemukulan tiga orang di Kota Bandung yang diduga dilakukan kelompok dari relawan salah satu pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden, sudah mendapat perhatian dari kepolisian Bandung.
Tiga korban yang merupakan simpatisan paslon 02 resmi melaporkan dugaan pengeroyokan yang telah dialaminya ke polisi. Hal itu dipastikan Kapolsek Regol, AKP Aji Riznaldi.
"Sudah (resmi melapor) tadi sekitaran jam 2," kata dia melalui pesan singkat pada Selasa (23/1/2024).
1. Polisi kumpulkan sejumlah bukti

Sebagai tindak lanjut, polisi mulai melakukan proses penyelidikan atas kasus itu dengan memeriksa sejumlah saksi termasuk pelapor. Selain itu, polisi juga sedang mengumpulkan sejumlah barang bukti.
"On proses penyelidikannya," ucap dia.
Salah satu korban pemukulan, Irga, menceritakan peristiwa itu bermula ketika dirinya bersama Siti dan Aldi yang sedang menggunakan motor dan melintasi Jalan Inggit Garnasih berpapasan dengan bus berisi massa yang mengenakan atribut PDIP. Lalu, tiba-tiba salah seorang di dalam bus itu mengacungkan simbol tiga jari ke arahnya.
"Ada bapak-bapak yang menaiki bus itu menunjukkan angka tiga jari," kata dia.
Irga yang mengaku pendukung paslon nomor urut 02 lantas merespons dengan mengacungkan simbol dua jari ke arah bus. Kemudian, tanpa basa-basi, salah seorang turun dari bus dan melakukan aksi pemukulan terhadap ketiganya. Irga bahkan ditendang hingga terjatuh dari motornya dan dipukuli beramai-ramai.
"Datang lagi beberapa orang di dalam bus langsung menendang motor saya sampai saya terjatuh pun udah di bawah, saya masih dihantam," ucap dia.
Irga tak mengetahui jumlah orang yang mengeroyoknya. Namun, para pelaku disebutnya memakai atribut PDIP. Akibat kejadian itu, dia menderita luka pada bagian wajah dan hidungnya. Begitupula, dengan dua saudaranya yakni Aldi dan Siti.
"Yang mengganggu hidung kayak ada sobek di dalam hidung," ungkap dia.
2. Korban sudah jalani visum

Kini, Irga mengaku sudah menjalani visum dan membuat laporan resmi ke polisi atas peristiwa yang dialaminya. Polisi pun sedang melakukan rangkaian penyelidikan atas laporan yang dilayangkannya.
Sebelumnya diberitakan, Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono, mengaku pihaknya sedang mencari keberadaan para korban untuk mengetahui kronologis sebenarnya dari kejadian tersebut.
"Kami sedang cari korban yang bersangkutan dan ingin mengetahui kronologis sebenarnya yang terjadi," kata dia melalui pesan singkat pada Selasa (23/1).
Informasi sementara yang diterimanya, menurut Ono, peristiwa itu dipicu para korban yang tiba-tiba berteriak nomor dan nama paslon 02 ke arah kerumunan massa nomor urut 03.
"Info awal, yang bersangkutan teriak-teriak nomor dan nama paslon lain di kerumunan massa kampanye," ucap dia.
Maka dari itu, Ono menilai perlu dilakukan penelusuran lebih lanjut soal ada atau tidaknya unsur kesengajaan yang dilakukan korban untuk memancing emosi massa dan menimbulkan situasi tidak kondusif.
3. TKD Prabowo-Gibran siap beri pendampingan

Sementara itu, Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Jawa Barat menemui tiga orang korban pengkroyokan dari simpatisan paslon capres lain di Bandung.
Tiga orang yang menjadi korban ini yaitu; Irga Natasutra, Siti Komariah, dan Muhammad Aldi Juangga. Komandan Relawan TKD 02 Prabowo-Gibran Jabar, Irwan Kusandiantoro mengatakan, kedatangannya ke kediaman korban untuk melihat kondisi terkini usai kejadian.
"Karena menurut saya dan ini juga permintaan ketua TKD Jawa Barat Kang Ridwan Kamil bahwasanya mereka kan simpatisan kami, gitulah kira-kiranya. Ya kami prihatin saja, jadi saya datang ke sini karena prihatin, silaturahmi, melihat kondisinya," ujar Irwan, Selasa (23/1/2024).
Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono, mengaku pihaknya sedang mencari keberadaan para korban untuk mengetahui kronologis sebenarnya dari kejadian tersebut.
"Kami sedang cari korban yang bersangkutan dan ingin mengetahui kronologis sebenarnya yang terjadi," kata dia melalui pesan singkat pada Selasa (23/1).
Informasi sementara yang diterimanya, menurut Ono, peristiwa itu dipicu para korban yang tiba-tiba berteriak nomor dan nama paslon 02 ke arah kerumunan massa nomor urut 03.
"Info awal, yang bersangkutan teriak-teriak nomor dan nama paslon lain di kerumunan massa kampanye," ucap dia.
Maka dari itu, Ono menilai perlu dilakukan penelusuran lebih lanjut soal ada atau tidaknya unsur kesengajaan yang dilakukan korban untuk memancing emosi massa dan menimbulkan situasi tidak kondusif.


















