Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banyak Orangtua di Bandung Protes Menu MBG Ramadan, Ini Respons Dasco
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Banyak orang tua di Bandung Raya mengeluhkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadan karena ditemukan makanan tidak layak, termasuk buah berbelatung dan kondisi pangan yang sudah busuk.
  • Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menanggapi keluhan tersebut dengan memastikan komisi terkait akan melakukan evaluasi serta pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG selama bulan Ramadan.
  • Pihak sekolah seperti MI Al-Halim berjanji menyampaikan protes orang tua kepada penyedia MBG, sementara sejumlah wali murid lain juga menyoroti porsi dan kandungan gizi yang dinilai kurang memadai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
23 Februari 2025

Rahmat, orang tua siswa SD di Kota Bandung, memprotes menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hanya berisi satu jeruk dan dua bolu kukus. Ia menilai menu tersebut tidak memenuhi standar gizi.

24 Februari 2026

Wati, orang tua murid MI Al-Halim di Kecamatan Cangkuang, menemukan belatung dalam buah manggis dari paket MBG yang diterima anaknya. Menu tersebut dianggap tidak layak konsumsi.

25 Februari 2026

Wati menjelaskan bahwa temuan belatung terjadi saat MBG dirapel pada hari ketiga puasa Ramadan. Ia menyebut beberapa makanan sudah asam dan tidak layak makan.

5 Maret 2026

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menanggapi keluhan soal menu MBG di Bandung Raya dalam acara peluncuran buku di ITB. Ia menyatakan komisi terkait akan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap program selama Ramadan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Sejumlah orang tua murid di Bandung Raya memprotes kualitas menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan karena ditemukan makanan tidak layak konsumsi, termasuk buah berbelatung dan bahan yang sudah asam.
  • Who?
    Orang tua murid di berbagai sekolah wilayah Bandung Raya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, pihak sekolah seperti MI Al-Halim, serta penyedia program MBG dari SPPG.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di wilayah Bandung Raya, Jawa Barat, termasuk Kecamatan Cangkuang dan Kota Bandung; tanggapan disampaikan di Kampus ITB, Kota Bandung.
  • When?
    Keluhan muncul sejak akhir Februari hingga awal Maret 2026, dengan respons resmi disampaikan pada Kamis, 5 Maret 2026.
  • Why?
    Menu MBG dinilai tidak memenuhi standar gizi dan kebersihan karena ditemukan makanan busuk atau berbelatung serta porsi yang dianggap tidak layak untuk anak sekolah.
  • How?
    Orang tua melaporkan temuan makanan rusak kepada pihak sekolah dan instansi terkait; DPR melalui komisi teknis menyatakan akan melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Tidak sedikit orangtua murid di wilayah Bandung Raya, Jawa Barat mengeluhkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini dikarenakan menu yang diberikan banyak yang tidak layak, bahkan beberapa di antaranya ditemukan belatung.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad turut memberikan respons atas kondisi MBG di wilayah Bandung Raya tersebut. Dia mengatakan, beberapa daerah lain juga ada keluhan soal menu Ramadan ini, sehingga hal itu nantinya akan menjadi masukan komisi terkait.

"Kalau nanya MBG saya kan di legislatif. Tapi masukan ini juga kemudian sudah disampaikan oleh Komisi Teknis kepada pihak MBG untuk mengadakan perbaikan dan evaluasi-evaluasi," ujar Dasco saat ditemui dalam acara peluncuran buku Prabowonomics, Demokrasi, dan Tantangan ke Depan di Kampus ITB, Kota Bandung, Kamis (5/3/2026).

1. Dihitung berapa persentase keluhan dan yang memberikan manfaat

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dasco memastikan, komisi terkait di DPR terus melakukan pengawasan bagiamana program MBG ini berjalan selama Ramadan. Meski begitu, kata dia, banyak juga dapur MBG yang memberikan dampak selama bulan suci ini.

"Kami juga hitung berapa persentase dari keluhan dan berapa persentase, kan ini juga kita lakukan pengawasan-pengawasan dari sekian banyak dapur yang memberikan manfaat kepada pengguna begitu," jelasnya.

Sebelumnya, Menu progam MBG untuk bulan Ramadan di Kabupaten Bandung ditemukan mengandung belatung. Hal ini dialami orangtua murid di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Halim, Kecamatan Cangkuang.

Wati orangtua murid kelas tiga di sekolah tersebut turut menceritakan awal ditemukannya belatung dalam menu MBG yang hendak dikonsumsi anaknya itu, tepatnya pada Selasa (24/2/2026).

"Saya tahunya kemarin banget, jadi ini MBG dirapel dari sepekan kemarin. Anak saya kan libur tuh sebelum puasa," ujar Wati saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).

Saat itu, anaknya mendapatkan MBG berupa buah manggis, susu kotak kecil, roti abon sapi, dan singkong rebus dengan vla. Namun, hanya beberapa makanan yang disantap sang anak karena menurutnya kondisi sudah tidak layak.

"Seminggu awal mau puasa tidak ada MBG, jadi pas hari ke tiga puasa Ramadan di rapel. Dapat susu tiga, roti abon satu manggis tiga biji, sama singkong Thailand dan vla itu pun sudah asam. Kurang layak makan," kata dia.

2. MBG Ramadan di Bandung berbelatung

(IDN Times/Dok. Istimewa)

Mulanya, Wati membuka beberapa buah manggis yang diberikan SPPG kepada anaknya. Saat dibuka, baru lah diketahui ternyata mengandung belatung dan kondisinya sudah busuk.

"Saya kaget ada belatung dan sudah busuk, anak saya enggak makan, cuma roti sama susu yang dikonsumsi, lainnya tidak dimakan," ucapnya.

Selain dirinya, Wati mengatakan, beberapa orangtua lainnya turut merasakan hal yang sama di mana terdapat menu MBG pada sebelumnya ditemukan masih mentah yaitu pisang.

Sementara, Kepala MI Al-Halim Sarnapi memastikan akan menyampaikan keluhan orangtua murid itu pada pihak SPPG di wilayah Pananjung itu. Dia mengatakan, program MBG selama ini memang berjalan normal tidak ada insiden keracunan dan lainnya.

Meski begitu, MI Al-Halim sebelumnya mendapatkan program MBG dari SPPG di Jatisari. Namun pada 2026 ini dipindahkan berdasarkan keputusan pihak kecamatan dan instansi terkait lainnya.

"Istilahnya masukan atau apalah ya bukan sekedar teguran-teguran, atau masukan bahwa ada komplain dari orangtua bahwa ada (masalah) ini ya pasti," ucapnya.

3. Orangtua protes menu MBG Ramadan di Bandung

(IDN Times/Dok. Istimewa)

Sebelumnya, Rahmat, orangtua siswa SD negeri di Kota Bandung juga protes setelah anaknya sempat mendapatkan satu jeruk dan dua bolu kukus. Pemberian MBG di sekolah tersebut dilakukan setiap hari.

"Masa hanya ini saja untuk MBG. Sehatnya dari mana coba?" kata dia kepada IDN Times, Selasa (23/2/2025).

Sementara itu, anak Rahmat lainnya yang berada di tingkat SMA mendapatkan roti coklat dalam satu boks yang disebut untuk jatah seminggu MBG. Menurutnya, roti berisi cokelat ini jelas jauh dari kata memenuhi gizi untuk anak sekolah.

Fatimah, orangtua siswa SMAN lainnya, menuturkan bahwa menu MBG yang diberikan jauh dari kata layak. Sang anak pernah mendapatkan satu paket abon yang justru lebih mirip serudeng.

"Mirip abon tapi campuran apa entah, jadi kaya serundeng. Anak gak doyan. Kalau abon mau dia," ungkap Fatimah.

Sementara itu Muhammad Ginanjar, orangtua siswa di SDN menyebut anaknya mendapatkan makanan alakadarnya di mana ada setengah porsi kentang kukus dan satu buah manggis, kemudian ada sedikit abon dan kacang-kacangan.

Sedangkan anak Ginjar di sekolah berbeda mendapatkan dua buah susu, dua buah jeruk, satu pisang kecil, telur asin, satu roti, dan ada masing-masing tiga ayam serta tempe yang tinggal dimasak.

"Ini saya di rumah jadi disuruh masak sama MBG-nya, apa bagaimana?" ungkap Ginanjar.

Editorial Team