Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ratusan Aparat Polisi Disiagakan Jaga Pelaksanaan Asia Afrika Festival
Asia Afrika Festival (AAF) kembali digelar di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (29/7/2023) (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Sebanyak 264 personel Polrestabes Bandung disiagakan untuk mengamankan Asia Afrika Festival 2026 agar kegiatan berjalan aman dan tertib selama dua hari pelaksanaan.
  • Rekayasa lalu lintas diberlakukan di kawasan Jalan Asia Afrika dengan pengalihan arus, penutupan beberapa simpang, serta penerapan contra flow guna mengurai kepadatan kendaraan.
  • Pemkot Bandung menyiapkan kantong parkir resmi dan menindak parkir liar, sementara konsep festival dibuat lebih sederhana demi efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas acara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Polrestabes Bandung menyiapkan 264 personel untuk mengamankan pelaksanaan Asia Afrika Festival 2026 yang berlangsung di Kota Bandung pada Sabtu-Minggu, 11-12 Juli 2026. Ratusan petugas itu disiagakan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Asep Saepudin mengatakan, sebanyak 186 personel diterjunkan pada hari pertama pelaksanaan festival, Sabtu (11/7/20206). Sementara pada Minggu (12/7/20206) sebanyak 78 personel kembali disiagakan.

"Jumlah personel pengamanan pada Sabtu sebanyak 186 personel dan Minggu sebanyak 78 personel," kata Asep, Jumat (10/7/2026).

Selain menempatkan personel di lokasi kegiatan, kepolisian juga menyiapkan pola pengamanan terbuka dan tertutup. Hal ini untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Patroli mobile pada lokasi atau daerah lokasi rawan sekitar objek pengamanan. Pengawalan terhadap pergerakan massa aksi dari titik kumpul ke Objek Pengamanan dan rekayasa lalu lintas oleh satuan Lalu Lintas," ujarnya.

1. Bakal ada rekayasa lalin

Suasana malam tahun baru 2023 di Jalan Asia Afrika (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sementara itu, terkait rekayasa lalu lintas, KBO Satlantas Polrestabes Bandung AKP Deden Juandi mengatakan rekayasa lalu lintas akan diberlakukan di sejumlah titik kawasan Jalan Asia Afrika dan sekitarnya. Pengalihan arus dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Ia menyebut arus lalu lintas dari arah utara maupun timur akan dialihkan ke arah selatan melalui Jalan Lengkong Besar, Jalan Dalem Kaum, Jalan Pungkur, serta sejumlah ruas jalan lainnya.

Selain itu, kendaraan dari arah utara maupun timur juga tidak dapat memasuki Jalan Naripan melalui Simpang Tamblong-Naripan. Sebab, akses dari Simpang Braga-Naripan telah ditutup karena terdapat tenda kegiatan yang berdiri di kawasan Braga Pendek.

"Di simpang Tamblong-Naripan, untuk arus lalin dari arah utara dan Timur tidak ada yangg masuk ke jalan Naripan. Karena di Simpang Braga-Naripan sudah ditutup dan sudah berdiri tenda-tenda di Jalan Braga Pendek," ujarnya.

Untuk mengurai kepadatan kendaraan yang dialihkan ke arah selatan, Satlantas Polrestabes Bandung juga memberlakukan rekayasa contra flow di Jalan Dalem Kaum. Arus kendaraan di ruas jalan tersebut dibalik dari arah timur menuju barat.

"Jalan Dalem Kaum dibalik arah atau contra flow dari arah timur ke arah barat untuk mengurangi kepadatan kendaraan yang dibuang ke arah selatan," ucapnya.

2. Siapkan sejumlah kantong parkir

Jalan Asia Afrika Bandung (unsplash.com/ Neermana Studio)

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Festival Asia Afrika 2026, termasuk penyediaan kantong parkir, rekayasa lalu lintas, hingga penertiban parkir liar.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kantong parkir akan disiapkan di sejumlah titik mulai dari kawasan Jalan Naripan hingga Cikapundung untuk mengakomodasi kendaraan pengunjung. Sedangkan rekayasa lalu lintas masih difinalisasi oleh Dinas Perhubungan bersama Polrestabes Bandung melalui analisis dampak lalu lintas.

"Analisis dampak lalu lintas masih dilakukan oleh Dishub bersama Polrestabes agar pelaksanaan festival berjalan lancar," katanya.

Farhan juga menuturkan, tidak akan memberi toleransi terhadap praktik parkir liar maupun pungutan parkir ilegal selama festival berlangsung. "Kalau menemukan parkir liar, akan langsung kami tindak. Tidak boleh ada parkir liar dan tidak boleh ada getok parkir," tegasnya.

3. Kegiatan tahun ini dibuat sederhana

Petugas Dinas Perhubungan menutup Jalan Asia Afrika di Bandung. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Ia menambahkan seluruh kebutuhan penyelenggaraan Festival Asia Afrika telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.

Namun pelaksanaan festival tetap disesuaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran sehingga konsep kegiatan dibuat lebih sederhana tanpa mengurangi kualitas acara.

"Anggarannya sudah disiapkan sesuai kebutuhan. Memang acaranya lebih sederhana karena efisiensi, tetapi tetap berkualitas," ujar Farhan.

Editorial Team

Related Article