Potensi Ekonomi Kawasan Rebana Harus Diimbangi Kualitas SDM Lokal

- Kawasan ekonomi baru Rebana di Ciayumajakuning diproyeksikan jadi motor penggerak kesejahteraan rakyat, namun peningkatan kualitas SDM lokal dinilai krusial agar masyarakat tak hanya jadi penonton.
- IPM wilayah sekitar Rebana masih rendah dibanding kota besar seperti Bandung, sehingga peningkatan pendidikan, literasi keuangan, dan keterampilan pemuda menjadi fokus utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
- Pemerintah Jawa Barat menegaskan komitmen percepatan pembangunan Kawasan Rebana sebagai pusat industri dan logistik global dengan dukungan infrastruktur strategis seperti tol Cisumdawu, Cipali, Patimban, pelabuhan, dan bandara.
Bandung, IDN Times - Kawasan ekonomi baru Rebana yang berada Ciayumajakuning, Jawa Barat, diprediksi bisa menjadi motor penggerak dalam kesejahteraan rakyat. Dengan adanya kawasan industri baru di daerah tersebut maka jumlah pengangguran diharap bisa menurun yang kemudian berdampak pada peningkatan perekonomian.
Meski demikian, hal yang harus dipersiapkan dari sekarang adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). Peningkatan mutu masyarakat khususnya anak muda di kawasan tersebut penting agar mereka bisa mendapatkan peluang pekerjaan dengan gaji sesuai, tidak sekedar menjadi penonton.
"Memang ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bahwa kita berharap SDM lokal, pemuda lokal di sana menjadi penggerak ekonomi daerah," ungkap Kepala Otoroitas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat, Darwisman, dalam diskusi di Bandung, Rabu (1/4/2026).
1. IPM di kawasan ini masih rendah

Dari data Badan Pusat Statistik daerah Majalengka, Indramayu, atau Cirebon bahkan tidak masuk 10 besar dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Barat (Jabar). Padalah IPM merupakan ukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan, dan standar hidup yang dapat menentukan kesuksesan dan kemakmuran suatu bangsa di masa depan.
Dari data yang dihimpun dari Jabar Stats (@jabarstats), IPM Kota Bandung menyentuh angka 84,66. Capaian tersebut menempatkan Kota Kembang di peringkat pertama dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, sekaligus melampaui rata-rata IPM provinsi yang berada di angka 75,90.
"Orang hebat kualitas pemuda yang hebat di daerah ini bisa menjadi motor penggerak dan kuncinya itu ada di SDM-nya," kata Darwisman.
Berikut adalah daftar 10 daerah dengan IPM tertinggi di Jawa Barat tahun 2025:
1. Kota Bandung: 84,66
2. Kota Bekasi: 84,43
3. Kota Depok: 84,43
4. Kota Cimahi: 80,85
5. Kota Bogor: 79,75
6. Kota Cirebon: 78,99
7. Kota Sukabumi: 78,23
8. Kabupaten Bekasi: 77,80
9. Kota Tasikmalaya: 76,59
10. Kabupaten Bandung: 75,58
2. Bisa sukses dari kampung halaman

Di sisi lain, Darwisman juga menyoroti para pemuda yang selama ini bekerja di luar kota untuk kemudian pulang ke kampung halaman dan membangun perekonomian. Mereka bisa mendirikan usaha atau menjadi pekerja yang andal di industri sekitar.
Bahkan, ada juga para pengusaha yang memiliki pendidikan tidak terlalu tinggi kemudian bisa sukses ketika mereka giat dalam melakukan bisnis. Artinya, kemungkinan untuk meningkatkan perekonomian daerah bisa dilakukan dengan banyak cara asalkan SDM-nya memang memiliki kualitas dan ketahanan dan menjalankan pekerjaan atau wirausaha.
"Dan yang juga penting adalah literasi keuangan dalam mendorong kawasan Rebana. Kalalu semua akses pendukung infrastruktur sudah baik tinggal bagaimana menggagas masyarakat di sana melek literasi keuangan," papar Darwisman.
3. Rebana akan jadi market investor global

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Badan Pengelola Kawasan Rebana (BP Rebana) mempertegas komitmen mempercepat pembangunan Kawasan Rebana. Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan sejumlah naskah kerja sama dan deklarasi bersama di Gedung Sate, Kamis (26/2/2026).
Langkah ini menjadi sinyal kuat bagi investor bahwa pengembangan Kawasan Rebana digarap secara terkoordinasi, didukung penuh secara politik, serta diperkuat tata kelola lintas sektor. Kawasan ini diproyeksikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru Jawa Barat berbasis industri, logistik, dan konektivitas regional hingga global.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan kawasan rebana memiliki keunggulan strategis dari sisi lokasi dan infrastruktur. wilayah ini terintegrasi dengan tol cisumdawu, tol cipali, rencana tol patimban, serta pelabuhan patimban dan bandara internasional di kawasan tersebut.
“Rebana itu kawasan yang paling strategis, terintegrasi dengan tol cisumdawu, tol cipali, nanti ada tol patimban. ada pelabuhan patimban dan juga bandara. mudah-mudahan banyak yang bangun industri. saya melihat sudah mulai banyak dengan pendekatan yang dilakukan saat ini,” ujar dedi.
Menurutnya, konektivitas ini menjadi prasyarat utama untuk mendorong pengembangan industri dan logistik berskala besar di jawa barat bagian utara dan timur.


















