Polisi Keliling Mall Imbau Warga Waspada Copet Saat Berbelanja

- Polrestabes Bandung meningkatkan patroli di pusat perbelanjaan menjelang Lebaran untuk mencegah pencopetan dan mengimbau pengunjung agar waspada menjaga barang bawaan serta anak-anak.
- Sekitar 25 personel dikerahkan dan berkoordinasi dengan manajemen mall guna mengatur arus pengunjung, sementara data menunjukkan sekitar 16.000 kendaraan masuk setiap hari tanpa laporan kriminal.
- Lonjakan pengunjung menyebabkan kemacetan di sekitar area belanja, sehingga polisi melakukan rekayasa lalu lintas dan menempatkan personel di titik rawan demi kelancaran serta keamanan masyarakat.
Bandung, IDN Times - Kepolisian dari Polrestabes Bandung mengintensifkan patroli dialogis di kawasan pusat perbelanjaan salah satunya di Yogya Kepatihan Wetan dan Kings Shopping Center, menjelang Lebaran. Kegiatan dilakukan untuk mengantisipasi tindak kriminal seperti pencopetan.
Kapolsek Regol Kompol Heri Suryadi mengatakan, patroli tersebut dilaksanakan oleh personel gabungan dari Pos Pengamanan (Pospam) Yogya Kepatihan. Dalam kegiatan itu, sejumlah polisi wanita dari Polrestabes Bandung dilibatkan.
Heri mengimbau pengunjung agar lebih berhati-hati menjaga barang bawaan, terutama telepon seluler. Ia menilai kawasan pusat perbelanjaan berpotensi menjadi lokasi rawan pencopetan saat jumlah pengunjung meningkat.
“Bagi ibu-ibu yang membawa anak kecil jangan sampai asyik berbelanja sehingga lupa membawa anaknya. Kemarin sempat terjadi kejadian seperti itu, sehingga kami mengimbau agar bersama-sama menjaga,” kata dia, Senin (16/3/2026).
1. Minta manajemen mall agar tak ada penumpukan orang

Dalam patroli tersebut, kata Heri, pihaknya mengerahkan sekitar 25 personel. Para personel itu dibagi menjadi dua tim agar kegiatan pengamanan dan penyampaian imbauan kamtibmas berjalan lebih efektif.
Kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak manajemen pusat perbelanjaan untuk mengatur arus pengunjung agar tidak menumpuk di satu titik. Langkah ini diharapkan dapat mencegah potensi gangguan keamanan, termasuk pencopetan.
"Kami selalu berkomunikasi dengan manajemen agar pengunjung bisa dialirkan dan tidak tertumpuk pada satu tempat. Dengan begitu bisa menghindari aksi-aksi kriminal seperti pencopetan," ucap dia.
Heri menuturkan, peningkatan jumlah pengunjung sudah terlihat sejak sebelum pos pengamanan didirikan. Bahkan, banyak pengunjung yang datang dari luar kota untuk berbelanja kebutuhan menjelang Lebaran.
2. Ribuan kendaraan padati kawasan perkotaan

Berdasarkan data kendaraan yang masuk ke area parkir pusat perbelanjaan tersebut, jumlah kendaraan tercatat mencapai sekitar 16.000 unit dalam satu hari. Angka itu diperkirakan setara dengan puluhan ribu pengunjung.
"Bisa dibayangkan, dari sekitar 16.000 kendaraan itu tentu membawa penumpang yang cukup banyak. Hari ini sedikit berkurang, tetapi kemungkinan setelah waktu ashar pengunjung akan bertambah kembali," kata Heri.
Meski terjadi lonjakan pengunjung, Heri memastikan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan tindak kriminal di dalam pusat perbelanjaan.
"Alhamdulillah sampai saat ini kami dari Pos Pam tidak menerima laporan adanya kejadian seperti pencopetan atau kehilangan barang di dalam," ujarnya.
3. Urai kemacetan dengan rekayasa lalin

Kendati begitu, dampak yang paling terasa dari meningkatnya aktivitas belanja tersebut adalah kemacetan di sekitar kawasan pusat perbelanjaan. Untuk mengatasinya, polisi menempatkan personel di sejumlah titik rawan macet serta melakukan rekayasa lalu lintas.
"Upaya kami adalah menggelar personel di titik-titik kemacetan termasuk melakukan rekayasa lalu lintas agar roda kendaraan tetap berputar, sehingga pengunjung menjadi aman dan nyaman dalam berbelanja," kata Heri.
Menurutnya, lonjakan pengunjung paling terasa pada akhir pekan. Pada Jumat, Sabtu, dan Minggu lalu, jumlah pengunjung meningkat. Ia menambahkan, Pos Pam Yogya Kepatihan juga siap menerima laporan masyarakat yang mengalami gangguan keamanan selama berada di kawasan tersebut.
"Jika ada gangguan kamtibmas, kami melayani laporan kehilangan di pos pam. Apabila terjadi tindak pidana, akan kami bawa ke Polsek untuk ditindaklanjuti dengan pembuatan laporan polisi," ujarnya.


















