Polisi Harus Tangkap Pelaku Pengeroyokan Maut Siswa SMAN 5 Bandung

- Tedy Rusmawan mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus pengeroyokan siswa SMAN 5 Bandung oleh siswa SMAN 2 Bandung dan segera mengumumkan hasil autopsi untuk mencegah spekulasi publik.
- Peristiwa kekerasan di bulan Ramadan ini menjadi keprihatinan bersama, mendorong usulan program pesantren kilat guna memperkuat moral serta peran orang tua dalam mengawasi anak di luar jam malam.
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pelaku harus diproses hukum, meminta pengetatan jam malam bagi pelajar, serta meningkatkan patroli pasca-Lebaran demi mencegah kejadian serupa.
Bandung, IDN Times - Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, Tedy Rusmawan turut menyoroti meninggalnya siswa SMAN 5 Bandung yang diduga dikeroyok siswa SMAN 2 Bandung, belum lama ini. Legislator meminta agar pihak kepolisian mengungkap dan menangkap tersangka.
Tedy mengatakan, proses penyelidikan harus difokuskan agar fakta peristiwa dapat segera terungkap secara jelas kepada masyarakat. Dia meminta aparat penegak hukum harus memberikan kejelasan terhadap publik.
"Intinya kita ingin mendorong agar penyelidikan ini benar-benar difokuskan, sehingga bisa memberikan kepastian kepada publik," ujar Tedy, Senin (16/3/2026).
1. DPRD Jabar ikut prihatin

Peristiwa ini, dikatakan Tedy harus menjadi perhatian serius karena kekerasan yang melibatkan pelajar hingga menimbulkan korban jiwa sudah cukup lama tidak terjadi di Kota Bandung.
Di sisi lain, peristiwa ini berlangsung di bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momentum bagi pelajar untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan pembinaan karakter.
"Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Apalagi yang terlibat adalah pelajar dan kejadiannya di bulan Ramadan," katanya.
Tedy juga menilai hasil autopsi terhadap korban perlu segera diumumkan kepada publik untuk menghindari berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
"Memang harus segera diumumkan hasilnya, supaya jelas dan tidak menimbulkan berbagai kecurigaan di masyarakat," katanya.
2. Kegiatan pengeroyokan juga menjadi sorotan

Dengan peristiwa ini, Tedy mengusulkan agar sebagian waktu kegiatan sekolah, dimanfaatkan untuk program pesantren kilat guna memperkuat nilai moral dan akhlak siswa.
Menurut dia, program pembinaan di Barak Militer yang selama ini dijalankan Pemprov Jabar masih memiliki keterbatasan baik dari sisi anggaran maupun jangkauan, sehingga tidak semua siswa dapat tersentuh secara optimal.
Tapi, kata dia, dengan adanya pesantren kilat, diharapkan siswa mendapatkan penguatan nilai moral dan karakter selama menjalani pendidikan. Dia juga meminta agar orang tua memperhatikan kegiatan anak-anak di bulan Ramadan ini.
"Kalau kejadian seperti ini terjadi sekitar pukul 23.00, berarti itu sudah di luar jam yang seharusnya. Jadi peran orang tua juga sangat penting," kata Tedy.
3. Dedi Mulyadi minta pelaku segera ditangkap

Sementara, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta aparat kepolisian memproses secara hukum pelaku pengeroyokan yang menewaskan siswa SMAN 5 Bandung, Muhammad Fahdly Arjasubrata. Kasus tersebut dikatakan dia harus diusut tuntas agar memberikan keadilan bagi keluarga korban sekaligus menjadi peringatan bagi pelajar lainnya.
Dedi mengaku terus memantau perkembangan kasus tersebut sejak peristiwa itu terjadi usai korban pulang dari kegiatan buka puasa bersama, pada Jumat 13 Maret 2026.
"Saya menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya adinda Fahdly yang meninggal setelah buka puasa bersama. Pelaku harus diproses secara hukum," ujar Dedi, Senin (16/3/2026).
Selain penegakan hukum, Dedi juga mengingatkan para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anaknya agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Menurutnya, para orang tua juga telah menandatangani surat pernyataan terkait sejumlah aturan bagi anak, termasuk larangan menggunakan kendaraan bermotor serta kewajiban berada di rumah sebelum pukul 21.00 WIB.
"Imbauan kepada seluruh orang tua, kan sudah menandatangani pernyataan anaknya tidak akan menggunakan kendaraan bermotor dan jam malam pukul 21.00 harus sudah di rumah. Mohon itu ditaati agar peristiwa ini tidak terus terjadi," katanya.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan memperketat penerapan jam malam bagi pelajar dengan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota.
"Nanti setelah Lebaran kita tegaskan lagi. Yang paling utama seluruh rangkaian itu ada di tugas bupati dan wali kota, sehingga mereka harus melakukan pengetatan dan patroli harus terus berjalan," katanya.


















