Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pengamat: Bima Arya Lebih Pas Jadi Calon Wakil Gubernur

Pengamat: Bima Arya Lebih Pas Jadi Calon Wakil Gubernur
Mantan Wali Kota Bogor, Bima Arya. (Tangkapan layar YouTube IDN Times)
Share Article

Bandung, IDN Times - Pengamat politik Universitas Padjajaran (Unpad) Firman Manan mengatakan, mantan Wali Kota Bogor dua periode, Bima Arya Sugiharto tak bisa maju Pilgub Jawa Barat tanpa ada partai koalisi.

Menurutnya, Bima Arya yang merupakan kader dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu perlu banyak dukungan dari partai politik lain di DPRD Jawa Barat. Sebab PAN hanya memiliki tujuh kursi sedangkan aturan harus memenuhi 20 persen ambang batas parlemen.

"Dengan tujuh kursi itu kalau bergabung dengan partai yang signifikan seperti Gerindra, Golkar, PKS atau PDIP kan sudah cukup memenuhi kuota 20 persen," ujar Firman, Kamis (16/5/2024).

1. Partai PAN hanya jadi penengah

Mantan Wali Kota Bogor, Bima Arya. (IDN Times/Kevin Handoko)
Mantan Wali Kota Bogor, Bima Arya. (IDN Times/Kevin Handoko)

Meski begitu, peluang Bima Arya maju ke Pilgub Jawa Barat sangat besar. Hanya saja, ambang batas kursi di DPRD Jawa Barat, partainya masih belum bisa memenuhi. Firman mengatakan, Bima Arya nantinya bisa dipasang sebagai calon wakil gubernur.

"Kalau sebagai gubernur memang berat ya kalau melihat posisi PAN yang hanya jadi partai penengah, peluangnya lebih terbuka kalau jadi calon wakil gubernur," katanya.

2. Bima Arya harus mulai bangun komunikasi politik

Mantan Wali Kota Bogor ke-16 Bima Arya Sugiarto (Dok. kotabogor.go.id)
Mantan Wali Kota Bogor ke-16 Bima Arya Sugiarto (Dok. kotabogor.go.id)

Bima Arya menurut Firman harus sudah mulai melakukan komunikasi politik dengan beberapa partai lain yang bisa mendorongnya di Pilgub Jabar. Beberapa partai ini seperti Gerindra yang memliki 20 kursi, Golkar dan PKS 19 kursi, PDIP yang 17 kursi.

"Itu kelihatannya kalau secara hitungan penguasaan kursi itu, (Gerindra, Golkar, PKS, PDIP) lebih punya kans untuk mengusung calon gubernur," katanya.

3. Bima Arya menjadi calon gubernur akan mengalami kesulitan

Wali Kota Bogor Bima Arya menerima penghargaan Kota Peduli HAM dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia, Senin (12/11/2022). (Dok. kotabogor.go.id)
Wali Kota Bogor Bima Arya menerima penghargaan Kota Peduli HAM dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia, Senin (12/11/2022). (Dok. kotabogor.go.id)

Meski begitu, Firman mengungkapkan masih ada kemungkinan Bima Arya maju menjadi calon gubernur jika partai politik yang mengusung menjalin kesepakatan. Hanya kemungkinannya kecil.

"Kecuali ya, bisa saja kan biasa terjadi partai akhirnya tidak sepakat dan Bima Arya muncul sebagai alternatif, jadi bisa saja (jadi calon gubernur). Tapi potensinya lebih besar sebagai calon wakil gubernur," kata dia.

Untuk diketahui, Bima Arya sudah mendeklarasikan diri untuk maju Pilgub Jawa Barat 2024. Dia mendeklarasikan di Monumen Pahlawan COVID-19 di Kota Bandung bersama dengan relawan tanpa ada dari unsur partai politik PAN yang kini menaunginya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Azzis Zulkhairil
EditorAzzis Zulkhairil

Latest News Jawa Barat

See More

Heboh Penemuan Mayat Bayi di Gedebage, Polisi Buru Pelaku

29 Mei 2026, 00:33 WIBNews