Setelah 14,9 Hektare Terbakar, Gunung Ciremai Dijaga Lebih Ketat

- Kebakaran 21 Juli 2026 di Blok Cirendang, Kuningan, menghanguskan sekitar 14,9 hektare kawasan TNGC dan berhasil dikendalikan pada hari yang sama meski medan sulit.
- Pemkab Kuningan memperketat pengawasan Gunung Ciremai pada musim kemarau karena kawasan konservasi ini menopang keseimbangan lingkungan serta cadangan air bagi wilayah Ciayumajakuning.
- Pencegahan diprioritaskan melalui patroli kawasan rawan, edukasi masyarakat, dan pelaporan cepat titik api, dengan kolaborasi pemerintah, lembaga terkait, aparat, relawan, serta warga sekitar hutan.
Kuningan, IDN Times - Pengawasan di kawasan Gunung Ciremai diperketat menyusul kebakaran hutan dan lahan yang menghanguskan sekitar 14,9 hektare area Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat pada Juli 2026.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan kawasan Gunung Ciremai memiliki posisi strategis sebagai wilayah konservasi yang menopang keseimbangan lingkungan sekaligus menjadi sumber cadangan air bagi masyarakat di kawasan Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning).
Karena itu, perlindungan kawasan hutan harus menjadi prioritas bersama, terutama pada musim kemarau yang identik dengan meningkatnya risiko kebakaran.
“Karhutla yang sering terjadi setiap tahun jangan dianggap sebagai hal biasa. Justru kondisi ini harus menjadi pengingat agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan sebelum kebakaran meluas,” kata Dian, Kamis (6/8/2026).
1. Kebakaran terjadi di Lereng Ciremai

Kebakaran sebelumnya terjadi di Blok Cirendang, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, pada 21 Juli 2026. Kobaran api melanda kawasan hutan konservasi dan membakar vegetasi di area seluas sekitar 14,9 hektare.
Petugas gabungan bersama masyarakat berhasil mengendalikan api pada hari yang sama. Namun, proses pemadaman tidak berlangsung mudah karena lokasi kebakaran berada di medan berbukit dengan akses yang cukup sulit dijangkau kendaraan maupun peralatan pemadam.
Insiden tersebut kembali menunjukkan tingginya kerentanan kawasan Gunung Ciremai terhadap kebakaran selama musim kemarau. Selain kondisi vegetasi yang mengering, luas kawasan hutan juga menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan maupun penanganan ketika muncul titik api.
2. Pencegahan jadi prioritas

Menurut Dian, keberhasilan menjaga kawasan konservasi tidak hanya diukur dari cepatnya proses pemadaman, tetapi juga dari kemampuan mencegah kebakaran sejak awal. Langkah mitigasi dinilai jauh lebih efektif dibandingkan mengerahkan sumber daya besar setelah api membesar.
Ia menegaskan hutan memiliki fungsi yang jauh melampaui nilai ekologis semata. Kawasan tersebut berperan sebagai penyimpan air, habitat flora dan fauna, sekaligus penyangga keseimbangan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Hutan bukan sekadar hamparan pepohonan. Hutan adalah sumber kehidupan yang harus kita jaga bersama. Hutan yang kita selamatkan hari ini adalah napas yang akan memperpanjang kehidupan anak cucu kita di masa depan,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga mendorong peningkatan patroli di kawasan rawan, memperluas edukasi kepada masyarakat, serta mempercepat pelaporan apabila ditemukan indikasi munculnya titik api.
3. Kolaborasi lintas lembaga

Pemkab Kuningan menilai upaya pencegahan kebakaran hutan tidak dapat dibebankan kepada satu institusi. Pengamanan kawasan konservasi membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Perhutani, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat sekitar hutan.
Dian mengatakan koordinasi lintas lembaga menjadi kunci agar setiap potensi kebakaran dapat direspons lebih cepat. Kolaborasi tersebut juga diperlukan untuk memperkuat pengawasan di titik-titik yang selama ini kerap mengalami kebakaran saat musim kemarau.
“Kebakaran hutan bukan tugas satu institusi. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Yang paling utama adalah kolaborasi, koordinasi, dan kebersamaan,” katanya.







.jpg)













