Demi Konten, Pendaki Nekat Terobos Zona Terlarang Gunung Ciremai

- Balai TNGC menegaskan kawah Gunung Ciremai tetap tertutup karena termasuk zona inti; video pendaki turun ke dasar kawah dinilai melanggar aturan dan berisiko ditiru.
- Area kawah berbahaya akibat lereng terjal, batuan labil, potensi longsor, guguran batu, serta gas beracun; jalur evakuasi dan akses penyelamatan juga tidak memadai.
- Pengelola meminta pendaki tidak mengejar konten viral, mematuhi SOP, memakai jalur resmi, dan tidak memasuki zona inti demi keselamatan serta kelestarian ekosistem.
Kuningan, IDN Times - Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) menegaskan kawasan kawah Gunung Ciremai tetap tertutup bagi seluruh pendaki dan pengunjung setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah orang turun hingga ke dasar kawah.
Pengelola menilai aksi tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan pelaku, tetapi juga berpotensi memicu pelanggaran serupa yang mengancam kelestarian kawasan konservasi. Kepala Balai TNGC Toni Anwar mengatakan area kawah merupakan bagian dari zona inti taman nasional yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas wisata maupun pendakian.
Karena itu, setiap orang yang memasuki kawasan tersebut tanpa kewenangan dan izin dinilai melanggar ketentuan pengelolaan kawasan konservasi.
“Kami menyampaikan keprihatinan terkait masih adanya aktivitas pendakian yang masuk ke area kawah Gunung Ciremai,” kata Toni dikutip pada Rabu (29/7/2026).
Menurut dia, viralnya video tersebut dikhawatirkan membentuk persepsi keliru bahwa turun ke kawah merupakan aktivitas yang lazim atau diperbolehkan. Padahal, jalur resmi pendakian Gunung Ciremai hanya berakhir di titik yang telah ditetapkan pengelola dan tidak mencakup kawasan kawah.
1. Kawah menyimpan risiko tinggi

Toni menjelaskan larangan memasuki kawasan kawah didasarkan pada pertimbangan keselamatan. Medan di sekitar kawah memiliki lereng terjal, batuan yang labil, serta potensi longsor dan guguran batu yang dapat membahayakan siapa pun yang berada di dalamnya.
Selain kondisi topografi, kawasan tersebut juga berpotensi mengandung gas beracun yang dapat muncul akibat aktivitas vulkanik. Risiko itu diperparah dengan tidak tersedianya jalur evakuasi maupun akses penyelamatan yang memadai apabila terjadi kecelakaan.
“Perlu kami tegaskan area kawah Gunung Ciremai merupakan zona inti yang dilarang untuk dimasuki oleh pengunjung maupun pendaki,” ujarnya.
Ia menambahkan proses evakuasi di kawasan kawah jauh lebih sulit dibandingkan di jalur pendakian resmi. Karena itu, tindakan turun ke area tersebut dinilai berisiko tinggi, baik bagi pendaki maupun tim penyelamat yang harus melakukan operasi penyelamatan jika terjadi insiden.
2. Zona inti untuk konservasi

Balai TNGC menegaskan kawasan kawah memiliki fungsi utama sebagai zona inti konservasi. Aktivitas di area tersebut hanya dapat dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi dan memperoleh izin khusus untuk kepentingan tertentu, seperti penelitian ilmiah atau pemantauan kondisi kawasan.
Menurut Toni, keberadaan manusia di luar kepentingan tersebut berpotensi mengganggu ekosistem yang dilindungi.
Sebagai kawasan taman nasional, Gunung Ciremai memiliki fungsi menjaga keanekaragaman hayati sekaligus mempertahankan proses ekologis yang berlangsung secara alami.
“Memasuki zona inti bukan hanya meningkatkan risiko kecelakaan, tetapi juga dapat mengganggu kelestarian kawasan konservasi yang harus kita jaga bersama,” katanya.
3. Imbauan tidak mengejar konten

Balai TNGC mengimbau masyarakat agar tidak menjadikan video viral sebagai rujukan dalam melakukan pendakian. Dokumentasi yang menampilkan seseorang berada di kawasan terlarang dinilai berpotensi mendorong pendaki lain meniru tindakan serupa demi memperoleh pengalaman atau konten di media sosial.
Pengelola meminta seluruh pendaki mematuhi standar operasional prosedur (SOP) pendakian, menggunakan jalur resmi yang telah ditetapkan, serta tidak keluar dari lintasan pendakian dalam kondisi apa pun.
“Menaati seluruh aturan dan SOP pendakian yang berlaku di Taman Nasional Gunung Ciremai, hanya melakukan aktivitas pendakian pada jalur resmi yang telah ditetapkan, serta tidak memasuki area kawah atau zona inti demi keselamatan bersama,” ujar Toni.
Ia berharap meningkatnya minat masyarakat mendaki Gunung Ciremai diikuti dengan meningkatnya kesadaran untuk menjaga keselamatan dan menghormati aturan konservasi. Menurutnya, kelestarian kawasan dan keamanan pendaki merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan agar Gunung Ciremai tetap menjadi kawasan alam yang aman sekaligus lestari bagi generasi mendatang.
“Mari bersama-sama menjaga Gunung Ciremai agar tetap aman dan lestari untuk kita semua,” kata Toni.



















