Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemprov Jabar Minta Warga Potong Kurban di RPH, Berikut Alasannya
ilustrasi hewan kurban (pexels.com/Mark Stebnicki)
  • Pemprov Jabar mengimbau warga memotong hewan kurban di RPH agar prosesnya lebih layak, higienis, dan memenuhi standar kesehatan hewan serta keamanan pangan.
  • RPH menyediakan pemeriksaan ketat sebelum dan sesudah penyembelihan untuk memastikan hewan bebas penyakit dan daging aman dikonsumsi masyarakat selama Idul Adha.
  • DKPP Jabar memproyeksikan peningkatan kebutuhan sapi 21 persen dan domba 19 persen pada Idul Adha 2026, dengan 70 persen pasokan hewan masih berasal dari luar provinsi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2017

Suprijanto menyebut kenaikan kebutuhan hewan kurban di Jawa Barat telah terjadi sejak tahun 2017.

tiga bulan lalu

Pasokan hewan kurban dari luar Jawa Barat sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu untuk memenuhi kebutuhan Idul Adha 2026.

4 Mei 2026

DKPP Jabar melalui Suprijanto mengimbau masyarakat agar memotong hewan kurban di RPH demi menjaga standar kesehatan dan keamanan pangan menjelang Idul Adha 2026.

Idul Adha 2026

Kebutuhan hewan kurban di Jawa Barat diproyeksikan meningkat, dengan sapi naik sekitar 21 persen, domba naik sekitar 19 persen, dan kambing turun sekitar lima persen.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk melakukan pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) guna menjamin kelayakan dan keamanan daging selama perayaan Iduladha 2026.
  • Who?
    Imbauan disampaikan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet, Suprijanto.
  • Where?
    Kebijakan ini berlaku di wilayah Provinsi Jawa Barat, dengan fokus distribusi hewan kurban terutama menuju Kota Bandung dan daerah sekitarnya.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Senin, 4 Mei 2026, menjelang pelaksanaan Iduladha tahun 2026 yang diperkirakan akan berlangsung dalam waktu dekat.
  • Why?
    Pemotongan di RPH dinilai lebih layak karena dilakukan dengan standar kesehatan ketat serta pemeriksaan sebelum dan sesudah penyembelihan untuk memastikan daging aman dikonsumsi masyarakat.
  • How?
    Masyarakat diminta membawa hewan kurban ke RPH terdekat agar diperiksa petugas berwenang. Pemeriksaan mencakup kondisi kesehatan hewan sebelum disembelih dan kelayakan daging setelah proses pemotongan selesai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemerintah di Jawa Barat bilang orang yang mau kurban sebaiknya potong hewan di tempat khusus namanya RPH. Di sana ada petugas yang cek hewannya biar sehat dan aman dimakan. Banyak sapi dan domba akan dikurbanin tahun ini, tapi sebagian masih datang dari luar Jawa Barat. Sekarang semua sedang siap-siap buat Idul Adha.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Imbauan Pemprov Jawa Barat agar masyarakat memotong hewan kurban di RPH menunjukkan perhatian serius terhadap kesehatan dan keamanan pangan selama Idul Adha. Dengan pemeriksaan ketat sebelum dan sesudah penyembelihan, daging yang dihasilkan lebih terjamin kelayakannya. Selain itu, proyeksi peningkatan kebutuhan hewan kurban mencerminkan semangat masyarakat yang tinggi dalam berkurban tahun ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyarankan agar masyarakat yang hendak berkurban saat Idulfitri Adha bisa memotong hewan kurbannya di Rumah Potong Hewan (RPH) terdekat. Hal ini dikarenakan proses pemotongan di RPH bisa lebih layak.

Selain lebih layak, pemotongan juga mengutamakan kelayakan dari hewan kurban itu sendiri. Dengan begitu, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat mengimbau agar masyarakat mengutamakan memotong hewan di RPH.

"Kalau bisa, terutama untuk pemotongan hewan besar, sapi, potong di RPH. Meskipun saya juga tidak memungkiri, bahwa kurban itu adalah kesempatan untuk bersosialisasi dengan tetangga. Kita biasanya guyub," ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DKPP Jabar, Suprijanto, dikutip Senin (4/5/2026).

1. RPH melakukan cek kesehatan dan juga kelaikan daging untuk konsumsi

ilustrasi hewan kurban yang belum cukup umur (pexels.com/Elizabeth Tamara)

Suprijanto menuturkan, RPH dirancang khusus sebagai fasilitas pemotongan hewan dengan standar kesehatan yang lebih terjamin. Di lokasi tersebut, setiap hewan akan melalui serangkaian pemeriksaan ketat oleh petugas berwenang.

"Usahakan di RPH, karena di RPH itu dilakukan pengecekan oleh petugas. Baik itu pengecekan sebelum penyemblihan, apakah mengandung penyakit yang berbahaya atau tidak dan setelah disembelih pun, itu ada pengecekan lagi. Apakah dagingnya layak dikonsumsi atau tidak," katanya.

2. Masyarakat disarankan potong hewan kurban di RPH

Ilustrasi hewan kurban di Idul Adha. (IDN Times/Indah Permata Sari)

Dia menambahkan, proses pemeriksaan sebelum dan sesudah penyembelihan di RPH menjadi kunci, untuk memastikan hewan bebas penyakit serta daging yang dihasilkan aman dikonsumsi masyarakat.

Dengan begitu, DKPP Jabar menekankan pentingnya memanfaatkan fasilitas RPH, terutama untuk hewan berukuran besar seperti sapi, demi menjaga standar kesehatan dan keamanan pangan selama perayaan Idul Adha.

"Jadi masyarakat disarankan untuk memotong hewan kurban di RPH," kata dia.

3. Permintaan hewan kurban di Jabar mengalami peningkatan

Ilustrasi hewan kurban. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sebelumnya, Suprijanto mengatakan, kebutuhan hewan kurban untuk Idul Adha 2026, diprediksi mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi kenaikan ini terjadi sejak 2017 lalu.

"Proyeksi kita, ada kenaikan untuk sapi itu 21 persen. Tahun lalu sekitar 100 ribuan, proyeksinya 2026 ini 120 ribuan," kata Suprijanto.

Selain sapi, permintaan untuk domba juga berpotensi akan mengalami peningkatan di tahun ini. DKPP Jabar melihat peluang kenaikannya berada di kisaran 19 persen atau sekitar 223.800 hewan pada tahun ini.

"Kambing diproyeksikan turun. Sekitar lima persen. Dari sebelumnya 63 ribuan, sekarang 60 ribuan," kata dia.

Meski begitu, Suprijanto menyampaikan, Jabar belum mampu memenuhi kebutuhan hewan kurban secara mandiri, dan membutuhkan beberapa dari luar provinsi lainnya.

"70 persen masih dipasok dari luar Jabar. Antaranya dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Sapi dari 120 ribu, proyeksi kita estimasinya itu sekitar 20-30 persen dari dalam Jawa Barat. Nah yang 70 persen memang dipasok dari luar. Itu sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu," tuturnya.

Suprijanto melanjutkan, dari sekitar 450 ribuan hewan yang akan didistribusi untuk kurban Idul Adha tahun ini, mayoritas menuju Kota Bandung, dibandingkan beberapa daerah lainnya yang ada di Jawa Barat.

Editorial Team