Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Selain pengembalian fungsi taman, pembongkaran ini juga dilakukan berdasarkan keluhan dari Poltekes Kementerian Kesehatan yang merasa kerap kesulitan akses saat hendak masuk pintu gerbang karena area tersebut kerap kali ditutup pedagang.
Dedi pun merasa kaget saat melakukan penertiban ditemukan ada berdus-dus minuman keras dari salah satu kios. Dia merasa, hal tersebut sangat meresahkan dan tidak etis karena banyak bangunan milik negara di area tersebut.
"Kemudian di sini minuman keras tadi hampir satu boks mobil ditemukan, mereka biasa mabok di sini. Total ada sekitar 50 bangunan kios ditertibkan," katanya.
Disinggung mengenai biaya kompensasi dan kemungkinan relokasi para pedagang, Dedi tidak bisa menjelaskan lebih rinci. Dia hanya memastikan Pemprov Jabar turut memberikan uang dan cukup untuk beberapa bulan ke depan.
Persoalan relokasi ini, kata Dedi akan dibahas lebih jauh bersama dengan Pemkot Bandung. Menurut dia, yang terpenting saat ini para pedagang sudah diberikan uang untuk beberapa bulan ke depan.
"Nanti kami carikan solusi yang penting mereka pulang ke rumah, bekal makan sebulan cukup itu dulu. Nanti kami diskusi apa yang dilakukan, bagaimana Ibu Kota Provinsi Jawa Barat ini kelihatan bersih rapih dan indah tapi masyarakat ekonominya berjalan," ujarnya.