Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Paslon Pilgub Jabar Tak Cuma Harus Bermodal, tapi Juga Kompeten

Paslon Pilgub Jabar Tak Cuma Harus Bermodal, tapi Juga Kompeten
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Share Article

Bandung, IDN Times - Partai politik di Jawa Barat didorong memajukan figur yang memiliki kapasitas dan kapabilitas di Pilgub Jawa Barat 2024. Parpol diminta tidak hanya memberikan tiket pada figur yang memiliki modal uang banyak.

Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Eksekutif Polsight, Yusa Djuyandi usai kegiatan Jabar Outlook: Bonus Demografi, Kualitas SDM, dan Pemerataan Pembangunan di Bandung, Senin (20/5/2024).

"Pilgub Jawa Barat Ini tidak hanya berbicara soal kantong tapi soal kapasitas dan kapabilitas dari figur yang akan diusung," kata Yusa.

1. Jabar tidak kehabisan figur

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Menurutnya, Jawa Barat selalu memiliki sosok berkompeten untuk didorong maju meramaikan Pilgub Jawa Barat 2024. Dengan begitu, ia menyarankan partai politik untuk memilih sosok yang memiliki kapasitas dan kapabilitas.

Adapun saat ini beberapa nama yang muncul dan berpotensi maju ke Pilgub Jawa Barat antara lain petahan Ridwan Kamil yang kini menjadi anggota Partai Golkar, kemudian Dedi Mulyadi dari Partai Gerindra, Haru Suandharu dari PKS, dan Bima Arya dari PAN.

"Kalau secara ideal partai politik bisa melihat sosok yang punya kapasitas punya kapabilitas, dan saya kira di Jabar sosok calon pemimpin Insya Allah banyak sekali seperti Kang Emil, Demul, ada Pak Haru dari PKS," katanya.

2. Paslon harus meyakinkan Jabar

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Partai politik juga harus melek terhadap kondisi masyarakat saat ini. Jangan sampai, kata dia, figur yang diusung ke Pilgub Jawa Barat tidak paham kebijakan dan membuat program kerja tidak sesuai keinginan masyarakat.

"Ini menjadi suatu ujian untuk meyakinkan masyarakat apakah mereka layak dipilih untuk menjadi pemimpin di Jabar, bagaimana nantinya mereka nanti bisa membuat progam kerja tidak muluk tapi mengena atau diterima di masyarakat," kata dia.

3. Banyak persoalan Jabar yang harus diselesaikan

Ilustrasi pemimpin (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Ilustrasi pemimpin (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Sementara, Kepala Pusat Studi Politik dan Demokrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran, Ari Ganjar Herdiansah juga sependapat dengan Yusa. Dia berharap Pilgub Jawa Barat tidak hanya sebatas kontestasi Pilkada semata.

"Kami berharap pilgub tidak hanya sebagai kontestasi antar kandidat dan partai politik tapi juga dalam perdebatan itu juga muncul gagasan ketika sampaikan ke publik masyarakat paham ada permasalahan krusial di Jabar," tutur Ari.

Di luar itu, Ari menganggap, permasalahan di Jawa Barat ini masih banyak dan menjadi PR bagi para Paslon di Pilgub Jawa Barat nantinya untuk direspons dan ditawarkan ke publik. Apalagi saat ini pemilih Gen Z juga banyak di Jawa Barat.

"Kami dorong parpol tidak hanya mengangkat gimmick tapi juga mengangkat masalah yang selama ini tidak tampak, ada pendidikan politik. Kami mengangkat isu sedini mungkin supaya gen z ngeh," kata dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
Azzis Zulkhairil
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More

18 Ribu Hewan Kurban di Kota Bandung Dipastikan Sehat

27 Mei 2026, 11:57 WIBNews