Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Nagreg Mulai Dipadati Pemudik, Puncak Diprediksi Terjadi Jumat

Nagreg Mulai Dipadati Pemudik, Puncak Diprediksi Terjadi Jumat
Pemudik melintasi jalur selatan di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/5/2022). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi).
Intinya Sih
  • Dishub Kabupaten Bandung mencatat peningkatan jumlah pemudik di Jalur Nagreg dan memprediksi puncak arus mudik terjadi pada H-1 Lebaran, Jumat 20 Maret 2026.
  • Rekayasa lalu lintas, layanan mudik gratis, dan cuti bersama yang panjang dinilai efektif mengurangi potensi kemacetan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
  • Hingga H-5 Lebaran tercatat lebih dari 63 ribu kendaraan melintas di Nagreg, sementara pemudik diimbau berangkat lebih awal serta menjaga kondisi fisik dan kendaraan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung memastikan jumlah pemudik yang melintas jalur Nagreg terus bertambah setiap harinya. Meski demikian, jumlah pemudik yang mengarah ke Tasikmalaya, Garut, hingga Jawa Tengah akan terjadi pada H-1 Lebaran atau Jumat (20/3/2026).

Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Ruddy Heryadi mengatakan, prediksi ini dihitung berdasarkan pada analisis pergerakan kendaraan serta adanya kebijakan cuti bersama yang cukup panjang pada periode Lebaran tahun ini.

"Cutinya cukup panjang, jadi masyarakat diberikan keleluasaan untuk memilih kapan mereka akan balik. Namun kami perkirakan puncak arus mudik terjadi pada H-1 Lebaran,” kata Ruddy, Selasa (17/3/2026).

1. Rekayasa lalu lintas dinilai bisa meminimalisir kemacetan

Kendaraan mulai padat saat mengantre di turunan setelah Simpang Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/5/2022). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi).
Kendaraan mulai padat saat mengantre di turunan setelah Simpang Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/5/2022). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi).

Menurutnya, meski puncak arus diprediksi terjadi pada Jumat, kepadatan lalu lintas di jalur tersebut diperkirakan tidak akan separah tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini disebabkan oleh rekayasa lalu lintas yang efektif dan kebijakan pendukung seperti layanan mudik gratis dan cuti bersama yang lebih panjang.

"Ini terobosan luar biasa dari pemerintah. Masyarakat bebas memilih kapan akan balik, sehingga potensi kemacetan panjang bisa diminimalisir," ujarnya.

2. Sudah 63 ribu kendaraan melintas

Arus balik mulai padat di titik keluar dari Lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/5/2022). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi).
Arus balik mulai padat di titik keluar dari Lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/5/2022). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi).

Lebih lanjut, Ruddy mengungkapkan pada H-5 Lebaran kendaraan yang melintas di Jalur Nagreg mengalami peningkatan yang signifikan. Kendaraan itu melaju menuju arah Garut hingga Jawa Tengah.

Sampai dengan Senin (16/3/2026) malam, jumlah kendaraan pemudik yang melintas Nagreg sebanyak 63.181. Angka ini meningkat dibandingkan H-6 atau Minggu malam yang jumlahnya 61.425 kendaraan. Kemudian sampai pagi ini, Dishub mencatat sebanyak 21.610 kendaraan melintasi Nagreg.

Menurunya, peningkatan arus kendaraan di Jalur Nagreg umumnya terjadi pada sore hingga malam hari. Sementara pada siang hari kondisi lalu lintas masih relatif ramai namun tetap lancar.

3. Pemudik diimbau berangkat lebih awal

Jalur Nagreg (instagram.com/ernikartika)
Jalur Nagreg (instagram.com/ernikartika)

Ia juga mengimbau para pemudik untuk selalu memperhatikan keselamatan selama perjalanan, termasuk memastikan kondisi fisik pengemudi serta kelayakan kendaraan sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.

"Selain itu, masyarakat juga kami sarankan memanfaatkan waktu mudik lebih awal mengingat masa libur Lebaran tahun ini cukup panjang dengan adanya cuti bersama sebelum hari H pada 21 Maret," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More