Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kendaraan Roda Dua Mulai Padati Jalur Mudik di Wilayah Jabar

Kendaraan Roda Dua Mulai Padati Jalur Mudik di Wilayah Jabar
ilustrasi mudik (unsplash.com/Abdul Ridwan)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Dishub Jabar mencatat peningkatan arus kendaraan, terutama roda dua, di jalur mudik seperti Ciwidey, Lembang, Nagreg, dan Limbangan sejak 15 Maret 2026 menjelang puncak mudik Idulfitri.
  • Puncak arus mudik diprediksi terjadi H-3 Idulfitri dengan total 8,9 juta warga Jabar berangkat, mayoritas memilih waktu setelah sahur hingga pagi untuk menghindari kemacetan.
  • Sebanyak 25,6 juta warga Jabar akan melakukan perjalanan Lebaran 2026; mayoritas menggunakan mobil lewat Tol Trans Jawa dan jalur selatan menuju Garut sebagai tujuan terbanyak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Arus kendaraan mulai terjadi peningkatan di beberapa titik jalur mudik wilayah Jawa Barat. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat menyampaikan peningkatan ini terjadi sebelum puncak mudik lebaran yang diprediksi terjadi H-3 Idulfitri.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Dhani Gumelar mengatakan, peningkatan ini sudah terjadi sejak Minggu (15/3/2026) yang mana jalur seperti Ciwidey, Lembang, Nagreg, Kalipucang, Tanjung Pura, Losari, Losarang, Gadog, Cijolang-Batas Banjar Jawa Tengah, serta Limbangan, terjadi peningkatan.

"Volume lalu lintas pada hari tersebut secara umum menunjukkan kecenderungan peningkatan dibandingkan hari sebelumnya. Pergerakan kendaraan masih didominasi oleh kendaraan roda dua, terutama pada jalur arteri utama dan koridor menuju kawasan wisata maupun penghubung antar kabupaten/kota," ujar Dhani, Selasa (17/3/2026).

1. Ada penurunan volume kendaraan

ilustrasi mudik
ilustrasi mudik (unsplash.com/Carl Kho)

Meski begitu, peningkatan kendaraan signifikan terjadi di ruas Losarang arah Jakarta dan Limbangan arah Tasikmalaya. Total kendaraan yang melintas di arah tersebut berbeda dengan hari biasanya, dan besar kemungkinan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

"Pada beberapa lokasi lain terpantau terjadi penurunan volume kendaraan, antara lain pada ruas Nagreg arah Tasikmalaya, Gadog baik arah Puncak maupun Bogor, serta perbatasan Banjar arah Jawa Barat. Secara umum kondisi arus lalu lintas masih terpantau relatif lancar dan terkendali," kata Dhani.

Sebelumnya, Dhani menyampaikan, puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 Idul Fitri 2026 atau Rabu (18/3/2026). Total ada sebanyak 8,9 juta warga Jawa Barat yang akan mudik pada waktu tersebut.

Dia mengatakan, kebanyakan pemudik memilih berangkat pulang kampung setelah sahur pukul 04.00 WIB hingga 10.00 WIB. Jumlah pemudik pada waktu tersebut diperkirakan mencapai 21,68 juta jiwa.

"Pemudik diimbau bijaksana memilih waktu berangkat mudik agar tidak terjebak kemacetan. Jumlah pemudik akan berkurang pada pukul 00.00 WIB sampai 04.00 WIB dan pukul 11.00 WIB hingga 23.00 WIB," ujar Dhani, Selasa (10/3/2026).

2. Masyarakat diminta bijak saat mudik

ilustrasi mudik dengan motor
ilustrasi mudik dengan motor (pexels.com/Arif Syuhada)

Kemudian, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada dua hari berbeda, yakni H+2 Idulfitri atau Selasa (24/3/2026) dan H+6 Idulfitri atau Sabtu (28/3/2026). Jumlah warga yang kembali ke tempat domisili pada H+2 Idulfitri diperkirakan sebanyak 4,12 juta jiwa dan H+6 sebanyak 3,9 juta jiwa.

"Waktu kepulangan pemudik diperkirakan terjadi setelah subuh menjelang siang pukul 05.00 sampai 10.00 WIB," kata Dhani.

Total pemudik yang kembali ke tempat domisili pada periode waktu tersebut diprediksi mencapai 19,34 juta jiwa. Adapun jumlah pemudik yang kembali paling sedikit diperkirakan pada pukul 23.00 hingga 00.00.

3. Banyak pemudik menggunakan kendaraan pribadi

kenapa tidak dianjurkan mudik naik motor
ilustrasi mudik naik motor (unsplash.com/setengah limasore)

Dhani menyampaikan, sebanyak 14,18 juta pemudik akan mudik melalui jalur Tol Trans Jawa (Japek-Cipali-Palikanci). Jalur lain yang akan ramai pemudik yakni Bandung-Cileunyi-Nagreg-Limbangan-Malangbong-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar dengan total pemudik sebanyak 2,9 juta jiwa.

Jalur Tol Cikampek-Cipularang-Padaleunyi juga diperkirakan ramai dengan total pemudik sebanyak 1,96 juta jiwa. "Sebagian besar pemudik akan mudik dengan menggunakan mobil dengan total 16,75 juta jiwa," ujar Dhani.

Sebanyak 25,6 juta warga Jawa Barat diperkirakan akan melakukan perjalanan pada Idulfitri 2026. Kabupaten Garut menjadi daerah tujuan terbanyak dengan jumlah pengunjung 2,94 juta jiwa.

Dhani mengatakan, dari 25,6 juta warga yang melakukan perjalanan, sebagian besar atau 24,86 juta jiwa (96,73 persen) melaksanakan perjalanan berupa mudik.

"Sisanya 0,5 juta jiwa (1,9 persen) berwisata, 0,29 juta jiwa (0,118 persen) silaturahmi tidak pulang kampung, 0,01 jiwa (0,023 persen) bekerja dan 0,05 juta jiwa (0,18 persen) kegiatan lainnya," ucapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More