Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengintip Uji Coba MBG Prasmanan di Sukabumi, Apa Kata Guru dan Siswa?

Kab. Sukabumi
3 min read
Mengintip Uji Coba MBG Prasmanan di Sukabumi, Apa Kata Guru dan Siswa?
Uji coba MBG prasmanan di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)
  • Sebanyak 347 siswa SDN 1 Babakan Sukabumi mengikuti uji coba MBG sistem prasmanan, dengan menu disiapkan sejak pukul 01.00 agar tetap segar, higienis, dan hangat.
  • Pihak sekolah menilai prasmanan memudahkan pemantauan porsi sesuai kebutuhan siswa, menjaga kualitas sajian, serta mengurangi potensi makanan terbuang dibandingkan sistem kotak.
  • Penyelenggara mengevaluasi kebersihan, keamanan pangan, dan respons siswa untuk menentukan peluang penerapan prasmanan berkelanjutan, meski sistem ini membutuhkan tenaga serta persiapan lebih besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sukabumi, IDN Times - Suasana berbeda saat pendistribusian makan bergizi gratis (MBG) di pelataran SDN 1 Babakan, Desa Cibentang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Selasa (13/10/2026). Ratusan siswa berbaris rapi, antre membawa piring untuk mencicipi pengalaman baru yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya di sekolah.

Sebanyak 347 siswa di sekolah tersebut menjadi penerima manfaat dalam pilot project penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan. Terobosan ini digagas untuk menguji efektivitas, higienitas, serta kehangatan makanan yang disajikan secara langsung kepada anak-anak di Sukabumi.

  1. 1. Makanan disiapkan sejak dini hari

    f3e4b5a2-8b32-4a7a-b5d0-d0e9921ff758.jpeg
    Uji coba MBG prasmanan di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

    Untuk memastikan sajian MBG sampai ke tangan para siswa dalam kondisi segar, dan tetap hangat, proses pengolahan bahan pangan dilakukan sejak tengah malam. Menu lengkap yang terdiri dari semur daging sapi, tempe, sayur-mayur, buah lengkeng, hingga susu diproses secara higienis sebelum diangkut ke lokasi sekolah.

    Person in Charge (PIC) Yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangkalaya, Arya Maulana Fajar, mengungkapkan bahwa tantangan utama sistem prasmanan terletak pada manajemen waktu memasak.

    "Persiapan memasak kami mulai sejak pukul 01.00 dini hari agar makanan siap dan dibawa langsung dalam kondisi hangat ke sekolah," kata Arya di sela-sela peninjauan uji coba, Selasa (13/10/2026).

  2. 2. Pihak sekolah menilai sistem prasmanan lebih efektif cegah makanan mubazir

    IMG_8050.jpeg
    Uji coba MBG prasmanan di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

    Bagi pihak sekolah, perubahan konsep dari kotak kemasan (ompreng/mistik) menjadi prasmanan membawa dampak yang amat positif. Selain menjaga makanan tetap fresh dan beraroma lezat, porsi makan anak-anak juga menjadi lebih terpantau secara langsung oleh para guru dan petugas penyaji.

    Sistem prasmanan ini dinilai mampu menekan potensi makanan terbuang sia-sia karena porsi dapat disesuaikan dengan kebutuhan fisik siswa di lapangan.

    "Kami dari pihak sekolah sangat mendukung karena makanan disajikan lebih segar dan hangat, sehingga anak-anak bersemangat untuk makan. Makanan juga jadi tidak mubazir karena terpantau langsung. Harapan kami ke depan, menu dan kualitas penyajian seperti hari ini bisa terus dipertahankan," kata Kepala SDN 1 Babakan, Erni Rusmayani.

  3. 3. Siswa rasakan sensasi berbeda dari biasanya

    b31ce0b8-1926-4f82-bab8-d79c9019db37.jpeg
    Uji coba MBG prasmanan di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

    Suasana makan siang di SDN 1 Babakan berubah menjadi momen interaktif yang menyenangkan. Para siswa diajarkan budaya antre dengan tertib sembari memilih lauk-pauk segar yang ditata rapi. Kebersamaan saat menyantap hidangan hangat bersama teman-teman sekelas menghadirkan keceriaan tersendiri bagi anak-anak.

    Citra, salah satu murid Kelas 6 SDN 1 Babakan, tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya saat mengikuti simulasi prasmanan pertama di sekolahnya tersebut.

    "Enak, rasanya beda karena baru pertama kali. Jadi lebih terasa kebersamaannya karena makan bareng-bareng," tutur Citra.

  4. 4. Evaluasi untuk peluang penerapan sistem prasmanan secara permanen

    f3e4b5a2-8b32-4a7a-b5d0-d0e9921ff758.jpeg
    Uji coba MBG prasmanan di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

    Meskipun diakui membutuhkan alokasi tenaga dan persiapan yang lebih ekstra dibandingkan mengoperkan wadah kotak makan biasa, pihak sekolah dan penyelenggara sepakat bahwa manfaat yang diperoleh para murid jauh lebih berharga demi mendukung tumbuh kembang mereka.

    Langkah simulasi di pelosok Sukabumi ini merupakan arahan dari Kepala Badan Gizi Nasional untuk meneliti secara mendalam seluruh rantai penyajian, mulai dari kebersihan, keamanan pangan, hingga respons psikologis siswa.

    "Kami mengevaluasi seluruh tahapan ini. Jika respons dari penerima manfaat sangat baik dan evaluasinya positif, tidak menutup kemungkinan sistem prasmanan ini akan terus kita lanjutkan ke depannya," kata Ketua Yayasan Tidar Biru Sejahtera, Sayyid Agil.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More