Kuningan Kejar Pasar Turis Asing Lewat Sport Tourism

Kuningan menyiapkan agenda sport tourism selama tiga hari pada April 2027, menargetkan sekitar 5.000 wisatawan mancanegara melalui perpaduan olahraga, alam, dan budaya.
Peserta direncanakan menginap di glamping atau homestay serta mengikuti aktivitas seperti membuat angklung dan budidaya ikan untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal.
Program ini membuka peluang bagi usaha lokal dan promosi internasional, saat kunjungan wisman Januari–September 2026 baru 527 dari total 2.514.497 kunjungan.
Kuningan, IDN Times - Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menyiapkan agenda pariwisata berbasis olahraga dan budaya untuk memperluas pasar wisatawan mancanegara. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari pada April 2027 itu menargetkan kehadiran sekitar 5.000 wisatawan.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan, agenda tersebut akan menggabungkan aktivitas olahraga, wisata alam, dan pengenalan tradisi lokal. Konsep itu disiapkan agar wisatawan tidak hanya berkunjung, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Targetnya menurut panitia sekitar 5.000 wisatawan melalui kegiatan olahraga dan budaya. Rencananya kegiatan ini dikemas selama tiga hari,” kata Dian, Kamis (5/11/2026).
Menurut Dian, pengembangan sport tourism menjadi salah satu upaya pemerintah daerah memperkenalkan potensi pariwisata Kuningan kepada pasar internasional. Pemerintah berharap kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan ekonomi bagi masyarakat yang terlibat dalam penyediaan jasa pariwisata.
1. Menggabungkan olahraga dan budaya

Eks galian tambang pasir seluas 2 hektare di Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan berubah menjadi kawasan wisata. (IDN Times/Wildan Ibnu) Dalam pelaksanaannya, peserta akan diarahkan mengikuti sejumlah aktivitas yang memperkenalkan karakteristik alam dan budaya Kabupaten Kuningan. Pemerintah daerah juga merekomendasikan penggunaan fasilitas glamping atau rumah inap (homestay) sebagai tempat menginap.
Pilihan akomodasi tersebut dimaksudkan agar wisatawan dapat mengenal lingkungan sekaligus kehidupan masyarakat setempat selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Sejumlah aktivitas budaya yang disiapkan di antaranya belajar membuat angklung dan mengenal kegiatan budidaya ikan. Aktivitas tersebut akan menjadi bagian dari pengalaman wisata yang dipadukan dengan kegiatan olahraga dan kunjungan ke kawasan alam.
Dian menyebutkan, kombinasi ketiga unsur tersebut diharapkan memberikan alternatif pengalaman wisata bagi pengunjung, khususnya wisatawan dari luar negeri.
2. Mengandalkan kolaborasi

Eks galian tambang pasir seluas 2 hektare di Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan berubah menjadi kawasan wisata. (IDN Times/Wildan Ibnu) Pemkab Kuningan menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut. Namun, pemerintah daerah membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung persiapan hingga pelaksanaan agenda pariwisata itu.
Dian menilai kolaborasi diperlukan mengingat kemampuan anggaran pemerintah daerah memiliki keterbatasan. Keterlibatan pihak lain diharapkan dapat membantu penyelenggaraan kegiatan sehingga pengembangan pariwisata tidak sepenuhnya bergantung pada pembiayaan pemerintah.
Dari sisi ekonomi, agenda tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha lokal, terutama penyedia penginapan, makanan, serta berbagai layanan pendukung kegiatan wisata.
Meski demikian, pemerintah daerah belum merinci proyeksi nilai transaksi maupun potensi pendapatan yang dapat dihasilkan dari target kedatangan 5.000 wisatawan tersebut.
“Kita harus punya optimisme di tengah segala keterbatasan yang kita punya. Kami yakin pariwisata ini akan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
3. Kunjungan wisman masih terbatas

Telaga Biru Cicerem, Kuningan, Jawa Barat (commons.wikimedia.org/Ade Ismaniar) Rencana pengembangan sport tourism tersebut berlangsung ketika jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kabupaten Kuningan masih relatif kecil dibandingkan wisatawan domestik.
Berdasarkan data Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan, total kunjungan wisatawan selama Januari–September 2026 mencapai 2.514.497 kunjungan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.513.970 kunjungan berasal dari wisatawan domestik. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat hanya 527 kunjungan.
“Melalui agenda yang direncanakan pada April 2027, kami berupaya memperluas jangkauan promosi ke pasar internasional. Selain memperkenalkan potensi alam, kegiatan budaya dan interaksi dengan masyarakat akan menjadi bagian dari upaya menarik minat wisatawan asing berkunjung ke Kuningan,” tutup Dian.























