Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

2,5 Juta Wisatawan Serbu Kuningan dalam Sembilan Bulan

Kab. Kuningan
3 min read
2,5 Juta Wisatawan Serbu Kuningan dalam Sembilan Bulan
Jalur pendakian Gunung Ciremai via Palutungan di Kabupaten Kuningan
  • Kuningan mencatat 2.514.497 kunjungan wisatawan sepanjang Januari-September 2026, dengan 2.513.970 wisatawan domestik dan 527 wisatawan mancanegara.

  • Wisatawan domestik menyumbang sekitar 99,98 persen kunjungan, sementara kunjungan mancanegara hanya 0,02 persen meski meningkat 11 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

  • Disporapar Kuningan memperluas promosi digital, memanfaatkan kalender wisata, serta menggandeng pelaku usaha, desa wisata, dan komunitas kreatif untuk memasarkan alam, budaya, dan destinasi buatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kuningan, IDN Times - Pasar wisata domestik masih menjadi penopang utama sektor pariwisata Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Sepanjang Januari hingga September 2026, daerah tersebut mencatat 2.514.497 kunjungan wisatawan, sementara jumlah wisatawan mancanegara belum mencapai seribu kunjungan.

Berdasarkan data Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan, wisatawan domestik menyumbang 2.513.970 kunjungan. Adapun wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 527 kunjungan.

Kepala Bidang Pemasaran Disporapar Kabupaten Kuningan Ahmad Jajuli mengatakan pergerakan wisatawan hingga September 2026 masih didominasi pengunjung dari dalam negeri.

“Total kunjungan wisatawan hingga September 2026 tercatat sebanyak 2.514.497 orang, didominasi oleh pergerakan wisatawan domestik,” kata Ahmad, Rabu (21/10/2026).

  1. 1. Wisatawan domestik mendominasi

    Jalur pendakian Gunung Ciremai via Palutungan di Kabupaten Kuningan
    Jalur pendakian Gunung Ciremai via Palutungan di Kabupaten Kuningan

    Komposisi kunjungan tersebut memperlihatkan ketergantungan sektor pariwisata Kuningan terhadap pasar domestik. Wisatawan dalam negeri menyumbang sekitar 99,98% dari keseluruhan kunjungan. Sementara itu, kontribusi wisatawan mancanegara hanya sekitar 0,02 persen.

    Meski jumlah wisatawan asing relatif kecil, Ahmad menyebut kunjungan dari pasar internasional menunjukkan perkembangan positif. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada 2026 meningkat 11 persen.

    "Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan kunjungan dari luar negeri di tengah dominasi wisatawan domestik," kata Ahmad.

  2. 2. Kunjungan wisata sempat berfluktuasi

    Gunung Ciremai (https://id.wikipedia.org/)
    Gunung Ciremai (https://id.wikipedia.org/)

    Ahmad menjelaskan, jumlah kunjungan wisatawan ke Kuningan dalam beberapa tahun terakhir mengalami perubahan. Pada semester I-2023, kunjungan wisatawan tercatat sekitar 2,78 juta. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar 3,82 juta pada semester I-2024.

    "Kenaikan itu setara dengan pertumbuhan sekitar 37 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023," tuturnya.

    Namun, tren peningkatan tersebut tidak berlanjut pada tahun berikutnya. Pada semester I-2025, jumlah kunjungan tercatat turun sekitar 17 persen menjadi 3,15 juta.

    Meski demikian, perbandingan data tersebut perlu memperhatikan perbedaan cakupan periode. Data 2023 hingga 2025 menggunakan periode semester I, sedangkan pencatatan 2026 mencakup Januari sampai September.

  3. 3. Promosi digital terus diperluas

    Jalur pendakian Gunung Ciremai via Palutungan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat
    Jalur pendakian Gunung Ciremai via Palutungan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

    Untuk memperluas jangkauan pasar, Disporapar Kuningan menjalankan promosi melalui berbagai platform digital. Pemerintah daerah juga memanfaatkan kalender kegiatan pariwisata sebagai sarana memperkenalkan destinasi dan agenda wisata kepada masyarakat.

    Ahmad mengatakan promosi tersebut diarahkan untuk memperkenalkan beragam potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Kuningan. Daya tarik yang dipasarkan mencakup kawasan alam di sekitar Gunung Ciremai, objek wisata buatan, hingga seni dan budaya lokal.

    Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas informasi mengenai pilihan destinasi yang dapat dikunjungi wisatawan. Selain promosi, pemerintah daerah memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak yang terlibat dalam industri pariwisata. Kolaborasi tersebut melibatkan pelaku usaha pariwisata, pengelola desa wisata, dan komunitas kreatif.

    Menurut Ahmad, keterlibatan berbagai unsur tersebut diperlukan untuk memperluas pemasaran destinasi di Kabupaten Kuningan. "Kerja sama juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi wisata yang tersebar di berbagai wilayah," tuturnya.

Related Articles

See More