Pedagang Pasbar Sumringah Bandara Husein Dibuka, Siap Sambut Wisatawan

- Pedagang Pasar Baru Bandung menyambut pembukaan kembali Bandara Husein Sastranegara, berharap kunjungan wisatawan dan aktivitas perdagangan meningkat melalui akses transportasi langsung dari bandara.
- Pedagang meminta perbaikan jalan dan penerangan kawasan, sementara Wali Kota Muhammad Farhan menekankan kesiapan produk berkualitas, terjangkau, serta inovatif untuk menarik wisatawan.
- Pemkot Bandung akan meninjau ulang kerja sama pengelolaan Pasar Baru bersama Perumda Pasar Juara dan PT DAM, termasuk opsi adendum, investor baru, serta evaluasi investasi Rp800 miliar.
Bandung, IDN Times - Para pedagang di Pasar Baru Kota Bandung sumringah dengan dibukanya kembali Bandara Husein Sastranegara. Pembukaan ini diharap bisa membuat geliat perdagangan di pasar semakin hidup.
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru Bandung, Iwan Suhermawan, mengatakan para pedagang siap memanfaatkan momentum tersebut. Mereka berharap meningkatnya mobilitas wisatawan dari Bandara Husein turut berdampak terhadap kunjungan ke Pasar Baru.
Menurut Iwan, kembali beroperasinya Bandara Husein menjadi peluang penting bagi Pasar Baru. Kawasan perdagangan tersebut selama ini memiliki keterkaitan dengan aktivitas wisatawan yang datang ke Kota Bandung.
Karena itu, ia berharap akses transportasi dari bandara menuju Pasar Baru bisa semakin mudah. Salah satu usulan yang disiapkan yakni menyediakan angkutan yang dapat membawa wisatawan langsung menuju Pasar Baru.
"Kami nanti akan minta arahan ke Pak Wali agar bagaimana caranya ada penjemputan tamu dari Bandara Husein yang bisa langsung ke Pasar Baru menggunakan angkot," ujar Iwan, Senin (21/9/2026).
1. Mudahkan wisatawan datang ke Bandung

Pasar Baru Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil) Menurutnya, keberadaan layanan tersebut akan memudahkan wisatawan yang baru tiba di Bandung untuk mengakses Pasar Baru sebagai salah satu pusat perdagangan yang selama ini menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah.
Selain konektivitas transportasi, pedagang juga berharap pembenahan infrastruktur di sekitar Pasar Baru terus dilakukan. Perbaikan jalan dan penerangan kawasan dinilai penting untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih nyaman bagi pengunjung.
"Kami minta kepada Bapak agar infrastruktur di seputaran Pasar Baru yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bandung diperbaiki," katanya.
2. Farhan minta pedagang siapkan produk berkualitas

Pasar Baru Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil) Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan kembali aktifnya Bandara Husein harus diikuti dengan kesiapan para pelaku perdagangan. Menurutnya, bertambahnya akses penerbangan akan menjadi peluang apabila pedagang mampu menyediakan produk yang menarik bagi wisatawan.
"Tanpa kesiapan para pedagang tentu nanti akan percuma juga kalau nanti para turis datang ke sini ngelihat kok sepi, barangnya enggak ada, enggak ada yang bagus. Jadi kitanya mesti siap untuk menangkap para calon konsumen kita," ujar Farhan.
Ia meminta para pedagang terus berkreasi dan menghadirkan inovasi baru agar Pasar Baru tetap memiliki daya tarik bagi wisatawan.
"Ketika nanti para turis datang ke sini mereka akan melihat Pasar Baru tetap menawarkan produk yang berkualitas dengan harga yang terjangkau," katanya.
Farhan juga membuka peluang pengembangan shuttle khusus yang menghubungkan Bandara Husein dengan Pasar Baru. Menurutnya, skema tersebut bisa dikembangkan melalui kolaborasi antara Koperasi Angkutan Masyarakat (Kopamas), pengelola Pasar Baru, dan para pedagang.
"Shuttle khusus dari bandara ke Pasar Baru itu peluang besar. Bisnis modelnya mangga dibikin dengan pengelola Pasar Baru atau dengan para pedagang," ujarnya.
3. Pemkot Bandung review kerja sama pengelolaan Pasar Baru

Pasar Baru Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil) Selain konektivitas dan kesiapan pedagang, Farhan mengatakan Pemkot Bandung akan melakukan review terhadap kerja sama pengelolaan Pasar Baru Trade Center. Menurutnya, perjanjian kerja sama yang dibuat sebelum pandemik COVID-19 memiliki ketentuan yang cukup ketat. Sementara itu, pandemi memberikan dampak besar terhadap aktivitas perdagangan sehingga skema kerja sama perlu ditinjau kembali.
"Hal ini yang sedang dibicarakan terus. Bukan tidak mungkin nanti kita akan melakukan semacam review terhadap perjanjian yang berujung kepada apakah akan ada adendum ataukah akan ada investor baru, kita belum tahu. Ini tergantung dari pembicaraan kita," ujar Farhan.
Pemkot Bandung bersama Perumda Pasar Juara dan PT DAM Sawarga Maniloka Jaya akan melihat kembali dasar hukum serta sejumlah opsi pengelolaan yang memungkinkan. Nilai investasi yang sebelumnya direncanakan mencapai sekitar Rp800 miliar juga akan dikaji kembali dengan mempertimbangkan kondisi pascapandemik.
"Sekarang kita akan melakukan review atau peninjauan ulang. Baik bersama PD Pasar maupun dengan PT DAM. Kita akan pastikan dulu secara dasar hukumnya apakah perlu adendum ataukah kita akan menggandeng investor baru atau ada alternatif-alternatif penyelesaian manajemen lainnya," katanya.
Farhan menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai pengelolaan Pasar Baru, sehingga seluruh opsi masih dalam proses pembahasan. Menurutnya, proses tersebut penting untuk memberikan kepastian kepada para pedagang sekaligus menjaga hubungan Pemkot Bandung dengan BUMD yang menjadi mitra pengelolaan.
"Prinsipnya adalah kita ingin mengembalikan kepercayaan dari para pedagang terhadap pengelola dan kepercayaan Pemerintah Kota sebagai KPM (Kuasa Pemilik Modal) terhadap BUMD. Itu penting sekali," ujarnya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















