Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Puluhan Ribu Lulusan SMA/SMK Dapat Kesempatan Kerja Lewat PNM
ilustrasi pekerjaan yang menumpuk diakhir pekan (pexels.com/Gilmer Diaz Estela)
  • Tingkat pengangguran lulusan SMA/SMK masih tinggi, namun penguatan sektor UMKM dinilai mampu membuka lebih banyak peluang kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
  • PNM telah menyerap lebih dari 70 ribu tenaga kerja, mayoritas perempuan dan lulusan SMA/SMK, untuk mendampingi jutaan nasabah PNM Mekaar di berbagai daerah Indonesia.
  • Melalui pembiayaan dan pendampingan usaha ultra mikro, PNM berupaya menciptakan ekonomi inklusif dengan memperluas akses kerja serta pengembangan kapasitas bagi generasi muda prasejahtera.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Tingginya angka pengangguran lulusan sekolah menengah masih menjadi tantangan di pasar tenaga kerja Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan lulusan SMA dan SMK masih termasuk kelompok dengan tingkat pengangguran terbuka yang relatif tinggi dibandingkan beberapa jenjang pendidikan lainnya.

Di tengah kondisi tersebut, berbagai upaya dilakukan untuk memperluas kesempatan kerja, salah satunya melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, sektor ini dinilai mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi salah satu perusahaan yang berupaya memperluas dampak pemberdayaan melalui pembiayaan dan pendampingan bagi pelaku usaha ultra mikro. Seiring bertambahnya jumlah nasabah, kebutuhan tenaga pendamping di lapangan juga terus meningkat.

Kondisi itu membuka peluang kerja bagi lulusan SMA/SMK di berbagai daerah, khususnya dari keluarga prasejahtera. Selain memperoleh pekerjaan formal, para tenaga pendamping juga mendapatkan kesempatan mengembangkan kompetensi hingga melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa yang disediakan perusahaan.

1. Penguatan UMKM dinilai membuka peluang kerja

Puluhan Ribu Lulusan SMA/SMK Dapat Kesempatan Kerja Lewat PNM (Dok. PNM)

Peran PNM tersebut sejalan dengan upaya pemerintah melalui Danantara dalam memperkuat sektor UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional. Pengembangan sektor ini dinilai mampu menciptakan efek berganda, mulai dari mendorong pertumbuhan ekonomi hingga memperluas kesempatan kerja.

Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengatakan transformasi BUMN juga harus tetap memperhatikan aspek ketenagakerjaan dan perlindungan pegawai.

“Transformasi BUMN harus tetap mengedepankan perlindungan pegawai dan hubungan industrial yang sehat,” ujar Dony.

2. Puluhan ribu lulusan SMA/SMK bergabung menjadi pendamping

ilustrasi mencari pekerjaan (freepik.comrawpixel.com)

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, PNM menyebut pertumbuhan jumlah nasabah mendorong meningkatnya kebutuhan tenaga pendamping di lapangan. Kesempatan tersebut banyak diisi lulusan SMA/SMK sederajat yang sebelumnya memiliki akses kerja terbatas.

Hingga kini, PNM telah menyerap lebih dari 70 ribu tenaga kerja di seluruh Indonesia. Sekitar 88 persen di antaranya merupakan perempuan, sedangkan lebih dari 43 ribu merupakan lulusan SMA/SMK yang bertugas mendampingi jutaan nasabah PNM Mekaar di berbagai daerah.

Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan penciptaan lapangan kerja menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari misi pemberdayaan perusahaan.

“Ketika usaha ultra mikro berkembang, kebutuhan tenaga kerja ikut meningkat. Peluang tersebut banyak diisi oleh lulusan SMA dari keluarga prasejahtera yang sebelumnya memiliki akses kerja yang terbatas. Karena itu, pemberdayaan yang PNM lakukan tidak hanya melahirkan pengusaha yang lebih mandiri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan kesejahteraan di tingkat komunitas,” kata Kindaris.

3. Pemberdayaan diharapkan memberi dampak lebih luas

ilustrasi mencarikan pekerjaan (freepik.com/pvproductions)

Menurut Kindaris, pembiayaan yang diberikan kepada pelaku usaha ultra mikro tidak hanya bertujuan meningkatkan modal usaha, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Melalui pertumbuhan usaha nasabah, kebutuhan tenaga kerja diharapkan terus meningkat sehingga manfaat pemberdayaan dapat dirasakan lebih luas, baik bagi pelaku usaha maupun masyarakat di sekitarnya.

PNM menilai pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Selain memperluas akses pembiayaan, perusahaan juga berupaya menghadirkan kesempatan kerja dan pengembangan kapasitas bagi generasi muda, khususnya lulusan SMA/SMK dari keluarga prasejahtera.

Curated For You

Editorial Team

Related Article