Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kemarau Berlanjut, Keuntungan Petani Ciayumajakuning Makin Tipis

Kab. Cirebon
3 min read
Kemarau Berlanjut, Keuntungan Petani Ciayumajakuning Makin Tipis
Sejumlah buruh tani mengangkut karung berisi gabah kering. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Kenaikan harga gabah di Jawa Barat sepanjang 2025 belum otomatis meningkatkan pendapatan petani Ciayumajakuning karena kemarau panjang mengancam produksi padi dan memicu risiko gagal panen.

  • Rata-rata harga GKP Jawa Barat naik 3,87 persen menjadi Rp644.457 per 100 kilogram pada Desember 2025, sementara GKG meningkat 4,94 persen menjadi Rp760.981.

  • Indramayu mencatat rata-rata harga GKP tertinggi di Ciayumajakuning, tetapi biaya produksi dan hasil panen yang menurun membuat pemeliharaan irigasi serta stok air menjadi kebutuhan penting.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cirebon, IDN Times - Kenaikan harga gabah belum cukup memperbaiki pendapatan petani di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning), Jawa Barat.

Ancaman penurunan produksi akibat kemarau panjang dan terbatasnya pasokan air membuat keuntungan usaha tani masih dibayangi risiko gagal panen.

Petani Kabupaten Cirebon, Usman Effendi, mengatakan ketersediaan air menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan produksi padi. Ketika pasokan air berkurang, pertumbuhan tanaman terganggu sehingga hasil panen berpotensi menurun.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat kenaikan harga gabah tidak serta-merta meningkatkan pendapatan petani.

“Dampak kemarau sangat besar bagi petani. Ketika pasokan air terbatas, tanaman padi bisa terganggu dan hasil panen ikut terdampak,” ujar Usman, Kamis (5/11/2026).

  1. 1. Harga gabah mengalami kenaikan

    IMG-20260706-WA0006.jpg
    Serap 1,06 Juta Ton Gabah, Bulog Jabar Jamin Stok Cadangan Beras. IDN Times/Istimewa

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat dalam publikasi Statistik Harga Produsen Perdesaan Provinsi Jawa Barat 2025 mencatat rata-rata harga gabah kering panen (GKP) sepanjang tahun lalu sebesar Rp629.871 per 100 kilogram.

    Sementara itu, rata-rata harga gabah kering giling (GKG) mencapai Rp737.780 per 100 kilogram.

    Pergerakan harga sepanjang tahun menunjukkan kecenderungan meningkat. Harga GKP tercatat naik 3,87 persen dari Rp620.469 per 100 kilogram pada Januari 2025 menjadi Rp644.457 pada Desember 2025.

    Kenaikan juga terjadi pada gabah kering giling. Harga komoditas tersebut meningkat 4,94 persen dari Rp725.128 per 100 kilogram pada Januari menjadi Rp760.981 per 100 kilogram pada akhir tahun.

  2. 2. Indramayu catat harga tertinggi

    IMG-20260706-WA0005.jpg
    Serap 1,06 Juta Ton Gabah, Bulog Jabar Jamin Stok Cadangan Beras. IDN Times/Istimewa

    Di kawasan Ciayumajakuning, Kabupaten Indramayu mencatat rata-rata harga GKP sebesar Rp700.120 per 100 kilogram atau sekitar Rp7.001 per kilogram. Nilai tersebut berada di atas rata-rata harga GKP Jawa Barat.

    Kabupaten Cirebon juga membukukan harga yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi, yakni Rp634.759 per 100 kilogram. Adapun Kabupaten Majalengka mencatat rata-rata harga GKP sebesar Rp642.314 per 100 kilogram.

    Perbedaan harga tersebut memperlihatkan kondisi harga gabah yang tidak seragam antardaerah. Meski demikian, tingginya harga jual belum tentu berbanding lurus dengan pendapatan petani apabila volume panen mengalami penurunan.

    "Harus keluar lebih banyak biaya untuk pengolahan lahan, pembelian benih, pupuk, pestisida, hingga pembayaran tenaga kerja," ujarnya.

  3. 3. Irigasi jadi persoalan utama

    Ilustrasi pekerja menjemur gabah. (ANTARA FOTO/Putra M Akbar)
    Ilustrasi pekerja menjemur gabah. (ANTARA FOTO/Putra M Akbar)

    Usman menilai persoalan ketersediaan air perlu menjadi perhatian dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian.

    Menurut dia, pengelolaan persediaan air dan pemeliharaan jaringan irigasi diperlukan agar kebutuhan tanaman padi tetap terpenuhi ketika curah hujan berkurang.

    Keterbatasan hasil panen juga berpengaruh terhadap kemampuan petani membiayai musim tanam selanjutnya.

    Ketika produksi tidak sesuai harapan, modal yang tersisa setelah panen semakin terbatas karena sebagian besar biaya usaha tani telah dikeluarkan sebelumnya.

    Dia meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap ketersediaan air pertanian, terutama melalui pemeliharaan saluran irigasi dan pengelolaan stok air.

    Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kerugian akibat kekurangan pasokan air.

    “Pemerintah harus menjaga stok air, terus menjaga kualitas irigasi. Kalau ini semua diperhatikan, risiko gagal panen bisa lebih tipis,” kata Usman.

Related Articles

See More