Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Kekesalan Erwan Memuncak, Wagub Akui Tak Akur dengan Sekda Jabar

IMG-20250630-WA0055.jpg
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya sih...
  • Erwan kecewa dengan Herman karena tidak diinformasikan tentang pelantikan kepala dinas di lingkungan Pemprov Jabar.
  • Erwan merasa perannya sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat kurang dihargai oleh Sekda, dan mengklaim belum pernah berkomunikasi langsung dengan Herman.
  • Erwan mengakui adanya keretakan hubungan dengan Herman, merasa tidak memiliki rasa takut ketika diserang di media sosial, dan menilai Sekda sudah mengambil peran yang seharusnya dilakukannya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menilai Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman sudah offside dalam menjalankan tugas roda kepemerintahan. Erwan merasa, Sekda Jabar banyak bekerja di luar kewenangannya.

Kekesalan itu memuncak saat awak media mengkonfirmasi langsung kepada Erwan di Gedung Sate, Senin (30/6/2025). Di mana sebelumnya rumor keduanya tidak akur sudah mencuat ke publik beberapa pekan kemarin.

Menurut Erwan Sekda seharusnya banyak bekerja di kantor, dan mengkonsolidasikan kepada kepala OPD atas temuan gubernur dan wakilnya di lapangan.

"Sebenarnya perlu dipahami, namanya sekretaris daerah itu Mengkoordinir sekretariat daerah mengkoordinir. Seharusnya Pak Sekda selalu ada di kantor. Pak Gubernur di lapangan, saya ke lapangan,"

"Apa yang menjadi temuan Pak Gubernur, saya ke lapangan. Terus di sini Pak Sekda tinggal mengkoordinasi dengan para dinas-dinas terkait. Selesaikan, fokus kepada program-program kerja kita. Fokus kepada Jabar Istimewa," ujar Erwan dengan nada tinggi.

1. Kecewa dengan Herman

IMG-20250630-WA0057.jpg
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Erwan pun menyampaikan beberapa kekecewaannya, salah satu yang paling dia rasakan mengenai tidak adanya informasi dari Sekda Jabar soal pelantikan kepala dinas di lingkungan Pemprov Jabar yang sebelumnya dilakukan di beberapa tempat.

"Mohon maaf ya, disini gak apa-apa, terserah sampaikan. Saya sangat kecewa, ini akumulasi dari kekecewaan saya. Beberapa kali ada pelantikan kepala dinas, jangankan dilibatkan, diberitahu saja saya tidak," kata Erwan kesal.

Erwan menilai, tugas seorang Sekda Jabar seharusnya menginformasikan mengenai kegiatan tersebut kepada dirinya yang merupakan Wakil Gubernur Jawa Barat.

"Kan seharusnya seorang sekda itu memberitahu, Minimal ngasih tahulah, Pak hari ini akan ada pelantikan. Dinas ini, dinas itu. Saya tidak pernah diinformasikan. Silakan Pak Gubernur dan Pak Sekda yang ngatur itu. Tapi minimal saya dikasih tahu," jelasnya.

2. Merasa perannya diambil

IMG-20250630-WA0055.jpg
Wagub Erwan Setiawan (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Erwan merasa perannya sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat kurang dihargai oleh Sekda, padahal dirinya bersama Gubernur Jawa Barat sudah satu paket dan dipilih langsung oleh masyarakat.

Erwan pun membantah pernyataan Herman yang sebelumnya sudah mengklaim sudah berkomunikasi langsung dengan dirinya. Dia memastikan, sampai saat ini belum ada komunikasi tersebut.

"Diinformasikan, Walau bagaimanapun saya ini wakil gubernur, sepaket dipilih oleh masyarakat. Jadi tolong saling menghargai. Saya minta Pak Sekda sampaikan beberapa statement bahwa dia sudah ada komunikasi dengan saya.

"Demi Allah tidak ada sampai saat ini, tidak ada mau telepon atau ngajak ketemu langsung. Tidak. Padahal sejarahnya sebelum menjadi sekda Provinsi Jawa Barat, beliau adalah Sekda Sumedang. Ketika ingin jadi sekda Sumedang, dia memelas tengah malam ke rumah saya," kara Erwan.

"Bupati saat itu tidak mau Herman menjadi Sekda. Saya tiga kali lobi bupati untuk menerima saudara Herman jadi sekda. Sampai jadi sekda. Sekarang sudah jadi sekda ke Sumedang, terus jadi Sekda Provinsi," sambungnya.

3. Akui keretakan dengan Herman

IMG-20250630-WA0054.jpg
Wagub Jabar Erwan Setiawan (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Erwan pun tidak membantah adanya keretakan hubungan dengan Herman, bahkan dia mengklaim belum pernah bertemu langsung meski ruangan kerja berada di lantai yang sama di Gedung Sate.

"Memang, ada keretakan, kenyataan, saya di ruang, Sekda di ruang sana satu lantai, saya ngelewatin tidak ada," kata Erwan sembari menunjuk ruang kerja Herman dengan nada tinggi.

"Bukan tidak boleh kerja di lapangan, Tetapi, Ya Sekda itu kan seharusnya mengkoordinasi, rapim dengan kepala dinas, bagaimana mengkoordinasikan program-program yang dibuat oleh Pak Gubernur, oleh saya. Bukan di lapangan," jelasnya.

Dengan banyaknya Sekda turun ke lapangan, Erwan menilai hal itu sudah mengambil peran yang seharusnya dilakukannya. Bahkan, Erwan merasa tidak memiliki rasa takut ketika para warganet menyerangnya di media sosial.

"Tapi ya Sekda itu Jangan seperti itu loh. Jangan ambil alih kerjaan orang. Sementara kerjaan sendiri gak dikerjakan. Tong pujian, Mohon maaf. Saya selama ini diserang oleh netizen-netizennya, Sekda. Silakan serang lagi saya sekarang, Saya gak takut," tegas Erwan.

Disinggung soal peran Sekda Jabar di luar batas, Erwan membenarkan dan itu sudah beberapa kali terjadi lewat agenda yang seharusnya dihadiri oleh dirinya namun digantikan Herman.

"Sudah di luar batas. Saya katakan sudah di luar batas. Sudah di luar kewenangan-kewenangan dia. Terakhir kemarin, di Rindam (kelulusan siswa barak militer gelombang kedua). Itu kan bukan juga seorang Sekda di Rindam. Orang bisa menilai," ujar Herman.

Erwan sendiri memastikan belum berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengenai persoalan ini.

"Saat ini Pak Gubernur masih di lapangan. Masih ini Pak Gubernur belum pernah memanggil saya ataupun sekda untuk diselesaikan seperti apa," kata dia.

4. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebut Sekda Jabar petarung

WhatsApp Image 2025-06-17 at 12.34.15 (3).jpeg
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Hotel Borobudur Jakarta Pusat (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Diketahui, keretakan keduanya mulai muncul di publik saat Erwan menyentil Sekda Herman Suryatman dalam rapat paripurna DPRD Jabar, Kamis (19/6/2025). Erwan menuding, Sekda jarang hadir dalam rapat paripurna hingga jarang berada di kantor.

"Dan juga sekalian tanyakeun kamana wae (tanyain kemana aja) Sekda gitu," kata Erwan disambut tepuk tangan anggota DPRD yang menghadiri rapat paripurna.

"Selama saya paripurna mewakili Pak Gubernur belum pernah saudara Sekda hadir dan sekarang pun di kantor nggak pernah ada, coba tanyakan yang terhormat anggota DPRD, terimakasih," lanjut Erwan.

Menanggapi hal itu, Herman menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan ketidakhadirannya karena sedang menjalankan tugas dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

"Hatur uninga, patali jadwal Pak Gubernur sareng disposisi beliau tiasa ditingal di update protokol. (Dikarenakan bentrok dengan jadwal pak gubernur dan disposisi beliau, bisa dilihat dilihat di update protokol)," jelasnya.

Sementara, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pun turut merespons hal ini. Dia mengatakan, saat kegiatan paripurna memang dirinya menugaskan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan. Hal ini dikarenakan Dedi memiliki tugas penting.

"Pada waktu kemarin tidak hadir paripurna, pada waktu itu saya lagi ada tugas kemudian di paripurna saya menugaskan wakil gubernur," kata Dedi usai menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Cimahi ke-24, Sabtu (21/6/2025).

Sementara, di saat bersamaan, ada kunjungan kerja Menteri Koordinator Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, serta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono ke lokasi bencana pergerakan tanah di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta.

"Ada Menko melihat bencana pergeseran tanah di Purwakarta. Saya harus nugasin siapa? Kalau Menko minimal harus didampingi Sekretaris Daerah, itu bagian dari menghormati pemerintah pusat. Jadi bagi tugas," sebut Dedi.

Dedi pun kemudian memuji sosok Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman yang dinilainya tidak hanya pandai mengurus administrasi pemerintahan.

"Sekda Jabar itu cerdas, pandai mengambil keputusan dan eksekutor. Biasanya Sekda itu administratif, nah Sekda Jabar itu bukan hanya administratif, dia berani dan pasang badan maju ke depan," katanya.

Lebih lanjut, Sekda Herman dikatakan Dedi memiliki latar belakang semi militer, karena merupakan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Herman juga diketahui pernah menjadi seorang tentara dengan menjabat sebagai Perwira Pertama pada Korem 163/Wirasatya, Kodam IX/Udayana, Bali pada 1992.

Setelah itu, Herman berlanjut menjadi Perwira Intelijen Kodim 1619/Tabanan, Kodam IX/Udayana, Bali pada 1993 - 1994. Ia juga diketahui Sekolah Perwira Wajib Militer di Pusat Pendidikan Infantri (Puadikif) Pusat.

"Jadi menang petarung, dia bukan hanya orang administratif, orang lapangan," ucapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us