Suasana pemudik di Jalur Nagreg Kabupaten Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Sebanyak 1,6 juta kendaraan tercatat melintasi wilayah Jawa Barat selama periode arus mudik Lebaran 2026. Pada puncaknya, jumlah kendaraan yang melintas mencapai sekitar 270 ribu unit. Hal tersebut disampaikan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan.
Rudi mengungkapkan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah Jawa Barat menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan rekapitulasi data periode 13-19 Maret 2026, berbagai indikator utama, mulai dari gangguan kamtibmas, kecelakaan lalu lintas, hingga kepadatan arus kendaraan mengalami perbaikan yang signifikan.
"Optimalisasi rekayasa lalu lintas turut berkontribusi terhadap kelancaran arus mudik. Tercatat, penerapan contra flow dilakukan sebanyak 22 kali dan pengalihan arus sebanyak 60 kali, ditambah sistem one way baik nasional maupun lokal," kata Rudi.
"Puncak arus mudik 2026 tercatat mencapai 270.315 kendaraan, meningkat 4,62 persen dibandingkan tahun 2025. Total volume kendaraan keluar Jakarta mencapai 1.692.528 kendaraan atau 48 persen dari total proyeksi," ungkapnya.
Selain itu, sejumlah gangguan kamtibmas juga mengalami penurunan signifikan. Pelanggaran tercatat turun drastis hingga 99,18 persen, sementara gangguan keamanan menurun sebesar 94,71 persen. Meski demikian, angka kejahatan mengalami kenaikan sebesar 35,11 persen, namun secara umum situasi dinilai tetap terkendali.