Jokowi dan Surya Paloh Bertemu, Ini Tanggapan Anies Baswedan

Bandung, IDN Times - Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, menimbulkan banyak pertanyaan. Musababnya, kedua tokoh ini kerap disangkut-pautkan pada dukungan yang berbeda antara Prabowo dan Anies Baswedan.
Terkait pertemuan tersebut, Anies Baswedan sebagai Calon Presiden yang diusung oleh Partai NasDem menegaskan sikapnya untuk tidak mengganti visi perubahan. Ia pun yakin, komitmen yang sama masih dipegang oleh partai koalisi.
“Baik-baik saja dan tidak melihat ada perubahan sikap, sikap tetap konsisten berada di dalam koalisi perubahan dan itu saya memandang tidak ada prediksi apa-apa,” katanya saat ditemui di kampus Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (19/2/2024).
1. Komunikasi dengan Surya Paloh masih terjaga baik

Meskipun tidak menjawab secara detail isi pembahasan antara Joko Widodo dan Surya Paloh, Anies memastikan komunikasi dengan Surya Paloh masih terjaga dengan baik.
“Selalu komunikasi (dengan Surya Paloh) dan tidak ada pergeseran posisi, sama sekali tidak ada dan pertemuan itu sesuatu yang biasa-biasa saja. (Isi pembahasan antara Surya Paloh dan Joko Widodo) Itu tanyakan langsung,” kata Anies.
2. Fokus ungkap kecurangan pemilu

Hasil rekapitulasi perolehan suara Pilpres 2024 masih berproses di pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU). Anies menyatakan timya masih mengumpulkan dugaan kecurangan dalam proses penghitungan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), termasuk sebelum pencoblosan.
“Kumpulkan semua kekurangan yang ada, dan jangan fokus pada kekurangan yang terjadi di TPS tapi juga praktik-praktik terjadi sebelum sampai ke TPS. Apakah itu sifatnya pengerahan, apakah itu sifatnya penekanan, apakah sifatnya pemberian imbalan, sesuatu yang dikerjakan pra ke TPS. Ini yang justru jangan dilewatkan,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
“Kalau yang di TPS saja tentu ada, tapi menurut saya yang seharusnya jadi perhatian itu peristiwa yang sebelum masuk ke TPS. Itu yang seharusnya jadi perhatian,” tutur Anies.
3. Koreksi akan terus dilakukan atas pemilu 2024

Menurutnya, upaya ini adalah bagian dari proses pembelajaran bagi semua pihak, termasuk kepada para penyelenggara Pemilu, baik KPU maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.
Calon Presiden nomor urut satu ini juga membuka ruang bagi siapapun yang ingin memberikan koreksi, termasuk bekerja sama dengan tim hukum Pasangan Capres nomer urut tiga, Ganjar-Mahfud.
“Semua yang ada laporkan saja. Saya tadi sampaikan Pemilu ada kelebihan dan ada kekurangan. Ada kelebihan kami syukuri, kekurangan kami koreksi. Dan kekurangan itu dikumpulkan saja sebagai bagian dari koreksi atas sistem ini, supaya ke depan kami bisa lebih baik lagi.
“Saya rasa semua berkomunikasi, tim hukum (pasangan capres satu dan tiga) yang leading sehingga mengumpulkan semua data-data, sehingga saya sampaikan seluruh masyarakat agar mengumpulkan yang dianggap apa-apa sebagai kekurangan, terutama sebelum terjadinya pencoblosan. Karena sebelum terjadi pencoblosan tidak pernah jadi perhatian, padahal di situlah perlu jadi salah satu perhatian utama,” tuturnya.


















