Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jenazah Kapten Inf. Zulmi Aditya Dimakamkan di TMP Cikutra Minggu Pagi
(Istimewa)
  • Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, prajurit TNI yang gugur di Lebanon, dimakamkan di TMP Cikutra pada Minggu pagi setelah jenazahnya tiba di Indonesia dan diserahkan secara kenegaraan.
  • Insiden terjadi saat tim pengawal UNIFIL melaksanakan tugas konvoi di Lebanon Selatan, menyebabkan Kapten Zulmi dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur serta dua prajurit lainnya luka-luka.
  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan para prajurit yang gugur mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa, santunan Asabri, beasiswa anak, serta hak penuh sesuai ketentuan militer.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tahun 2025

Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar mulai bertugas sebagai bagian dari pasukan perdamaian Indonesia di UNIFIL Lebanon bersama 755 prajurit lainnya.

29 dan 30 Maret 2026

Insiden ledakan ranjau darat terjadi di Lebanon Selatan, menewaskan Kapten Zulmi dan dua prajurit TNI lainnya serta melukai empat orang.

1/4/2026

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melayat ke rumah duka Kapten Zulmi di Cimahi dan menyampaikan bahwa almarhum akan menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa serta hak-hak prajurit gugur.

4/4/2026

Jenazah Kapten Zulmi tiba di Indonesia pukul 17.35 WIB, disambut dengan prosesi kenegaraan di Bandara Soekarno-Hatta, lalu dibawa ke rumah duka di Cimahi pada malam hari.

Minggu (4/4/2026)

Jenazah Kapten Zulmi dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan Cikutra Bandung pada pagi hari.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Jenazah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, prajurit TNI yang gugur saat bertugas di Lebanon, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra dengan prosesi militer dan penghormatan kenegaraan.
  • Who?
    Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, anggota Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL, bersama dua prajurit lain yang gugur; keluarga almarhum; Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto; serta jajaran TNI.
  • Where?
    Pemakaman dilakukan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung. Jenazah sebelumnya disemayamkan di rumah duka Cipageran, Kota Cimahi, setelah tiba dari Bandara Soekarno-Hatta.
  • When?
    Jenazah tiba di Indonesia pada Sabtu sore, 4 April 2026 pukul 17.35 WIB dan dimakamkan Minggu pagi, 5 April 2026. Insiden penugasan terjadi pada 29–30 Maret 2026 di Lebanon Selatan.
  • Why?
    Kapten Zulmi gugur akibat ledakan ranjau darat saat menjalankan tugas pengawalan konvoi dalam misi perdamaian UNIFIL di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Lebanon Selatan.
  • How?
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kapten Zulmi adalah tentara Indonesia yang kerja di Lebanon buat jaga perdamaian. Dia kena ledakan dan meninggal waktu tugas. Sekarang jenazahnya sudah dibawa pulang ke Indonesia dan disambut upacara. Keluarganya sedih tapi bangga. Minggu pagi dia dimakamkan di taman pahlawan, dan banyak orang datang kirim doa untuknya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemakaman Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Taman Makam Pahlawan Cikutra mencerminkan penghormatan negara terhadap dedikasi dan keberaniannya dalam misi perdamaian dunia. Prosesi kenegaraan, kehadiran Panglima TNI, serta jaminan hak dan beasiswa bagi keluarganya menunjukkan perhatian institusi terhadap pengorbanan prajurit dan komitmen menjaga kesejahteraan mereka yang ditinggalkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Jenazah, prajurit TNI tewas saat bertugas di Lebanon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, pada Minggu (4/4/2026). Pihak keluarga memastikan jenazah baru sampai di kediaman pada Sabtu malam.

Berdasarkan data yang diterima keluarga, jenazah Kapten Zulmi akan tiba di tanah air pada Sabtu (4/4/2026) pada pukul 17.35 WIB. Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, jenazah akan disambut dengan prosesi kenegaraan.

Setelah itu, jasad akan dibawa ke rumah duka yang terletak di Cipageran, Kota Cimahi, pada malam hari.

"Sabtu malam tiba di rumah duka ini di Cimahi. Keluarga insya Allah ke sana," kata perwakilan keluarga Kapten Zulmi, Risman Efendi.

1. Keluarga akan melangsungkan salat jenazah terlebih dahulu

(Istimewa)

Risman mengungkapkan, perwakilan keluarga akan menyambut langsung ketibaan rombongan pengantar jenazah di Jakarta. Nantinya, akan ada prosesi upacara militer dalam rangkaian penyerahan jenazah Kapten Zumli ke pihak keluarga di Jakarta.

"Katanya nanti akan diserahkan secara kenegaraan dulu sebelum nanti dibawa ke sini. Kami akan melakukan salat jenazah dan berangkat ke TMP Minggu pagi. Jadi dipersilakan yang mau ikut menyalatkan dan mengirim doanya untuk almarhum adik kami, Zulmi," kata dia.

2. Panglima TNI berikan hak prajurit kepada keluarga

(Istimewa)

Zulmi merupakan salah satu prajurit termasuk 756 prajurit perdamaian asal Indonesia yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) sejak tahun 2025 lalu.

Ia menjadi salah satu dari tiga anggota TNI yang gugur dalam insiden serangan dan terkena ranjau darat di Lebanon Selatan pada tanggal 29 dan 30 Maret 2026. Sementara empat prajurit lainnya mengalami luka-luka.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melayat ke rumah duka almarhum Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar di Kota Cimahi pada Rabu (1/4/2026). Dia datang bersama sang istri Evi Sophia Indra.

Agus menegaskan, Kapten Zulmi dan dua prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian akan mendapatkan hak sesuatu aturan. Selain itu, Agus memastikan almarhum akan menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB).

Selain Zulmi, ada dua orang prajurit lainnya yang gugur di Lebanon yaitu, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Rhomadhon. Dia memastikan, semuanya akan mendapatkan hak prajurit.

"Kami memberikan hak kepada prajurit yang gugur. Pertama akan memberikan KPLB kepada seluruh nya, kemudian hak lain dari Asabri 350 juta akan diberikan," ucap dia.

"Beasiswa juga untuk anak Rp30 juta, sekolah anaknya juga akan kami perhatikan sampai nanti besar. Gaji akan diberikan 12 penuh, 100 persen. Dan tabungan hari tua dihitung mulai berdinas di militer," kata Agus, Rabu (1/4/2026).

3. Tiga anggota TNI gugur saat bertugas di Lebanon

Tiga prajurit TNI yang gugur di dalam misi UNIFIL, Lebanon. (www.instagram.com/@tni_angkatan_darat)

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Aulia Dwi Nasrullah mengatakan, kronologi mengenai meninggalnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut terjadi pada saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.

"Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Ada pula dua prajurit lainnya mengalami luka yaitu Lettu Inf. Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St George Beirut, Lebanon," ujarnya belum lama ini.

Merespons insiden ini, TNI mengimbau agar prajurit yang bertugas mengutamakan keselamatan dan tetap meningkatkan kewaspadaan, sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP). Selain itu, TNI juga terus memantau perkembangan situasi di Lebanon serta menyiapkan langkah-langkah kontinjensi untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi lanjutan.

“TNI dalam melaksanakan penugasan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian tetap mengutamakan keselamatan prajurit dengan tetap meningkatkan kewaspadaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL. Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi, TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di daerah misi Lebanon," kata dia.

Editorial Team