Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jawa Barat Dinilai Unggul dalam Pengembangan Wisata Ramah Muslim
Puluhan Ribu Warga Salat Idul Adha Perdana Masjid Al Jabbar (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Jawa Barat meraih penghargaan Most Promising Muslim-Friendly Region of The Year dalam ajang Halal In Travel - Global Summit 2026 di Singapura berkat pengembangan ekosistem wisata ramah Muslim.
  • Penilaian mencakup ketersediaan fasilitas ramah Muslim, dukungan pemerintah, kesiapan industri pariwisata, promosi ke pasar wisatawan Muslim, serta inovasi program pengembangan destinasi.
  • Pemprov Jabar juga menggelar Smiling West Java Muslim Friendly Tourism Award untuk mendorong penerapan standar wisata ramah Muslim dan berhasil menempati peringkat pertama Indonesia Muslim Travel Index 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2025

Jawa Barat meraih peringkat pertama dalam ajang Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 melalui program Smiling West Java Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) Award.

18 Juni 2026

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Iendra Sofyan menerima penghargaan Most Promising Muslim-Friendly Region of The Year dalam acara Halal In Travel - Global Summit 2026 di Singapura. Ia juga memaparkan strategi pengembangan wisata ramah Muslim Jawa Barat pada kesempatan tersebut.

kini

Jawa Barat dinilai unggul dan menjanjikan dalam pembangunan ekosistem wisata ramah Muslim berstandar internasional, serta terus mendorong peningkatan sektor pariwisata berbasis nilai-nilai Islam.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Provinsi Jawa Barat meraih penghargaan Most Promising Muslim-Friendly Region of The Year dalam ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026.
  • Who?
    Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan, menerima penghargaan tersebut mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
  • Where?
    Penghargaan diserahkan dalam acara Halal In Travel - Global Summit 2026 yang berlangsung di Singapura.
  • When?
    Acara penyerahan penghargaan berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026.
  • Why?
    Jawa Barat dinilai unggul karena memiliki layanan dan fasilitas ramah Muslim, dukungan pemerintah daerah, serta kesiapan industri pariwisata berstandar internasional.
  • How?
    Penilaian dilakukan berdasarkan skor GMTI dari Mastercard-CrescentRating melalui evaluasi ekosistem wisata, promosi pasar wisatawan Muslim, dan inovasi program pengembangan pariwisata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Jawa Barat dapat hadiah karena bagus bikin tempat jalan-jalan yang baik buat orang Muslim. Hadiahnya dikasih di Singapura, dan yang nerima namanya Pak Iendra. Katanya banyak hotel dan restoran di sana sudah siap buat wisatawan Muslim. Sekarang Jawa Barat mau terus bikin wisata makin nyaman dan ramah untuk semua pengunjung Muslim.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penghargaan yang diterima Jawa Barat sebagai Most Promising Muslim-Friendly Region of The Year menunjukkan keberhasilan nyata dalam membangun ekosistem wisata ramah Muslim yang terukur dan diakui secara internasional. Melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan inovasi program, provinsi ini berhasil mengoptimalkan potensi destinasi sekaligus memperkuat citra positif pariwisata berstandar global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Provinsi Jawa Barat menyabet penghargaan Most Promising Muslim-Friendly Region of The Year dari wilayah dalam negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OIC). Jabar dinilai paling menjanjikan terhadap pembangunan ekosistem wisata ramah Muslim berstandar internasional.

Adapun prestasi ini didapat melalui serangkaian penilaian seperti ketersediaan layanan dan fasilitas ramah Muslim, serta dukungan pemerintah terhadap pengembangan wisata ramah Muslim.

Selain itu, penilaian juga meliputi kesiapan industri pariwisata (hotel, restoran, destinasi, dan pelaku usaha), promosi ke pasar wisatawan Muslim, maupun inovasi program terkait pengembangan pariwisata.

1. Penghargaan didedikasikan untuk wisatawan yang datang ke Jabar

Bagian puncak kubah Masjid Raya Al Jabbar (aljabbar.jabarprov.go.id)

Penghargaan diterima Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan dalam event Halal In Travel - Global Summit 2026 di Singapura, Kamis 18 Juni 2026. Dalam kesempatan ini Kadisparbud Jabar sekaligus memaparkan strategi Jawa Barat dalam pengembangan wisata ramah Muslim.

"Penghargaan ini didedikasikan untuk semua wisatawan yang datang ke Jawa Barat. Penghargaan ini juga sekaligus untuk memotivasi peningkatan dan pengembangan pariwisata Muslim di Jawa Barat, dan tentu saja untuk mendukung penilaian tingkat nasional. Silakan datang ke Provinsi Jawa Barat," kata Iendra, dalam keterangan resminya yang diterima IDN Times.

2. Banyak penghargaan lainnya dari event tersebut

Shalat Idulfitri 1444 H di area plaza Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung (jabarprov.go.id)

Penghargaan yang diterima Jawa Barat termasuk dalam kategori Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards. Kategori tersebut berbasis pada skor GMTI dari Mastercard-CrescentRating (inisiator GMTI) yang mencakup penghargaan destinasi teratas, kota ramah Muslim, destinasi berkelanjutan, hingga destinasi ramah perempuan Muslim.

Selain itu, terdapat tiga kategori penghargaan lainnya dalam event Halal In Travel - Global Summit 2026. Ketiganya adalah Muslim-friendly Service Provider Awards, HalalTrip Travelers Choice Awards, dan juga Halal Travel Personalities of The Year.

3. Penduduk muslim di Jabar mencapai 67 persen

website Masjid Al Jabbar

Iendra menyampaikan Pemprov Jabar sudah mengadakan Smiling West Java Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) Award sebagai momentum untuk mendorong kabupaten/kota dalam menerapkan standar wisata ramah Muslim. Melalui kegiatan tersebut, Jawa Barat berhasil meraih peringkat pertama dalam ajang Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025.

"Jawa Barat adalah salah satu provinsi terbesar di Indonesia. Penduduk kami berjumlah 50 juta dan populasi Muslimnya ada sekitar 67 persen. Selain itu kami memiliki banyak destinasi, sehingga potensi yang ada tersebut kami optimalkan untuk pengembangan wisata ramah Muslim," katanya.

"Kami memetakan apa saja yang harus dipenuhi sebagai penilaian, baik dari pemerintah maupun stakeholder terkait lainnya," jelas Iendra.

Editorial Team

Related Article