Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah mengalami kekurangan tenaga guru. Hal tersebut diketahui berdasarkan pemetaan yang dilakukan pemerintah provinsi selama beberapa waktu kemarin, dan ditemukan stimasi kebutuhan mencapai sekitar 6.000 orang.
Kondisi tersebut pun turut menjadi bahasan utama DPRD Jabar dalam Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Pendidikan
Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung mengatakan, situasi kekurangan pengajar ini sudah dalam kondisi mendesak, dan dampaknya bahkan telah merambah hingga ke sekolah-sekolah unggulan, apalagi institusi pendidikan di daerah pelosok.
"Paling yang disorot sekarang itu adalah tentang kekurangan guru. Kekurangan guru ini ada pada titik kritis sebenarnya. Karena di sekolah-sekolah favorit saja gurunya sudah kekurangan, apalagi di sekolah-sekolah ini (di daerah)," ujar Yomanius, Selasa (4/8/2026).
