Jabar Diterjang Banjir dan Longsor, Tiga Kabupaten Kota Terdampak

Bandung, IDN Times - Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur beberapa wilayah Jawa Barat, Selasa (5/11/2024). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat ada tiga daerah yang turut terdampak bencana alam banjir dan longsor.
Adapun tiga daerah ini yaitu, Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung dan Kota Sukabumi. Pranata Humas Ahli BPBD Jabar Hadi Rahmat mengatakan, untuk peristiwa banjir di Kabupaten Garut ada di Kecamatan Cisurupan yang disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi.
"Banjir ini disebabkan oleh hujan berintensitas tinggi, yang menyebabkan air meluap ke jalan raya dan mengganggu akses lalu lintas. Material lumpur pasca banjir menyebabkan kendala sementara bagi kendaraan roda empat maupun roda dua," ujar Hadi saat dikonfirmasi.
Kemudian di Kota Sukabumi terdapat 53 titik banjir yang terlaporkan ke BPBD Jawa Barat. Sementara peristiwa longsor ada di Kebon Danas RT 02 RW 03 Kelurahan Karangtengah, dan peristiwa Tanggul Jebol ada di Gg gelatik II RT 04 RW 11 Kelurahan Gunpuy.
Kemudian, longsor terjadi di Tanjungsari RT 04 RW 04 Kelurahan Karangtengah, RT 03 RW 08 Kel Subangjaya Longsor, RT 05 RW 14 Kel Cisarua, RT 02 RW 09 Kelurahan Sriwidari, RT 02 RW 12 Kelurahan Karangtengah, RT 02 RW 03 kelurahan Cikole, Longsor menimpa rumah Jl.Pemuda Gg purwa RT04 RW07 kelurahan Tipar.
"Penyebabnya juga karena hujan Intensitas tinggi, ucapnya.
Untuk di Kabupaten Bandung banjir turut dirasakan masyarakat di wilayah Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung dengan total yang terdampak ada 50 KK dan 200 jiwa.
"Penyebab kejadian akibat hujan deras di wilayah Kabupaten Bandung, dan meningkatnya debit air sungai meluap ke pemukiman warga," kata dia.
Berdasarkan informasi yang diterima IDN Times, sebagian wilayah di Banjaran, Kabupaten Bandung juga turut terdampak. Air bahkan sampai masuk ke dalam, rumah warga.
Diketahui saat ini BPBD Jabar masih melakukan monitoring di berbagai wilayah lain termasuk yang kini terdampak. Hadi memastikan saat ini petugas masih ada yang berada di lapangan untuk melakukan penanganan.
"Banjir masih bertahan dibutuhkan bantuan dari BPBD untuk evakuasi warga mengungsi," kata dia.



















