Istrinya Diserang Netizen, Ridwan Kamil Beberkan Alasan Kasus HW Tak Diungkap

Bandung, IDN Times - Istri Gubernur Jawa Barat Atalia Praratya Kamil menjadi bulan-bulanan netizen terkait kasus pemerkosaan guru pesantren HW. Atalia diserang netizen karena tidak mengungkap kasusnya ke publik. Padahal, Bunda Forum Anak Daerah (FAD) Provinsi Jabar itu sudah mengetahui kasus ini sejak Mei 2021.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil alias Emil menyebutkan, tidak adanya penjelasan kepada publik terkait kasus ini karena untuk melindungi para korban secara psikologis.
"Kan sudah saya jawab dalam hukum acara pidana anak kewenangan merilis berita itu ada di kepolisian ya, ingat nggak kasus Renald Sinaga yang di Inggris kan diumumkan setelah sidang ketok palu. Jadi kalau nanyanya ke saya salah alamat kewenangan rilis tidak rilis kriminalitas itu adanya di kepolisian," kata Emil di Balaikota Bandung, Senin(13/12/2021).
1. Ridwan Kamil jelaskan di akun Instagram

Merespons pertanyaan itu, Emil mengatakan bahwa, kasus ini diketahui sejak Mei 2021 benar adanya. Semua yang menyangkut soal administrasi dari sekolah itu langsung dibekukan. Korban-korban juga langsung diberikan perlindungan.
"Sejak Mei diketahui kasusnya. Saat itu juga pelakunya langsung ditangkap. Makanya sekarang sudah di level diadili di pengadilan. Saat itu juga sekolahnya langsung ditutup. Anak-anak langsung diamankan oleh tim perlindungan anak melalui trauma healing dan hak pendidikannya," ujar Emil, melalui ciutan akun twitternya, dikutip Senin (13/12/2021).
2. Tidak diungkap publik karena berkaitan dengan korban yang banyak dibawah umur

Kemudian, Emil bilang bahwa kasus ini bukan merupakan kasus yang bisa langsung diekspos ke publik seperti pada kasus lain pada umumnya. Kasus ini menyangkut korban yang masih di bawah umur dan jumlahnya lebih dari satu orang.
"Dalam hukum acara pidana anak, polisi lah yang memutuskan tidak merilis berita di bulan Mei karena pertimbangan dampak psikis anak. Terima kasih semoga menjelaskan," katanya.
3. Atalia mengaku mengetahui dan mengawal kasus ini sejak lama

Sebelumnya, Atalia Kamil mengatakan bahwa mengetahui dan mengawal kasus ini sejak Mei 2021. Kemudian, masuk pada bulan Juni dirinya mengaku terus memantau perkembangan kasus ini.
"Saya sendiri sejak Juni 2021 secara langsung terus memantau dan berinteraksi dengan korban dan orang tuanya untuk memastikan anak-anak mendapatkan hak perlindungannya," kata Atalia di Kota Bandung Kamis (9/12/2021).
Menurut Atalia, para korban saat ini sudah kembali ke orang tuanya masing-masing dengan terus dipantau perkembangan psikisnya oleh tim trauma healing.
"Kami mengharapkan kerja sama dari media untuk sama-sama melindungi korban dari dampak-dampak lain, Kejadian biadab ini juga sudah ditangani oleh UPTD PPA Jabar bersama dengan PPA Polda Jabar sejak 27 Mei 2021, bekerja sama dengan kota dan kabupaten terkait," kata dia.



















