Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Idul Adha 2026, Kebutuhan Sapi di Jabar Tembus 120 Ribu Ekor
Ilustrasi hewan kurban. (FOTO: IDN Times)
  • Kebutuhan hewan kurban di Jawa Barat untuk Idul Adha 2026 diproyeksikan naik sekitar 20 persen, dengan permintaan sapi mencapai 120 ribu ekor dan domba sekitar 223.800 ekor.
  • Sebagian besar pasokan hewan kurban, sekitar 70 persen, masih berasal dari luar Jawa Barat seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
  • Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan kurban menurun signifikan berkat program vaksinasi dua kali setahun, menyisakan sekitar 200 kasus aktif dari total 450 ribu hewan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2017

DKPP Jawa Barat mencatat peningkatan kebutuhan hewan kurban mulai terjadi sejak tahun 2017.

Januari–Maret

Pelaksanaan periode pertama bulan vaksinasi untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan kurban di Jawa Barat.

Juli–September

Pelaksanaan periode kedua bulan vaksinasi PMK sebagai bagian dari strategi pengendalian penyakit di Jawa Barat.

17 April 2026

Hingga tanggal ini, sekitar 450 ribu ekor hewan kurban telah masuk ke Jawa Barat dengan sekitar 500 kasus aktif PMK yang terdeteksi.

30 April 2026

Suprijanto dari DKPP Jabar menyampaikan proyeksi kebutuhan sapi untuk Idul Adha 2026 mencapai 120 ribu ekor, naik dibandingkan tahun sebelumnya. Ia juga menjelaskan bahwa pasokan sapi dari luar provinsi sudah berlangsung sejak tiga bulan sebelumnya.

Idul Adha 2026

Diproyeksikan kebutuhan hewan kurban di Jawa Barat meningkat, dengan total sekitar 450 ribu ekor hewan akan didistribusikan, mayoritas menuju Kota Bandung.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kebutuhan hewan kurban di Jawa Barat untuk Idul Adha 2026 diproyeksikan meningkat sekitar 20 persen, dengan total kebutuhan sapi mencapai sekitar 120 ribu ekor dan total hewan kurban sekitar 450 ribu ekor.
  • Who?
    Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet, Suprijanto, menyampaikan proyeksi peningkatan kebutuhan serta kondisi kesehatan hewan kurban.
  • Where?
    Pendistribusian hewan kurban berlangsung di wilayah Jawa Barat, dengan mayoritas pengiriman menuju Kota Bandung. Sebagian besar pasokan berasal dari luar provinsi seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Kamis, 30 April 2026. Proyeksi berlaku untuk pelaksanaan Idul Adha tahun 2026 dengan proses distribusi hewan berlangsung sejak Januari hingga pertengahan April tahun yang sama.
  • Why?
    Peningkatan kebutuhan terjadi karena tren kenaikan permintaan hewan kurban setiap tahun sejak 2017. Selain itu, strategi vaksinasi rutin membantu menekan kasus penyakit mulut dan kuku sehingga pasokan tetap stabil.
  • How?
    Kebutuhan dipenuhi melalui kombinasi pasokan lokal sebesar 20–30 persen
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Nanti waktu Idul Adha tahun 2026, orang di Jawa Barat butuh banyak hewan buat kurban. Katanya sapi yang dibutuhkan bisa sampai seratus dua puluh ribu ekor, lebih banyak dari tahun lalu. Domba juga naik banyak, tapi kambing malah sedikit turun. Banyak sapi datang dari luar Jawa Barat. Sekarang penyakit hewan sudah sedikit karena ada suntik vaksin dua kali setahun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kenaikan kebutuhan hewan kurban di Jawa Barat menunjukkan dinamika positif sektor peternakan dan meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang Idul Adha 2026. Upaya Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan dalam menerapkan strategi vaksinasi dua kali setahun juga terbukti efektif, terlihat dari menurunnya kasus penyakit mulut dan kuku secara signifikan serta meningkatnya kesiapan peternak menghadapi musim kurban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Kebutuhan hewan kurban untuk Idul Adha 2026, diprediksi mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat melihat kebutuhan hewan kurban tahun ini berpeluang naik 20 persen.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DKPP Jabar, Suprijanto mengatakan, peningkatan kebutuhan hewan kurban di Jabar telah mengalami peningkatan sejak 2017.

"Proyeksi kita, ada kenaikan untuk sapi itu 21 persen. Tahun lalu sekitar 100 ribuan, proyeksinya 2026 ini 120 ribuan," kata Suprijanto saat dihubungi, Kamis (30/4/2026).

1. Jabar masih mengandalkan hewan kurban dari luar provinsi

ilustrasi hewan kurban (unsplash.com/suvrajit)

Selain sapi, permintaan untuk domba juga berpotensi akan mengalami peningkatan di tahun ini. DKPP Jabar melihat peluang kenaikannya berada di kisaran 19 persen atau sekitar 223.800 hewan pada tahun ini.

"Kambing diproyeksikan turun, sekitar lima persen. Dari sebelumnya Rp63 ribuan, sekarang Rp60 ribuan," kata dia.

Meski begitu, Suprijanto menyampaikan, Jabar belum mampu memenuhi kebutuhan hewan kurban secara mandiri, dan membutuhkan beberapa dari luar provinsi lainnya.

"Sebanyak 70 persen masih dipasok dari luar Jabar, di antaranya dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Sapi dari 120 ribu, proyeksi kita estimasinya itu sekitar 20-30 persen dari dalam Jawa Barat. Nah yang 70 persen memang dipasok dari luar. Itu sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu," tuturnya.

2. Kota Bandung paling banyak permintaan hewan kurban

ilustrasi hewan kurban (unsplash.com/Afnizar Nur Ghifari)

Suprijanto melanjutkan, dari sekitar 450 ribuan hewan yang akan didistribusi untuk kurban Idul Adha tahun ini, mayoritas menuju Kota Bandung, dibandingkan beberapa daerah lainnya yang ada di Jawa Barat.

Sementara, mengenai kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan kurban, dia mengatakan, pada tahun ini tidak semasif sebelumnya, karena adanya perubahan strategi yang dilakukan dalam dua tahun terakhir.

"Strateginya itu namanya bulan vaksinasi. Ada dua kali setahun. Januari-Maret sama Juli-September. Itu ternyata, alhamdulillah cukup berhasil," ucapnya.

3. Kasus PMK sudah menurun

Ilustrasi hewan kurban. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dengan begitu, dari proyeksi sebanyak 450 ribuan ekor hewan kurban yang masuk Jabar dari Januari hingga 17 April 2026, hanya ada sekitar 500 kasus aktif untuk PMK.

"Penularannya itu sekarang sudah tidak masif lagi. Dengan strategi yang benar, bisa kita kendalikan si penyakitnya itu. Di Jawa Barat itu tinggal 200-an kasus. 200 dibanding 450 ribu kan kecil," ucapnya.

Adapun 200 kasus ini, lanjut Suprijanto, terjadi di sejumlah daerah dan sudah bisa dikendalikan oleh para peternak.

"Macam-macam, tersebar dan tidak banyak juga. Peternak sekarang sudah mulai pinter kok," katanya.

Editorial Team