Harga Plastik Naik, Disperindag Jabar Sarankan Kualitas Ditipiskan

- Harga bahan baku plastik naik akibat konflik di Timur Tengah, membuat harga plastik di Jawa Barat ikut melonjak dan dikeluhkan masyarakat.
- Disperindag Jabar mencari alternatif pemasok dari negara lain seperti Amerika Serikat dan India untuk menjaga pasokan bahan baku tetap aman.
- Pemerintah mendorong pelaku usaha menipiskan ketebalan plastik, memakai bahan daur ulang atau organik, serta mengimbau masyarakat membawa tas belanja sendiri.
Bandung, IDN Times - Harga bahan baku pembuatan plastik mengalami kenaikan signifikan karena terdampak eskalasi konflik di Timur Tengah. Kondisi ini membuat harga plastik naik dan turut dikeluhkan masyarakat termasuk di Jawa Barat.
Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat sudah mengamati terjadinya kenaikan ini dan menghasilkan beberapa rekomendasi yang bisa dilakukan agar menjaga stabilitas harga.
"Beberapa hal yang sudah kami upayakan, pertama tentu saja in line dengan kebijakan dari pemerintah pusat bahwa kita akan melakukan diversifikasi supplier impor," ujar Kepala Disperindag Jawa Barat, Nining Yuliastiani saat dikonfirmasi, Sabtu (11/4/2026).
1. Mencari bahan plastik dari negara lain

Disperindag Jabar kini sedang menginisiasi dan melakukan fasilitasi business marching untuk supplier atatif negara lain. Mengingat, Nining menyampaikan, beberapa supplier yang biasanya mengekspor bahan plastik kini dibatasi.
Seperti di China, Vietnam, Thailand, Malaysia yang biasanya menjadi importir bahan baku dari plastik ke wilayah Jabar, kata Nining, saat ini tengah menahan diri untuk memprioritaskan kebutuhan domestik.
"Maka kami sekarang sedang mencari potensi-potensi negara lain yang memiliki produksi yang cukup tinggi untuk ekspor seperti Amerika Serikat, India," kata dia.
2. Ketersediaan dipastikan masih dalam kondisi aman

Sampai saat ini, Disperindag Jabar masih mengidentifikasi negara-negara mana yang memungkinkan memiliki produksi cukup tinggi untuk bahan baku plastik, dan kemungkinan bisa diekspor ke Jabar.
"Jadi kami akan menghubungkan pihak yang membutuhkan untuk kemudian kami hubungkan dengan produsen yang ada di negara lain," ucapnya.
Meski harga plastik saat ini naik harga, Nining memastikan, berdasarkan pantauan langsung ke beberapa produsen stoknya dipastikan masih aman. "Berkaitan dengan monitoring terkait dengan pasokan dan harga. Stok sejauh ini masih aman, tapi memang harga naik," kata Nining.
3. Masyarakat bisa bawa kantong belanja sendiri

Langkah terakhir yang bisa dilakukan untuk menekan kenaikan harga plastik dan juga bahan baku, Nining menyarankan agar para pelaku usaha memiliki inisiatif untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Misalnya, bisa dengan mengurangi ketebalan plastik.
"Kemudian yang berikutnya yang kami lakukan adalah mendorong pelaku usaha untuk melakukan penyesuaian berkaitan misalnya kemasan plastik sekarang ketebalannya dipertipis sehingga bisa lebih murah dalam biaya produksinya," katanya.
Selain itu, pengusaha bisa menggunakan alternatif bahan lain selain biji plastik murni dengan yang daur ulang. Langkah tersebut menurut Nining bisa dilakukan dalam situasi seperti saat ini.
"Kami mendorong recycle plastik di mana sebenarnya sudah ada industri yang saat ini me-recycle plastik yang ada untuk kemudian diproduksi kembali dengan kualitas yang cukup baik. Itu juga kami akan mendorong untuk mereka bisa ditingkatkan produksinya," tuturnya.
Tidak kalah penting dalam situasi ini yaitu bahan organik. Nining menjelaskan, bahan tersebut sebelumnya sudah banyak digunakan dengan kualitas baik, namun harga jual memang tengah tinggi. Saat ini, hal tersebut bisa menjadi momentum untuk bersaing.
"Selama ini kami sering melihat plastik yang terbuat dari jagung kemudian dari singkong, tapi waktu itu harganya lebih mahal dibanding plastik yang konvensional. Dengan posisi sekarang ini harga plastik yang cukup tinggi, kemungkinan nanti mereka bisa berkompetisi," jelasnya.
Bagi masyarakat, Nining mengimbau, bisa memilih menggunakan cara alternatif lainnya yaitu membawa tas belanjanya sendiri.
"Kami mendorong adanya transformasi model konsumsi. Cukup baik juga apabila kemudian masyarakat membawa sendiri kantong plastik atau kemudian mereka menerapkan refill reduce," kata dia.


















