Gedung MUI Sukabumi Disegel, Pembayaran Rp165 Juta Mandek

- Proyek pembangunan Gedung MUI Sukabumi disegel oleh subkontraktor karena sisa pembayaran Rp165 juta belum dilunasi meski pekerjaan paving sudah selesai sejak akhir 2025.
- Subkontraktor dan kontraktor utama saling lempar tanggung jawab soal pelunasan, dengan kontraktor mengklaim belum dibayar penuh oleh MUI sementara pihak MUI menyatakan pembayaran sudah tuntas.
- Meskipun proyek lain di gedung masih berjalan, subkontraktor memblokir akses dan melarang aktivitas hingga pembayaran diselesaikan sebagai bentuk protes atas keterlambatan pelunasan.
Kabupaten Sukabumi, IDN Times - Proyek pembangunan Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi di kawasan Pusbang Dai Cikembang, Kecamatan Cikembar, kini tersendat. Bangunan yang seharusnya sudah bisa dimanfaatkan itu justru disegel oleh subkontraktor akibat persoalan pembayaran yang belum rampung.
Penyegelan dilakukan oleh Agus Pratama Ibrahim, Direktur CV Ellegar Pratama Mandiri. Ia merupakan pihak yang mengerjakan pengurugan, pemadatan, hingga pemasangan paving block di area gedung tersebut.
Mengacu pada Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor: 1201/SPK/Pav-PG.MUI/XII/2025, perusahaannya ditunjuk oleh kontraktor utama, CV Sayaka Berkah Utama, untuk mengerjakan proyek senilai Rp227.250.000.
“Untuk pekerjaan paving sudah selesai dan pembayaran belum pelunasan 100 persen kepada saya, tapi baru 30 persen. Iya, sisanya tinggal Rp165 juta lagi,” kata Agus, Senin (13/4/2026).
1. Pekerjaan sudah rampung sejak akhir 2025

Agus menjelaskan, proyek tersebut mulai dikerjakan pada 15 Desember 2025 dan telah selesai sebelum pergantian tahun. Namun hingga April 2026, sisa pembayaran tak kunjung diterima.
"Kondisi ini membuat kami dirugikan, baik secara materi maupun moril, karena pekerjaan telah diselesaikan sesuai kesepakatan," ujarnya.
2. Pembayaran disebut saling lempar antara kontraktor dan MUI
Agus mengungkapkan adanya kebingungan terkait pihak yang bertanggung jawab atas pelunasan. Ia menyebut kontraktor utama beralasan belum menerima pembayaran penuh dari pihak MUI.
“Setiap saya hubungi kontraktor utama (CV Sayaka Berkah Utama), mereka berdalih belum dibayar oleh MUI sebesar 25 persen. Tapi saat saya konfirmasi ke pihak MUI, mereka menyatakan pembayaran ke kontraktor sudah selesai 100 persen,” tuturnya.
3. Proyek lain tetap berjalan, tapi pembayaran lama mandek

Yang membuatnya semakin kecewa, di dalam gedung tersebut masih berlangsung pekerjaan lain seperti pengecatan, pemasangan plafon, hingga instalasi listrik. Sementara itu, pekerjaan yang ia tangani justru belum juga dilunasi.
“Sampai hari ini pihak kontraktor bahkan memblokir nomor saya. Karena tidak ada kejelasan, saya lakukan penyegelan. Saya tekankan, tidak boleh ada kegiatan di gedung MUI sebelum ada pelunasan,” ujarnya.












![[QUIZ] Bayar Pajak Kendaraan Masih Ribet? Kamu Tim Sabar atau Ngeluh?](https://image.idntimes.com/post/20260409/upload_60d879d09997de12edf45896bd4ba167_b97c087d-5d71-4e82-ae83-0ce3bdcb5df3.jpg)

![[QUIZ] Harga Plastik Naik, Kamu Tim Bawa Tas Sendiri atau Tetap Beli?](https://image.idntimes.com/post/20260407/upload_629fdb4b211917d50bde711d6c90df68_e54a85ee-3dde-4bd9-a9c4-bb1e3332f64c.jpg)
![[QUIZ] Wisatawan Lebih Banyak Main ke Masjid Al-Jabbar, Kamu Tipe yang Mana?](https://image.idntimes.com/post/20240419/cover-dd2f8bcbad24ce4a18fd52d810b5de08.png)
![[QUIZ] Anggaran Rp15,8 M untuk Penataan Plaza Depan Gedung Sate, Kamu Tim Setuju atau Ngelus Dada?](https://image.idntimes.com/post/20260330/upload_a0e151ab039a77602c64e22bacbc50b2_5060327a-513b-4f4e-b0aa-e0cba394b03c.jpg)
![[QUIZ] ASN WFH, Pimpinan Wajib Gowes Tiap Jumat. Kamu Tim Ikut atau Mager?](https://image.idntimes.com/post/20260401/upload_a07b2c4b0d697516457420e6de22de3f_f3b9a1d3-dfa8-4547-b767-0506dbcb853f.jpeg)
![[QUIZ] BGN Gas Motor Listrik untuk SPPG, Tapi Menu MBG Masih Monoton. Kamu Tim Pro atau Kontra?](https://image.idntimes.com/post/20260209/upload_4b7ceda9f51df984bb7f55dda3b30c8b_cb392720-0884-4e02-86e2-f4d06bb6f1ec.jpeg)