Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fiskal Tertekan, KDM Bakal Pangkas Dinas hingga Biro di Jabar
Wajah baru Gedung Sate di era kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil
  • Pemprov Jawa Barat akan memangkas jumlah biro, dinas, badan, dan jabatan untuk menekan belanja operasional serta mengalihkan anggaran ke pembangunan dan layanan dasar masyarakat.
  • BUMD Jawa Barat yang berdiri sendiri akan digabung dalam holding Sangga Buana, sementara Bank BJB dikecualikan dari skema perampingan tersebut.
  • APBD Jabar tertekan oleh defisit Rp5,7–Rp5,9 triliun, tunggakan DBH, dan proyeksi pendapatan turun menjadi Rp27,8 triliun; pemerintah menyiapkan pinjaman daerah Rp3,4 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Juli

Kementerian Keuangan semula menjanjikan pencairan Dana Bagi Hasil untuk Jawa Barat.

Agustus

Pencairan Dana Bagi Hasil yang dijanjikan pada Juli mengalami keterlambatan hingga Agustus. Pemerintah pusat mencairkan sekitar Rp19 miliar dari tunggakan pajak Rp1,22 triliun.

Kamis (20/8/2026)

Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan Pemprov Jawa Barat akan merampingkan jumlah lembaga, badan, dinas, dan biro. Sejumlah BUMD juga akan diholding menjadi Sangga Buana, kecuali Bank BJB.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemprov Jawa Barat berencana merampingkan biro, dinas, badan, dan BUMD untuk menekan belanja operasional serta mengalihkan anggaran ke pembangunan dan layanan dasar masyarakat.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Pemprov Jawa Barat, Sekretaris Daerah Herman Suryatman, serta BUMD Jawa Barat terlibat dalam rencana restrukturisasi.
  • Where?
    Restrukturisasi akan diterapkan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk BUMD yang akan dihimpun dalam holding Sangga Buana; Bank BJB dikecualikan.
  • When?
    Rencana tersebut disampaikan Dedi Mulyadi pada Kamis, 20 Agustus 2026. Jadwal pelaksanaan perampingan hingga saat ini belum ada kepastian.
  • Why?
    Langkah ini dipertimbangkan karena tekanan fiskal, defisit APBD sekitar Rp5,7-Rp5,9 triliun, koreksi proyeksi pendapatan, serta keterlambatan pencairan Dana Bagi Hasil pemerintah pusat.
  • How?
    Jumlah lembaga, badan, dinas, dan biro akan dikurangi untuk menghemat tunjangan, pemeliharaan kantor, utilitas, kendaraan, ATK, perjalanan dinas, dan bahan bakar. Pemprov juga menyiapkan pinjaman daerah Rp3,4 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mau mengurangi jumlah dinas dan biro pemerintah. Ini supaya uang untuk kantor, listrik, mobil, dan perjalanan bisa dihemat. Uangnya mau dipakai untuk membantu warga dan membangun Jawa Barat. Uang daerah sedang berkurang, jadi pemerintah juga ingin meminjam uang untuk tetap menjalankan pembangunan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rencana perampingan di Jawa Barat menunjukkan upaya menata birokrasi agar lebih fungsional di tengah tekanan fiskal. Pengurangan biaya jabatan dan operasional membuka ruang anggaran yang lebih besar bagi pembangunan serta peningkatan layanan dasar masyarakat, sementara penggabungan BUMD dalam holding juga mencerminkan dorongan menuju pengelolaan kelembagaan yang lebih terintegrasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana merampingkan struktur organisasi kepemerintahan dari biro hingga dinas di tengah tekanan kondisi fisikal daerah. Perampingan ini juga dilakukan untuk mengurangi belanja operasional pemerintah, dan anggaran akan difokuskan ke peningkatan layanan dasar masyarakat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM mengatakan, restrukturisasi organisasi diarahkan untuk membentuk pemerintahan dengan struktur yang lebih ramping, tetapi memiliki fungsi yang lebih besar.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus melakukan upaya restrukturisasi organisasi perangkat pemerintah atau menurunkan jumlah lembaga pemerintah, jumlah badan, jumlah dinas, dan jumlah biro," kata KDM dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

1. Miskin struktural tapi kaya fungsi

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Prinsip yang akan diterapkan oleh KDM yaitu miskin struktur, kaya akan fungsi. Dia menilai, perampingan struktur juga akan mengurangi berbagai komponen belanja yang mengikuti keberadaan jabatan dan organisasi pemerintahan.

Mulai dari tunjangan jabatan, biaya pemeliharaan gedung kantor, listrik, air, kendaraan, alat tulis kantor (ATK), perjalanan dinas hingga pembelian bahan bakar.

"Penurunan ini bertujuan untuk merampingkan struktur jabatan yang miskin struktur, kaya akan fungsi. Sehingga akan terjadi alokasi anggaran semakin bertambah untuk kepentingan pembangunan," ujarnya.

2. BUMD pun akan dirampingkan

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

KDM mengatakan, penghematan tersebut akan diarahkan untuk pembangunan di Jawa Barat sehingga pelayanan dasar masyarakat dapat terus ditingkatkan. Dengan demikian, efisiensi birokrasi tidak hanya ditujukan untuk mengecilkan organisasi, tetapi juga memastikan belanja pemerintah lebih banyak dimanfaatkan masyarakat.

Selain itu, Pemprov Jabar akan turut merampingkan sejumlah BUMD yang saat ini berdiri sendiri. Perampingan akan digabung dalam satu kelembagaan holding bernama Sangga Buana. Bank BJB menjadi satu-satunya BUMD yang dikecualikan dari skema tersebut.

"BUMD yang jumlahnya banyak akan diholding menjadi satu kelembagaan BUMD namanya Sangga Buana, kecuali BJB," katanya.

3. Fiskal Jabar tertekan karena DBH tidak cair sepenuhnya

ilustrasi APBD (IDN Times/Aditya Pratama)

Sebagaimana diketahui, kondisi APBD Jabar sempat mengalami defisit sebesar Rp5,7 hingga Rp5,9 triliun. Hal ini dipicu oleh pengurangan transfer ke daerah serta belum dicairkannya atau tertundanya Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.

Kemudian, hal ini diperparah dengan DBH yang mulanya dijanjikan oleh Kementerian Keuangan turun Juli, molor hingga Agustus. Pemerintah pusat pun mencairkan sekitar Rp19 miliar dari tunggakan pajak Rp1,22 triliun.

KDM mengatakan dari total tunggakan sekitar Rp1,22 triliun, saat ini baru sekitar Rp19 miliar yang telah masuk ke kas Pemprov Jabar. Dia berharap nantinya pemerintah pusat bisa kembali mengirimkan kembali sisa yang belum dibayarkan.

"Kan dari Rp1,2 triliun kemarin sudah masuk tuh sekarang ke kas daerah sebesar kalau tidak salah Rp19 miliar. Dari Rp1,2 triliun sudah masuk Rp19 miliar, mudah-mudahan sisanya nanti masuk kembali," katanya.

Sementara, Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman sebelumnya mengatakan pendapatan daerah diproyeksikan terkoreksi dari Rp30,1 triliun menjadi Rp27,8 triliun.

Selain penyesuaian DBH, penurunan pendapatan juga dipengaruhi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya yang bersumber dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Herman mengatakan, meningkatnya penggunaan kendaraan listrik turut berdampak terhadap penerimaan pajak kendaraan karena adanya kebijakan relaksasi.

"Pendapatannya ini menurun, dari Rp30,1 triliun menurun ke Rp27,8 triliun. Karena kemungkinan Pendapatan Asli Daerah terutama yang bersumber dari PKB, itu ada penurunan seiring dengan semakin meningkatnya atensi masyarakat menggunakan kendaraan listrik," kata Herman.

Di sisi lain, kapasitas fiskal Jawa Barat disebut meningkat dari Rp30,5 triliun menjadi Rp31,4 triliun. Namun, pemerintah tetap membutuhkan stimulus fiskal untuk menjaga kinerja pembangunan di tengah koreksi pendapatan.

"DBH kurang bayar juga menyesuaikan dengan kapasitas fiskal di pusat, kemungkinan tidak terealisasi. Sehingga pendapatan terkoreksi dari Rp30,1 triliun ke Rp27,8 triliun," ujarnya.

Kondisi tersebut turut menjadi pertimbangan Pemprov Jabar dalam menyiapkan skema pembiayaan melalui pinjaman daerah sebesar Rp3,4 triliun untuk menutup kesenjangan antara pendapatan dan belanja serta menjaga keberlanjutan program pembangunan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article