Ekosistem EGGM Gabungkan Teknologi dan Aksi Sosial Lingkungan

- EGGM resmi diluncurkan di Jakarta sebagai ekosistem digital yang menggabungkan teknologi, aksi sosial, dan lingkungan melalui kolaborasi PT Eggmpire Bumi Lestari, PT Eggcologic, serta Yayasan Equator Bumi Lestari.
- Setiap partisipasi dalam EGGM terhubung dengan aksi nyata seperti penanaman pohon dan distribusi telur bergizi, memadukan prinsip Planet, People, Profit secara cepat dan transparan.
- EGGM menargetkan penanaman 600 ribu pohon dan distribusi tiga juta telur dalam enam bulan ke depan, dengan visi ekspansi berkelanjutan hingga tahun 2030.
Bandung, IDN Times - Upaya mengintegrasikan teknologi digital dengan aksi nyata di sektor lingkungan dan sosial terus berkembang. Salah satu inisiatif terbaru datang dari peluncuran EggMpire Token (EGGM), yang diperkenalkan sebagai ekosistem berbasis digital dengan dampak langsung di dunia nyata.
Soft launch EGGM dilakukan pada 27 Februari 2026 di kawasan SCBD, Senayan, Jakarta. Inisiatif ini digagas oleh PT Eggmpire Bumi Lestari bersama PT Eggcologic Bumi Lestari dan Yayasan Equator Bumi Lestari.
EGGM dirancang untuk menjawab kebutuhan program keberlanjutan yang dinilai perlu lebih cepat, transparan, dan berdampak langsung. Setiap partisipasi dalam ekosistem ini diklaim terhubung dengan aksi konkret seperti penanaman pohon dan distribusi telur bergizi kepada masyarakat.
Pendekatan tersebut memadukan aspek teknologi, ekonomi sirkular, hingga akses nutrisi dalam satu sistem yang terintegrasi.
1. Integrasi teknologi dan aksi lingkungan

Founder EGGM, Julius Robinson, menyampaikan bahwa ekosistem ini dibangun dengan prinsip Planet, People, Profit. Menurutnya, pendekatan keberlanjutan perlu bergerak lebih cepat dan terukur.
"Upaya peningkatan sosial dan climate action harus instan. Maka dari itu di dalam ekosistem EGGM, Sertifikat ESG keluar dalam hitungan detik dan aksi lingkungan dieksekusi dalam hitungan hari," kata Julius Robinson dalam acara soft launch EggMpire Token di kawasan SCBD, Senayan, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Melalui Yayasan Equator Bumi Lestari, penanaman puluhan ribu pohon telah dilakukan di sejumlah wilayah seperti Riau, Bandung Raya, Banten, Bali, hingga Muara Gembong Bekasi Laut. Model ini menghubungkan kontribusi digital dengan implementasi langsung di lapangan.
2. Ekonomi sirkular dan distribusi nutrisi

Di sektor produksi pangan, PT Eggcologic Bumi Lestari menjalankan peternakan dengan pendekatan ramah lingkungan. Salah satunya melalui pemanfaatan limbah organik menggunakan metode bio-konversi untuk meningkatkan efisiensi produksi.
Telur yang dihasilkan kemudian didistribusikan kepada masyarakat melalui program CSR mingguan. Penyaluran dilakukan ke panti asuhan, panti jompo, korban bencana, hingga program pencegahan stunting.
Skema ini disebut tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membantu mengurangi limbah serta memperluas dampak sosial bagi kelompok rentan.
3. Target jangka pendek dan ekspansi menuju 2030

Dalam enam bulan ke depan, EGGM menargetkan penanaman 600 ribu pohon dan distribusi tiga juta telur bagi masyarakat kurang mampu. Target jangka panjang hingga 2030 mencakup pengembangan peternakan berkelanjutan, peningkatan kapasitas produksi, serta perluasan dampak sosial dan lingkungan di berbagai wilayah.
Berbeda dari program CSR konvensional, ekosistem ini memungkinkan kontribusi dan dampak sosial tercatat secara langsung dan transparan melalui sistem digital yang terintegrasi.
"EGGM membuka kesempatan bagi perusahaan, komunitas, dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan keberlanjutan yang terintegrasi antara teknologi dan sektor riil," ujar Julius.
Dengan pendekatan tersebut, EGGM mencoba memadukan inovasi teknologi dengan aksi lingkungan dan distribusi pangan dalam satu kerangka keberlanjutan yang terukur.


















