Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
DKP Jabar Petakan Dampak Tumpahan 8.100 Ton Batu Bara di Pangandaran
ilustrasi batu bara (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

  • DKP Jawa Barat menangani tumpahan 8.100 ton batu bara dari tongkang Nautica 22 yang karam di perairan Pangandaran pada 16 Juni 2026.
  • Pemprov Jabar memanggil PT Trans Logistik Perkasa untuk memperbaiki tongkang dan membersihkan material batu bara yang mencemari area pantai.
  • DLH dan KLH bersama DKP Jabar melakukan pemetaan udara dengan drone serta pengujian kualitas air dan biota laut di enam titik terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
16 Juni 2026

Tongkang Nautica 22 yang membawa 8.100 ton batu bara karam di perairan Pantai Tanjung Cemara, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran. Muatan batu bara tumpah ke laut dan tidak ada korban jiwa.

17 Juni 2026

DKP Jawa Barat menerjunkan personel ke lokasi untuk investigasi awal dan mengukur tingkat kerawanan lingkungan akibat tumpahan batu bara.

21 Juni 2026

DKP Jawa Barat menggelar rapat koordinasi dengan DLH Jabar untuk membahas dampak lingkungan. DLH memutuskan melakukan pengujian berkala terhadap sampel kualitas air di sekitar lokasi kapal karam.

27 Juni 2026

Kepala DKP Jabar menyampaikan bahwa pihak perusahaan pemilik kapal telah berkomitmen memperbaiki tongkang dan membersihkan material batu bara di pantai. Pemprov Jabar bersama KLH dan DLH juga memulai pemetaan udara menggunakan drone serta pengambilan sampel air dan biota laut di enam titik strategis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tumpahan 8.100 ton batu bara terjadi akibat karamnya tongkang Nautica 22 di perairan Pantai Tanjung Cemara, Pangandaran, yang memicu penanganan lingkungan oleh DKP Jawa Barat dan instansi terkait.
  • Who?
    Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat, Dinas Lingkungan Hidup Jabar, KLH, PT Trans Logistik Perkasa sebagai pemilik kapal, serta nakhoda KM Titan 33 bernama Nur Alamsyah.
  • Where?
    Perairan Pantai Tanjung Cemara, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, meliputi area konservasi penyu hingga kawasan wisata seperti Pantai Batu Karas dan Batu Hiu.
  • When?
    Kapal karam pada Selasa, 16 Juni 2026. Penanganan awal dimulai sejak 17 Juni 2026 dan koordinasi lintas dinas berlangsung hingga akhir Juni 2026.
  • Why?
    Tongkang Nautica 22 mengalami karam sehingga muatan batu bara tumpah ke laut. Penyebab pasti karamnya kapal masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
  • How?
    DKP Jabar mengerahkan tim untuk investigasi lapangan, mengambil sampel air dan biota laut di enam titik, serta melakukan pemetaan udara dengan drone guna menilai dampak pencemaran secara objektif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ada kapal tongkang namanya Nautica 22 jatuh di laut Pangandaran dan batu baranya tumpah banyak sekali, sampai 8.100 ton. Banyak orang dari DKP Jawa Barat datang lihat dan cek lautnya. Mereka ajak DLH dan KLH juga buat ambil air dan lihat pakai drone. Sekarang mereka bersih-bersih pantai dan semua orang di kapal selamat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat DKP Jawa Barat menunjukkan kesigapan pemerintah daerah dalam menghadapi insiden lingkungan. Koordinasi dengan DLH dan KLH, penggunaan drone untuk pemetaan udara, serta pengambilan sampel di berbagai titik memperlihatkan pendekatan ilmiah dan transparan. Komitmen perusahaan memperbaiki tongkang dan membersihkan pantai menambah optimisme terhadap pemulihan kawasan tanpa korban jiwa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Barat ikut menangani insiden Tongkang Nautica 22 batubara yang karam di perairan Pantai Tanjung Cemara, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran pada Selasa (16/6/2026).

Akibat insiden tersebut tumpahan muatan batu bara sebesar 8.100 ton tumpah di perairan Pangandaran. Diketahui, tongkang dengan berat kotor 3.816 Gross Tonnage (GT) tersebut merupakan bagian dari operasional kapal tunda KM Titan 33, yang dinakhodai Nur Alamsyah.

1. Pemprov Jabar panggil pemilik tongkang

Kepala DKP Jawa Barat, Rinny Cempaka mengatakan, telah menerjunkan personel ke lokasi kejadian sejak 17 Juni 2026 untuk melakukan investigasi awal dan mengukur tingkat kerawanan lingkungan.

"Kami memanggil pihak perusahaan pemilik kapal, PT Trans Logistik Perkasa, untuk menyepakati langkah penanganan jangka pendek. Perwakilan manajemen telah berkomitmen untuk segera memperbaikan fisik tongkang serta membersihkan material batu bara yang mengotori area pantai," kata Rinny dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/6/2026).

2. DLH Jabar cek kualitas air dampak insiden

DKP Jawa Barat juga menggelar rapat koordinasi khusus dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada Jumat 21 Juni 2026 untuk mengetahui dampak lingkungan yang disebabkan dari peristiwa ini.

Adapun hasilnya, DLH Jabar akan melakukan pengujian berkala terhadap sampel kualitas air di perairan sekitar lokasi terdamparnya kapal guna mengidentifikasi potensi polusi berbahaya bagi biota laut.

"Kami sudah berkoordinasi dengan DLH yang akan mengecek kualitas air sekitar lokasi kejadian untuk memastikan pencemaran terhadap ekosistem laut," ujarnya.

3. Pemerintah pusat turun tangan

Rinny menambahkan, Pemprov Jabar bersama tim dari KLH akan memetakan wilayah terdampak menggunakan pesawat nirawak atau drone. Hal itu bertujuan untuk memastikan objektivitas analisis laboratorium.

"Kami bersama KLH dan DLH melakukan pemetaan udara dengan drone untuk memperoleh gambaran spasial wilayah terdampak," ucapnya.

Selain itu, kata Rinny, petugas akan mengambil sampel air dan biota laut di enam titik strategis. Enam lokasi itu mulai dari budidaya ikan milik masyarakat dan kawasan konservasi penyu. Kemudian, wilayah Cagar Alam Pangandaran serta destinasi wisata utama yaitu Pantai Batu Karas, Pantai Batu Hiu, dan perairan sekitarnya.

"Kami akan melakukan survei dan wawancara dengan nelayan serta masyarakat sekitar untuk menggali informasi langsung terkait dampak yang mereka rasakan," tuturnya.

Sebagai informasi, dari peristiwa ini awak kapal beserta korban di dalamnya dalam kondisi selamat, dipastikan tidak ada korban jiwa yang meninggal dunia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article