Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dedi Mulyadi Usul Aparat Bersenjata Jaga Titik Rawan Begal di Bandung
Ilustrasi Begal. (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta aparat memperkuat pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan Jabar untuk menekan maraknya aksi kejahatan jalanan pada malam hari.
  • Dedi mengusulkan penempatan personel bersenjata di titik rawan begal serta mengajak masyarakat aktif menjaga keamanan lingkungan melalui patroli di tingkat RT dan RW.
  • Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto menegaskan tindakan tegas terhadap pelaku begal harus tetap menghormati hak asasi manusia dan dilakukan secara proporsional sesuai situasi lapangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
18 Juli 2026

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto memerintahkan jajaran kepolisian menindak tegas pelaku begal di wilayahnya. Ia menegaskan penindakan harus tetap menghormati hak asasi manusia dan asas praduga tak bersalah.

21 Juli 2026

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk memperkuat pengamanan di Bandung Raya dan seluruh wilayah Jawa Barat. Ia mengusulkan agar aparat bersenjata ditempatkan di titik rawan kejahatan serta mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan lingkungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Dedi Mulyadi mengusulkan agar aparat kepolisian bersenjata ditempatkan di titik-titik rawan begal di wilayah Bandung dan Jawa Barat untuk memperkuat pengamanan malam hari.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto serta jajaran kepolisian dari tingkat Polres hingga Polsek.
  • Where?
    Kota Bandung dan wilayah lain di Jawa Barat, termasuk area yang dianggap rawan kejahatan jalanan seperti pembegalan dan perampokan.
  • When?
    Pernyataan disampaikan Dedi Mulyadi pada Selasa, 21 Juli 2026, sementara Kapolda memberikan instruksi sebelumnya pada Sabtu, 18 Juli 2026.
  • Why?
    Usulan ini muncul karena meningkatnya aksi kejahatan jalanan saat malam hari yang menimbulkan keresahan masyarakat dan mengancam keamanan publik.
  • How?
    Dedi berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk menempatkan aparat bersenjata di titik strategis, meningkatkan patroli warga, serta menerapkan penindakan tegas namun tetap menghormati hak asasi manusia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Bandung banyak orang jahat di jalan malam-malam. Pak Dedi Mulyadi minta polisi jaga tempat yang bahaya supaya orang tidak takut. Polisi nanti bawa senjata dan patroli di kota dan desa. Pak Dedi juga bilang warga harus bantu jaga kampungnya. Sekarang polisi dan warga sama-sama mau bikin Bandung aman lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Usulan Dedi Mulyadi dan langkah Kapolda Jawa Barat menunjukkan sinergi positif antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat. Pendekatan yang menekankan pengamanan strategis sekaligus penghormatan terhadap hak asasi manusia mencerminkan upaya seimbang antara ketegasan dan kehati-hatian, sehingga rasa aman publik dapat dibangun tanpa mengabaikan prinsip keadilan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara mengenai maraknya aksi kejahatan jalanan saat malam hari di Kota Bandung. Dedi meminta agar aparat kepolisian bisa memperkuat pengamanan di seluruh wilayah guna mencegah aksi kejahatan tersebut.

Menurut Dedi, pengamanan harus ditetapkan secara penuh agar masyarakat merasa aman dan tidak waswas saat beraktivitas atau pulang bekerja di malam hari. Hal ini juga harus ditetapkan untuk seluruh wilayah Jabar tidak hanya di Kota Bandung.

"Selanjutnya saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan seluruh wilayah Jawa Barat," ujar Dedi, Selasa (21/7/2026).

1. Dedi Mulyadi minta aparat bersenjata ditempatkan di titik-titik rawan

Ilustrasi Begal. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Politis Partai Gerindra ini mengatakan, mengusulkan agar kepolisian dapat menempatkan personel dilengkapi dengan senjata di titik-titik yang dianggap rawan kejahatan.

Keberadaan aparat di lokasi strategis, kata dia, akan dapat mencegah aksi kriminal sekaligus membuat masyarakat merasa lebih tenang saat beraktivitas.

"Menempatkan aparat di titik-titik strategis bersenjata, ini usulan saya dan ini adalah bagian untuk menciptakan rasa nyaman dan rasa aman bagi warga masyarakat," katanya.

2. Permintaan ini juga diterapkan untuk seluruh wilayah Jabar

Ilustrasi begal (IDN Times/Mardya Shakti)

Selain memperkuat pengamanan dari aparat, Dedi juga mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan lingkungan. Dia menilai, peran warga sangat penting untuk mencegah tindak kriminal di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

"Untuk itu mari kita bersama-sama untuk menjaga keamanan lingkungan kita masing-masing Patroli di setiap RT-nya, di setiap RW-nya, di seluruh sudut-sudut strategis di wilayah kota dan desa yang menjadi potensi terjadinya akses pembegalan, perampokan, dan berbagai aksi kriminal lainnya yang meresahkan warga," tutur Dedi.

3. Kapolda Jabar perintahkan pelak begal ditindak tegas

Ilustrasi begal (IDN Times/Mardya Shakti)

Dedi menambahkan, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap gangguan keamanan lainnya seperti geng motor hingga aksi tawuran yang masih kerap terjadi.

"Termasuk geng motor dan tawuran antar anak muda maupun tawuran antar-orangtua. Saya ucapkan terima kasih, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat Jawa Barat," kata dia.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Irjen Pipit Rismanto menegaskan akan menindak tegas para pelaku begal yang bersaksi di wilayahnya. Dia juga memerintahkan seluruh jajaran kepolisian dari Polres hingga Polsek bisa ikut menindak langsung aksi begal tersebut.

Meski begitu, Pipit meminta penindakan yang dilakukan harus tetep menghormati hak asasi manusia. Artinya, tetap dengan koridor penindakan sesuai yang ada dalam kepolisian, dan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

"Saya perintahkan anggota untuk melakukan tindakan tegas dan terukur. Namun kepolisian juga harus menghormati hak asasi setiap orang," kata Pipit, Sabtu (18/7/2026).

Dia mendorong agar jajaran kepolisian di Polres hingga Polsek bisa jeli saat menangani kasus Begal. Jangan sampai, terjadi kesalahan yang berujung salah tangkap dan juga persoalan lainnya. Sehingga, dia minta agar seluruh jajarannya berhati-hati dalam bertugas.

"Setiap tindakan harus dilakukan secara hati-hati dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Apakah seseorang benar pelaku begal atau bukan, tidak bisa serta-merta disimpulkan begitu saja. Karena itu tindakan harus benar-benar proporsional," ujarnya.

Lebih lanjut, Pipit menegaskan, tindakan tegas yang dimaksud bukan semata-mata tindakan represif, melainkan penegakan hukum yang disesuaikan dengan tingkat ancaman di lapangan.

"Yang kami maksud bukan sekadar tembak di tempat, melainkan tindakan tegas yang terukur dan proporsional sesuai tingkat ancaman serta situasi dan kondisi di lapangan," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article