Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Diduga Lecehkan Murid, Wakasek SMAN 1 Pamanukan Dinonaktifkan

Kota Bandung
Diduga Lecehkan Murid, Wakasek SMAN 1 Pamanukan Dinonaktifkan
Ilustrasi pelecehan seksual (IDN Times/Doni Hermawan)
  • Wakasek SMAN 1 Pamanukan, Subang, dinonaktifkan sementara dari jabatan dan tugas mengajar menyusul dugaan pelecehan terhadap murid.
  • Disdik Jabar menyatakan pemeriksaan awal menemukan indikasi dari keterangan kepala sekolah, bukti percakapan, penuturan teman korban, serta pihak terduga; proses BAP dan disiplin akan diusulkan ke BKD.
  • Disdik Jabar menyiapkan pendampingan psikologis bersama DP3AKB bagi siswa diduga korban serta mengoordinasikan mitigasi risiko pelecehan seksual di sekolah-sekolah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMAN 1 Pamanukan, Kabupaten Subang diduga melakukan pelecehan terhadap murid. Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat pun langsung meminta dlterduga pelaku tersebut dinonaktifkan sementara dari jabatan dan tugas belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto mengatakan, langkah tersebut diambil menyusul pemeriksaan awal terhadap dugaan pelecehan yang mencuat di sekolah tersebut.

"Ya itu sementara yang bersangkutan dinonaktifkan. Dinonaktifkan dari jabatannya sebagai wakil kepala sekolah dan dinonaktifkan dari tugas mengajar," kata Purwanto saat dihubungi, Selasa (8/9/2026).

  1. 1. Diberhentikan sampai ada hasil penyelidikan dari BAP

    Ilustrasi pelecehan, rudapaksa (IDN Times/Mia Amalia)
    Ilustrasi pelecehan, rudapaksa (IDN Times/Mia Amalia)

    Purwanto menegaskan, oknum tersebut tidak diperbolehkan kembali mengajar hingga proses pemeriksaan dan penanganan disiplin selesai dilakukan.

    "Jadi dia tidak boleh mengajar lagi sampai nanti kita usulkan ke BKD untuk dilakukan apa, BAP dan hukuman disiplin yang diberikan kepada yang bersangkutan. Untuk dari atasan langsung sudah dinonaktifkan," ujarnya.

    Disdik Jabar menyebut pemeriksaan awal telah menemukan sejumlah fakta yang mengarah pada dugaan tindakan tersebut. Informasi diperoleh dari kepala sekolah, bukti percakapan melalui pesan, penuturan teman korban, hingga keterangan dari pihak yang bersangkutan.

    "Kalau dari fakta-fakta sih iya. Dari fakta-fakta, informasi dari kepala sekolah, kemudian dari bukti-bukti chat, dari penuturan temannya, dari yang bersangkutan," ungkap Purwanto.

  2. 2. Korban dilakukan pendamping DP3AKB

    Ilustrasi pelecehan kepada anak dibawah umur (IDN Times)
    Ilustrasi pelecehan kepada anak dibawah umur (IDN Times)

    Lebih lanjut, Disdik Jabar juga menyiapkan pendampingan bagi siswa yang diduga menjadi korban. Pendampingan akan dilakukan melalui koordinasi dengan DP3AKB hingga trauma korban bisa berangsur pulih kembali.

    "Kita koordinasi sama DP3AKB untuk pendampingan psikologis," ucapnya.

    Kasus di SMAN 1 Pamanukan juga menjadi perhatian Disdik Jabar untuk memperkuat pencegahan di lingkungan sekolah. Disdik menggelar koordinasi dengan kepala sekolah, pengawas dan kepala cabang dinas untuk melakukan mitigasi terhadap berbagai tindakan yang berpotensi menimbulkan pelecehan seksual.

    "Hari ini juga kami mengadakan Zoom Meeting ke seluruh kepala sekolah sama pengawas, kepala cabang dinas, agar melakukan mitigasi terhadap tindakan-tindakan yang bisa menimbulkan risiko terhadap pelecehan seksual, termasuk yang lain-lain," ucap dia.

  3. 3. Guru harus memegang aturan dan mentaatinya

    Ilustrasi pelecehan terhadap perempuan (IDN Times/Sukma Shakti)
    Ilustrasi pelecehan terhadap perempuan (IDN Times/Sukma Shakti)

    Lebih lanjut, Purwanto menegaskan tidak ada toleransi bagi pendidik yang melanggar aturan. Menurutnya, regulasi, undang-undang, hingga kode etik guru sudah menjadi rambu yang wajib dipatuhi.

    "Ya warning kerasnya apa ya, yang jelas kan itu aturannya sudah ada, undang-undangnya sudah ada kan, kode etik mengajarnya sudah ada, ya tinggal dilakukan. Siapa yang melanggar ya kena sanksi, gitu saja," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More