2.500 Personel Latihan Hadapi Eskalasi Demo Mahasiswa di Bandung Raya

- Polrestabes Bandung menggelar latihan Sispamkota Bandung Raya di Lapangan Tegalega pada 9 September 2026, melibatkan 2.500 personel gabungan untuk menghadapi potensi eskalasi gangguan kamtibmas.
- Latihan melibatkan Polres Soreang, Cimahi, Sumedang, Brimob, Dit Samapta Polda Jabar, Forkopimda, serta instansi layanan publik guna menguji koordinasi lintas wilayah dan instansi.
- Perwira pengendali dan komandan menjalani Tactical Floor Game untuk mengasah pembacaan situasi, pembagian tugas, dan respons terukur; pelaksanaannya diawasi Karo Ops Polda Jabar.
Bandung, IDN Times - Sebanyak 2.500 personel gabungan dikerahkan dalam latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Bandung Raya yang digelar Polrestabes Bandung. Latihan ini menjadi simulasi kesiapsiagaan aparat menghadapi potensi eskalasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Bandung Raya.
Latihan yang dipusatkan di Lapangan Tegalega, Kota Bandung, Rabu (9/9/2026), melibatkan personel Polrestabes Bandung bersama jajaran Polres rayonisasi Bandung Raya, termasuk Polres Soreang, Polres Cimahi, dan Polres Sumedang. Sejumlah unsur dari Polda Jawa Barat, pemerintah daerah, hingga instansi terkait juga dilibatkan dalam simulasi tersebut.
"Latihan ini dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka mengamankan Kota Bandung Raya. Polrestabes Bandung bekerja sama dengan Polres-Polres Rayonisasi Bandung Raya, yaitu Polres Soreang, Cimahi, dan Sumedang melaksanakan latihan Sispamkota," kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Dedi Supriyadi di Lapangan Tegalega, Rabu (9/9/2026).
1. Kolaborasi berbagai unsur

2.500 Personel Latihan Hadapi Eskalasi Keamanan di Bandung Raya. IDN Times/Debbie Sutrisno Dedi mengatakan, latihan tersebut tidak hanya bertujuan menguji kemampuan personel di lapangan, tetapi juga memastikan setiap unsur memahami peran masing-masing ketika menghadapi situasi kontinjensi.
Total sekitar 2.500 personel dilibatkan dalam latihan tersebut. Selain jajaran kepolisian dari wilayah Bandung Raya, personel Brimob dan Dit Samapta Polda Jabar turut memberikan dukungan.
"Latihan cukup sekali dilaksanakan dengan tuntas dan maksimal. Latihan ini melibatkan sekitar 2.500 personel gabungan baik dari dibantu oleh teman-teman dari Brimob dan Dit Samapta Polda Jabar," ujar Dedi.
Menurutnya, keterlibatan lintas wilayah menjadi penting karena gangguan keamanan di kawasan Bandung Raya tidak selalu berhenti pada batas administrasi satu daerah. Karena itu, koordinasi antarwilayah menjadi salah satu kemampuan yang diuji dalam latihan.
Simulasi tersebut turut melibatkan unsur Forkopimda dan sejumlah instansi, seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, BPBD, PMI Kota Bandung, serta unsur kewilayahan lainnya.
2. Anggota disiapkan pahami kondisi di lapangan

2.500 Personel Latihan Hadapi Eskalasi Keamanan di Bandung Raya. IDN Times/Debbie Sutrisno Setelah apel, para perwira pengendali dan komandan penugasan langsung menjalani Tactical Floor Game (TFG). Metode ini digunakan untuk menguji pemahaman komandan terhadap rencana operasi sebelum personel menjalankan tugas di lapangan.
Melalui TFG, setiap komandan harus mampu membaca dinamika situasi, menentukan langkah yang diperlukan, sekaligus menjabarkan tugas kepada personel di bawah komandonya.
"Masing-masing komandan penugasan nantinya harus mampu menjabarkan tugas dan tanggung jawab kepada personelnya, sehingga keterpaduan antar-fungsi betul-betul terwujud di lapangan," kata Dedi.
Ia mengatakan, latihan juga menjadi momentum untuk menyegarkan kembali posisi dan tindakan personel agar setiap respons terhadap situasi keamanan dilakukan secara terukur dan sesuai aturan.
Dengan begitu, personel tidak hanya mengandalkan kemampuan individu, tetapi memahami bagaimana setiap fungsi kepolisian dan instansi terkait bergerak dalam satu pola pengamanan.
3. Kesiapan pasukan diawasi langsung Polda Jabar

2.500 Personel Latihan Hadapi Eskalasi Keamanan di Bandung Raya. IDN Times/Debbie Sutrisno Pelaksanaan latihan Sispamkota Bandung Raya turut mendapatkan pengawasan dari Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jawa Barat. Pengawasan tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi dan pengendalian terhadap pelaksanaan latihan.
Dedi menekankan, latihan terpadu tersebut diharapkan mampu menghasilkan kesiapan operasional yang benar-benar dapat diterapkan ketika terjadi gangguan keamanan di Bandung Raya.
"Kita ingin latihan ini cukup sekali dilaksanakan dengan tuntas dan maksimal," ujarnya.
Selain unsur kepolisian, simulasi juga dihadiri perwakilan Wali Kota Bandung, Dandim 0618/Kota Bandung, Wakapolresta Bandung, jajaran pejabat utama Polrestabes Bandung, perwakilan Kapolres Cimahi dan Kapolres Sumedang, hingga para Kapolsek.
Unsur pemerintah dan layanan publik seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, BPBD, dan PMI Kota Bandung juga dilibatkan untuk memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi kondisi darurat.
Latihan ini sekaligus menjadi uji kesiapan bersama bahwa pengamanan Bandung Raya tidak hanya bergantung pada satu institusi, tetapi membutuhkan koordinasi antarwilayah dan lintas instansi ketika situasi keamanan meningkat.

















