Rumput GBLA Masih Jelek Sudah Dipakai, PT Persib: Tadinya Mau ke Jalak

- Persib Bandung memakai GBLA untuk laga kandang melawan PSM Makassar meski rumput belum ideal, setelah PSSI tidak mengizinkan penggunaan Stadion Si Jalak Harupat.
- Pemulihan rumput GBLA diperkirakan memerlukan hingga sembilan bulan; kemarau Bandung selama sekitar tiga bulan menghambat pertumbuhan dan perbaikan lapangan.
- PT PBB terus merawat serta memantau lapangan, dengan vendor memperkirakan kondisi rumput membaik dalam sekitar satu bulan dan ditargetkan bagus pada Oktober-November.
Bandung, IDN Times - Kondisi rumput Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) kembali menjadi sorotan setelah digunakan Persib Bandung untuk menggelar pertandingan kandang pada awal musim Super League 2026-2027. Kondisi lapangan dinilai belum maksimal karena proses pemulihan rumput masih berlangsung.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, mengatakan penggunaan GBLA sebenarnya bukan menjadi pilihan utama Persib Bandung untuk pertandingan kandang melawan PSM Makassar. Persib sebelumnya sudah menyiapkan Stadion Si Jalak Harupat sebagai venue pertandingan.
"Sebenarnya kita itu harusnya masih main di Jalak kemarin. Cuma tiba-tiba sama PSSI enggak boleh. Jadi mau enggak mau, enggak ada opsi, memang harus main di sini (GBLA)," kata Adhitia Putra Herawan, Selasa (8/9/2026).
1. Kondisi lapangan memang belum ideal

Kondisi lapangan GBLA saat Persib melawan PSM, Minggu (6/9/2026). IDN Times/Debbie Sutrisno Adhitia menjelaskan, Persib pada awalnya masih berencana menggunakan Stadion Si Jalak Harupat untuk pertandingan kandang. Namun, rencana tersebut berubah setelah adanya keputusan dari PSSI yang membuat Persib harus menggunakan GBLA.
Menurutnya, kondisi GBLA saat ini sebenarnya belum ideal untuk kembali digunakan karena proses persiapan lapangan belum sepenuhnya selesai. Persib pun akhirnya tetap menggunakan stadion tersebut karena tidak memiliki pilihan venue lain untuk menggelar pertandingan kandang.
Adhitia mengatakan proses pemulihan rumput GBLA membutuhkan waktu yang cukup panjang. Bahkan, perbaikan lapangan diperkirakan memerlukan waktu hingga sekitar sembilan bulan untuk mendapatkan kondisi rumput yang optimal.
Kondisi cuaca Bandung yang mengalami musim kemarau selama kurang lebih tiga bulan turut memengaruhi pertumbuhan rumput. Minimnya hujan membuat proses pemulihan lapangan tidak berjalan seperti yang diharapkan.
"Memang harus nunggu sembilan bulan. Apalagi kemarin Bandung kan tiga bulan kemarau, enggak ada hujan. Jadi mau gimana lagi," ujar dia.
2. Terus diperbaiki

Kondisi lapangan GBLA saat Persib melawan PSM, Minggu (6/9/2026). IDN Times/Debbie Sutrisno Meski begitu, PT PBB tetap berupaya memastikan kondisi lapangan terus diperbaiki. Adhitia mengatakan berbagai proses persiapan dan perawatan dilakukan untuk membuat kualitas rumput GBLA kembali lebih baik.
Ia bahkan mengaku ikut memantau kondisi stadion hingga dini hari menjelang pertandingan. Hal itu dilakukan untuk memastikan berbagai kebutuhan terkait lapangan sudah dipersiapkan.
"Waktu malam H-1 sebelum pertandingan saya di stadion sampai jam 01.30, ngelihat segala macam. Cuma kan kadang enggak semuanya bisa diceritain detail," tuturnya.
3. Ditarget selesai pada November

Kondisi lapangan GBLA saat Persib melawan PSM, Minggu (6/9/2026). IDN Times/Debbie Sutrisno Persib berharap kondisi rumput GBLA terus mengalami perkembangan dalam beberapa bulan ke depan. Berdasarkan komunikasi dengan pihak vendor, perbaikan lapangan diperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk mencapai kondisi yang lebih baik.
Adhitia mengatakan Persib memahami berbagai kendala yang muncul dalam proses pemulihan rumput. Terlebih, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang tidak bisa sepenuhnya dikendalikan.
Meski demikian, ia optimistis kualitas rumput GBLA akan jauh lebih baik dalam beberapa bulan mendatang. "Insya Allah nanti di Oktober-November sudah bagus," kata Adhitia.


















