Bandung, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi di wilayah Jawa Barat dalam sepekan ke depan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Cuaca Jabar Sepekan ke Depan Masih Ekstrem, Warga Harus Waspada

1. Sebagian daerah hujan lebat
Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu menuturkan, dalam periode 29 Maret hingga 4 April 2026, sebagian besar wilayah Jawa Barat masih diguyur hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat. Bahkan, sejumlah daerah tercatat mengalami hujan lebat hingga ekstrem.
Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer, seperti suhu muka laut yang hangat di perairan Indonesia yang meningkatkan suplai uap air. Selain itu, adanya pertemuan angin (konvergensi) di atas Pulau Jawa turut memperkuat pembentukan awan hujan.
"BMKG juga mencatat aktifnya gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial serta kelembapan udara yang tinggi di lapisan menengah, yang semakin memperbesar potensi hujan di wilayah Jawa Barat," kata dia, Minggu (5/4/3036).
2. Bandung masih akan diterpa cuaca ekstrem
Memasuki periode 6–12 April 2026, kondisi atmosfer diperkirakan masih mendukung pertumbuhan awan konvektif. Artinya, potensi hujan sedang hingga lebat masih akan terjadi di berbagai daerah.
Hujan tersebut berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang dengan durasi singkat namun berintensitas tinggi. Wilayah yang berpotensi terdampak tersebar hampir di seluruh Jawa Barat, termasuk Kabupaten dan Kota Bandung, Bogor, Sukabumi, hingga wilayah Priangan Timur.
BMKG menilai, dinamika atmosfer seperti suhu laut yang masih hangat serta gelombang Rossby yang aktif di awal pekan menjadi faktor utama yang perlu diwaspadai masyarakat.
3. Warga diminta siaga bencana hidrometeorologi
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Risiko bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang masih cukup tinggi.
Masyarakat juga diminta lebih berhati-hati saat merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara. Pemantauan informasi cuaca secara berkala melalui aplikasi resmi BMKG sangat dianjurkan.
"Selain itu, warga diharapkan mengenali potensi risiko di lingkungan masing-masing serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah jika terjadi kondisi darurat," kata Teguh